Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 20 Apr 2026 08:15 WIB ·

Desa Karang Tengah Dikepung Banjir Selutut Orang Dewasa, 1.117 Warga Terdampak Luapan Kali Cimanceuri


 Kiriman air dari hulu Bogor picu genangan hingga 1,2 meter, ratusan warga mengungsi ke masjid, sekitar 300 rumah terdampak di Desa Karang Tengah. Perbesar

Kiriman air dari hulu Bogor picu genangan hingga 1,2 meter, ratusan warga mengungsi ke masjid, sekitar 300 rumah terdampak di Desa Karang Tengah.

TANGERANG | Gmanews.id – Luapan Kali Cimanceuri kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang pada Minggu (19/4/2026) dini hari. Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan, menjadi salah satu titik terdampak dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi.

Banjir diduga dipicu oleh meningkatnya debit air kiriman dari wilayah hulu di Bogor, yang membuat aliran sungai tidak mampu menampung volume air. Kondisi ini menyebabkan genangan meluas ke permukiman warga dalam waktu singkat.

Kepala Desa Karang Tengah, H. Koswara, S.IP, turun langsung ke lokasi bersama FORKOPIMCAM Pagedangan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar untuk memastikan keselamatan warga dan memantau kondisi terkini di lapangan.

“Kami siaga bersama unsur terkait memantau langsung kondisi di lapangan. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan kiriman air susulan,” ujar H. Koswara, S.IP.

Dampak Banjir Meluas di Tiga Kecamatan

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, banjir kali ini berdampak pada 1.117 jiwa dari 311 kepala keluarga (KK). Sedikitnya 252 rumah warga terendam dengan ketinggian air bervariasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meluapnya aliran Sungai Cimanceuri yang merendam tiga kecamatan sekaligus.

“Banjir terjadi di Desa Sukamanah Kecamatan Jambe, Desa Karang Tengah Kecamatan Pagedangan, serta Desa Cirarab Kecamatan Legok,” jelas Achmad Taufik.

Ketinggian air di masing-masing wilayah berbeda, yakni sekitar 60–70 sentimeter di Kecamatan Jambe, 40 sentimeter hingga 1,2 meter di Pagedangan, dan sekitar 50 sentimeter di Kecamatan Legok.

Ratusan Warga Mengungsi

Sejumlah warga terdampak memilih mengungsi untuk menghindari risiko banjir yang lebih besar. Tercatat sekitar 450 jiwa saat ini berada di Masjid Jami Al-Falah, Desa Karang Tengah sebagai lokasi pengungsian sementara.

Baca Juga Berita :  Warga Cirendeu Bangun Jalan Secara Swadaya, Puluhan Tahun Usulan Tak Terealisasi

BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan logistik bagi para pengungsi, termasuk kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat.

Waspada Banjir Susulan

Pemerintah daerah bersama aparat terkait terus bersiaga menghadapi potensi banjir susulan. Hal ini mengingat kondisi debit air dari hulu masih berpotensi meningkat, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, memantau informasi resmi dari pemerintah, serta segera mengungsi jika kondisi air terus naik demi keselamatan bersama.

Gmanews.id akan terus memantau perkembangan situasi banjir di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Usai Febrie Adriansyah Mundur, Rudi Margono Dipercaya Pimpin Sementara JAM Pidsus

11 Juli 2026 - 17:54 WIB

Trending di Headline