Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 10 Jun 2026 08:54 WIB ·

Vidiotron Desa Mekarsari Mati Fungsi, Diduga Anggaran Ratusan Juta Kini Jadi Pajangan Mubazir


 Fasilitas Informasi Publik di Desa Mekarsari Rajeg Tangerang Tidak Beroperasi Perbesar

Fasilitas Informasi Publik di Desa Mekarsari Rajeg Tangerang Tidak Beroperasi

Kabupaten Tangerang | Gmanews.id – Fasilitas vidiotron milik Pemerintah Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang semestinya digunakan sebagai media informasi publik, kini dilaporkan tidak lagi berfungsi. Layar digital berukuran besar tersebut terlihat gelap dan tidak menampilkan informasi apapun saat dipantau di lokasi, Senin (08/06/2026).

Kondisi itu memicu sorotan publik lantaran pengadaan vidiotron diduga menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Namun saat ini, fasilitas tersebut justru dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan hanya menjadi pajangan di pinggir jalan.

Vidiotron Desa Mekarsari Diduga Tak Lagi Memberikan Manfaat

Vidiotron sejatinya merupakan media digital yang digunakan untuk menyampaikan informasi pelayanan publik, program pembangunan desa, penggunaan anggaran, hingga kegiatan pemerintahan secara cepat dan terbuka kepada masyarakat.

Namun berdasarkan pantauan di lokasi, vidiotron yang berdiri di area Desa Mekarsari tampak tidak beroperasi. Tidak ada informasi publik yang ditampilkan melalui layar tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengadaan fasilitas publik yang menggunakan anggaran negara, terlebih jika tidak lagi dimanfaatkan secara optimal.

Kepala Desa Mekarsari Sebut Biaya Perawatan Sudah Tidak Dianggarkan

Saat dikonfirmasi terkait kondisi vidiotron yang mati fungsi, Kepala Desa Mekarsari mengaku biaya perawatan dan perbaikan perangkat tersebut sudah tidak lagi dianggarkan.

Sudah tidak dianggarkan karena setiap ada petir selalu kesamber,” tulis Kepala Desa Mekarsari melalui pesan WhatsApp kepada wartawan.

Dalam keterangannya, pihak desa juga mengaku sudah beberapa kali melakukan perbaikan. Namun kerusakan kembali terjadi sehingga perangkat tersebut kini tidak lagi dioperasikan.

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Perencanaan dan Pengelolaan Anggaran

Sekjen Korwil FWJI Kabupaten Tangerang, Muhamad Aris, menilai kondisi matinya vidiotron menjadi catatan serius dalam pengelolaan anggaran publik di tingkat desa.

Baca Juga Berita :  Pemkot Tangerang Gandeng FMIPA UI Tingkatkan SDM Perumda Tirta Benteng Demi Pelayanan Air Bersih

Menurutnya, pengadaan fasilitas publik seharusnya disertai perencanaan matang, termasuk kesiapan pemeliharaan dan keberlangsungan fungsi alat dalam jangka panjang.

Kalau alasannya biaya perawatan sudah tidak dianggarkan, ini sangat disayangkan. Artinya sejak awal perencanaan pengadaan vidiotron tidak dipikirkan secara matang terkait keberlangsungan dan manfaat jangka panjangnya,” ujar Muhamad Aris.

Ia menegaskan, fasilitas publik yang dibeli menggunakan uang negara tidak seharusnya hanya menjadi simbol tanpa fungsi nyata bagi masyarakat.

Vidiotron itu seharusnya menjadi media informasi publik yang aktif, transparan, dan bermanfaat. Kalau sekarang mati total dan hanya jadi pajangan, tentu sangat mubazir. Apalagi anggarannya diduga mencapai ratusan juta rupiah. Ini harus menjadi evaluasi serius,” tegasnya.

Publik Minta Transparansi Anggaran Pengadaan Vidiotron

FWJI juga meminta pemerintah desa terbuka kepada masyarakat terkait nilai pengadaan vidiotron, sumber anggaran, hingga alasan tidak adanya lagi biaya pemeliharaan.

Menurut Aris, keterbukaan informasi menjadi penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana manfaat fasilitas tersebut terhadap pelayanan publik desa.

Jangan sampai masyarakat menilai bahwa pengadaan hanya sebatas menghabiskan anggaran tanpa memikirkan manfaat jangka panjang. Karena uang yang digunakan adalah uang rakyat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi vidiotron di Desa Mekarsari masih terlihat tidak beroperasi.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi
Trending di Daerah