Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Vidiotron Desa Mekarsari Mati Fungsi, Diduga Anggaran Ratusan Juta Kini Jadi Pajangan Mubazir

Muhayar. – Gmanews.id
Rabu, 10 Juni 2026 08:54 WIB

Fasilitas Informasi Publik di Desa Mekarsari Rajeg Tangerang Tidak Beroperasi Perbesar

Fasilitas Informasi Publik di Desa Mekarsari Rajeg Tangerang Tidak Beroperasi

Kabupaten Tangerang | Gmanews.id – Fasilitas vidiotron milik Pemerintah Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang semestinya digunakan sebagai media informasi publik, kini dilaporkan tidak lagi berfungsi. Layar digital berukuran besar tersebut terlihat gelap dan tidak menampilkan informasi apapun saat dipantau di lokasi, Senin (08/06/2026).

Kondisi itu memicu sorotan publik lantaran pengadaan vidiotron diduga menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Namun saat ini, fasilitas tersebut justru dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan hanya menjadi pajangan di pinggir jalan.

Vidiotron Desa Mekarsari Diduga Tak Lagi Memberikan Manfaat

Vidiotron sejatinya merupakan media digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi pelayanan publik, program pembangunan desa, penggunaan anggaran, hingga kegiatan pemerintahan secara cepat dan terbuka kepada masyarakat.

Namun berdasarkan pantauan di lokasi, vidiotron yang berdiri di area Desa Mekarsari tampak tidak beroperasi. Tidak ada informasi publik yang ditampilkan melalui layar tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengadaan fasilitas publik yang menggunakan anggaran negara, terlebih jika tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Desa Mekarsari Sebut Biaya Perawatan Sudah Tidak Dianggarkan

Saat dikonfirmasi terkait kondisi vidiotron yang mati fungsi, Kepala Desa Mekarsari mengaku biaya perawatan dan perbaikan perangkat tersebut sudah tidak lagi dianggarkan.

“Sudah tidak dianggarkan karena setiap ada petir selalu kesamber,” tulis Kepala Desa Mekarsari melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Dalam keterangannya, pihak desa juga mengaku sudah beberapa kali melakukan perbaikan. Namun kerusakan kembali terjadi sehingga perangkat tersebut kini tidak lagi dioperasikan.

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran

Sekjen Korwil FWJI Kabupaten Tangerang, Muhamad Aris, menilai kondisi matinya vidiotron menjadi catatan serius dalam pengelolaan anggaran publik di tingkat desa.

Baca Juga Berita :  Dugaan Penyimpangan Dana Desa Cirendeu 2025, Belanja Kain Kafan Rp29,8 Juta Dipertanyakan

Menurutnya, pengadaan fasilitas publik seharusnya disertai perencanaan matang, termasuk kesiapan pemeliharaan dan keberlangsungan fungsi alat dalam jangka panjang.

“Kalau alasannya biaya perawatan sudah tidak dianggarkan, ini sangat disayangkan. Artinya sejak awal perencanaan pengadaan vidiotron tidak dipikirkan secara matang terkait keberlangsungan dan manfaat jangka panjangnya,” ujar Muhamad Aris.

Ia menegaskan, fasilitas publik yang dibeli menggunakan uang negara tidak seharusnya hanya menjadi simbol tanpa fungsi nyata bagi masyarakat.

“Vidiotron itu seharusnya menjadi media informasi publik yang aktif, transparan, dan bermanfaat. Kalau sekarang mati total dan hanya jadi pajangan, tentu sangat mubazir. Apalagi anggarannya diduga mencapai ratusan juta rupiah. Ini harus menjadi evaluasi serius,” tegasnya.

Publik Minta Transparansi Anggaran Pengadaan Vidiotron

FWJI juga meminta pemerintah desa terbuka kepada masyarakat terkait nilai pengadaan vidiotron, sumber anggaran, hingga alasan tidak adanya lagi biaya pemeliharaan.

Menurut Aris, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana manfaat fasilitas tersebut terhadap pelayanan publik desa.

“Jangan sampai masyarakat menilai bahwa pengadaan hanya sebatas menghabiskan anggaran tanpa memikirkan manfaat jangka panjang. Karena uang yang digunakan adalah uang rakyat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi vidiotron di Desa Mekarsari masih terlihat tidak beroperasi.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Muhammad Harun Apresiasi Komitmen Polsek Sepatan Tangani Perkara Dugaan Pembunuhan

10 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Tim Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Muhammad Harun Korban Dugaan Pembunuhan

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg
Trending di Daerah