SERANG | Gmaews.id – Pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menuai sorotan tajam masyarakat. Program ketahanan pangan berupa usaha ayam petelur senilai Rp151.400.000 diduga bermasalah hingga memunculkan dugaan korupsi anggaran.
Program yang tercantum dalam papan kegiatan tahun anggaran 2025 itu diketahui meliputi pembangunan kandang ayam petelur kapasitas 1.000 ekor dan satu unit gudang yang bersumber dari penyertaan modal BUMDes.
Namun fakta di lapangan berbanding terbalik dengan besarnya anggaran yang telah dikucurkan. Hingga kini kandang ayam tersebut masih tampak kosong tanpa aktivitas peternakan. Bahkan kondisi bangunan disebut mulai mengalami kerusakan dan terlihat rapuh meski belum lama dibangun.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menilai program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya dan meminta adanya pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran.
“Anggarannya ratusan juta, tapi ayamnya tidak ada sampai sekarang. Kandang juga mulai lapuk. Masyarakat jadi curiga ada dugaan penyimpangan anggaran,” ungkapnya.
Warga juga mempertanyakan transparansi pengelolaan usaha oleh BUMDes Desa Seuat Jaya karena sejak pembangunan selesai belum terlihat adanya aktivitas usaha maupun pengadaan ayam petelur.

Keterangan Foto: Kondisi kandang ayam petelur program ketahanan pangan milik BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, dengan nilai anggaran sebesar Rp151.400.000 dari penyertaan modal BUMDes tahun 2025 hingga kini belum terisi ayam. Padahal proyek tersebut telah berjalan hampir satu tahun dan kondisi bangunan mulai terlihat mengalami kerusakan. Saat dikonfirmasi awak media, pihak desa menyebut pengisian ayam akan dilakukan dalam waktu satu minggu, namun pernyataan tersebut menuai sorotan masyarakat karena dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.
Janji Pengisian Ayam Belum Terbukti
Sebelumnya, Pj Kepala Desa Seuat Jaya, Suharja, saat dikonfirmasi awak media sempat menyampaikan bahwa kandang akan segera diisi ayam petelur dalam waktu satu minggu. Namun hingga saat ini, kandang masih terlihat kosong.
Kondisi tersebut semakin memicu pertanyaan publik terkait realisasi anggaran pengadaan ayam petelur kapasitas 1.000 ekor yang hingga kini belum terealisasi.
Selain kandang yang tidak terisi, akses menuju lokasi usaha juga dinilai kurang memadai sehingga memunculkan dugaan lemahnya perencanaan program ketahanan pangan tersebut.
Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Serang dan aparat penegak hukum turun tangan untuk melakukan audit serta pemeriksaan terhadap pengelolaan anggaran BUMDes Bintang Sejahtera Seuat Jaya.
“Kalau memang anggaran sudah dicairkan, harus jelas dipakai untuk apa. Jangan sampai dana desa diduga disalahgunakan,” kata warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola BUMDes belum memberikan penjelasan resmi terkait belum berjalannya usaha ayam petelur tersebut.
(Reporter: Buhari)











Tinggalkan Balasan