Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 6 Mei 2026 12:03 WIB ·

Diduga Korupsi Anggaran BUMDes, Program Ayam Petelur Rp151 Juta di Desa Seuat Jaya Jadi Sorotan


 Kandang ayam petelur milik BUMDes Desa Seuat Jaya masih kosong meski anggaran ratusan juta rupiah telah digelontorkan Perbesar

Kandang ayam petelur milik BUMDes Desa Seuat Jaya masih kosong meski anggaran ratusan juta rupiah telah digelontorkan

SERANG | Gmanews.id – Pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menuai sorotan tajam masyarakat. Program ketahanan pangan berupa usaha ayam petelur senilai Rp151.400.000 diduga bermasalah hingga memunculkan dugaan korupsi anggaran.

Program yang tercantum dalam papan kegiatan tahun anggaran 2025 itu diketahui meliputi pembangunan kandang ayam petelur kapasitas 1.000 ekor dan satu unit gudang yang bersumber dari penyertaan modal BUMDes.

Namun fakta di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan. Hingga kini kandang ayam tersebut masih tampak kosong tanpa aktivitas peternakan. Bahkan kondisi bangunan disebut mulai mengalami kerusakan dan terlihat rapuh meski belum lama dibangun.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menilai program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan meminta adanya pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran.

“Anggarannya ratusan juta, tapi ayamnya tidak ada sampai sekarang. Kandang juga mulai lapuk. Masyarakat jadi curiga ada dugaan penyimpangan anggaran,” ungkapnya.

Warga juga mempertanyakan transparansi pengelolaan usaha oleh BUMDes Desa Seuat Jaya karena sejak pembangunan selesai belum terlihat adanya aktivitas usaha maupun pengadaan ayam petelur.

 

Keterangan Foto: Kondisi kandang ayam petelur program ketahanan pangan milik BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dengan nilai anggaran sebesar Rp151.400.000 dari penyertaan modal BUMDes tahun 2025 hingga kini belum terisi ayam. Padahal proyek tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan kondisi bangunan mulai terlihat mengalami kerusakan. Saat dikonfirmasi awak media, pihak desa menyebut pengisian ayam akan dilakukan dalam waktu satu minggu, namun pernyataan tersebut menuai sorotan masyarakat karena dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.

Keterangan Foto: Kondisi kandang ayam petelur program ketahanan pangan milik BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dengan nilai anggaran sebesar Rp151.400.000 dari penyertaan modal BUMDes tahun 2025 hingga kini belum terisi ayam. Padahal proyek tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan kondisi bangunan mulai terlihat mengalami kerusakan. Saat dikonfirmasi awak media, pihak desa menyebut pengisian ayam akan dilakukan dalam waktu satu minggu, namun pernyataan tersebut menuai sorotan masyarakat karena dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.

Janji Pengisian Ayam Belum Terbukti

Sebelumnya, Pj Kepala Desa Seuat Jaya, Suharja, saat dikonfirmasi awak media sempat menyampaikan bahwa kandang akan segera diisi ayam petelur dalam waktu satu minggu. Namun hingga saat ini, kandang masih terlihat kosong.

Baca Juga Berita :  Mangkir dari Panggilan Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Pembangunan Menara Telekomunikasi di Lebak Wangi Terancam Disegel

Kondisi tersebut semakin memicu pertanyaan publik terkait realisasi anggaran pengadaan ayam petelur kapasitas 1.000 ekor yang hingga kini belum terealisasi.

Selain kandang yang tidak terisi, akses menuju lokasi usaha juga dinilai kurang memadai sehingga memunculkan dugaan lemahnya perencanaan program ketahanan pangan tersebut.

Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Serang dan aparat penegak hukum turun tangan untuk melakukan audit serta pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya.

“Kalau memang anggaran sudah dicairkan, harus jelas dipakai untuk apa. Jangan sampai dana desa diduga disalahgunakan,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola BUMDes belum memberikan penjelasan resmi terkait belum berjalannya usaha ayam petelur tersebut.

(Reporter: Buhari)

Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Bekali Siswa Baru Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah, SMPN 3 Sepatan Timur Gelar Pra MPLS

11 Juli 2026 - 03:23 WIB

Siswa /i Didik Baru Tengah mengikuti Tahapan Pra MPLS SMPN 3 Sepatan Timur
Trending di Berita Desa