Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 20 Jun 2026 07:33 WIB ·

Rumah Janda Dua Anak di Pakuhaji Memprihatinkan, Warga Soroti Akses Program Bedah Rumah di Desa Kiara Payung


 Kondisi Rumah Tidak Layak Huni di RT 04/02 Desa Kiara Payung Jadi Perhatian Warga Perbesar

Kondisi Rumah Tidak Layak Huni di RT 04/02 Desa Kiara Payung Jadi Perhatian Warga

KABUPATEN TANGERANG | Gmanews.id Sebuah rumah dalam kondisi memprihatinkan yang ditempati seorang janda bersama dua anaknya di RT 04/02, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Bangunan yang berdiri di atas lahan milik pribadi tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan melalui program bantuan renovasi rumah atau bedah rumah.

Selain rumah milik warga bernama Rasmi, terdapat beberapa rumah lain yang berada di lokasi berdekatan dengan kondisi serupa. Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat melakukan pendataan dan verifikasi guna memastikan keluarga kurang mampu memperoleh akses bantuan yang tersedia.

Program Bedah Rumah Tersedia Melalui Berbagai Jalur Bantuan

Program bantuan renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sejatinya dapat diakses melalui berbagai skema, mulai dari Dinas Perumahan dan Permukiman, BAZNAS, lembaga amil zakat, hingga dukungan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah maupun pemerintah desa sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengajuan bantuan umumnya dilakukan melalui mekanisme usulan dari lingkungan setempat, mulai dari RT, RW, hingga pemerintah desa sebagai dasar verifikasi dan pendataan calon penerima manfaat.

Rasmi Mengaku Tak Mampu Renovasi Rumah karena Keterbatasan Ekonomi

Rasmi mengaku selama ini hanya bekerja sebagai buruh di pabrik plastik dengan penghasilan yang sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat dirinya belum memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah yang saat ini ditempati bersama kedua anaknya.

“Gaji saya cuma cukup untuk kebutuhan sehari-hari, itu juga masih kurang ditambah biaya anak mau masuk sekolah, harus beli seragam dan lain-lain,” ujar Rasmi dengan nada sedih.

Kondisi bangunan yang terlihat lapuk pada sejumlah bagian dinding dan struktur rumah menimbulkan kekhawatiran, terutama saat memasuki musim hujan dan cuaca ekstrem.

Baca Juga Berita :  SPMB Banten 2026 Disorot, Siswa Berjarak 362 Meter dari SMAN 15 Kota Tangerang Belum Lolos Jalur Domisili Wilayah

Pemerintah Desa Belum Memberikan Tanggapan

Untuk memperoleh konfirmasi terkait kondisi rumah warga tersebut serta kemungkinan usulan program bantuan yang dapat diberikan, media ini telah berupaya menghubungi Kepala Desa Kiara Payung, Mudarif.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kiara Payung belum memberikan tanggapan atas pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp pada Jumat (19/06/2026).

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pemerintah desa maupun instansi terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Harapan Warga dan Pentingnya Verifikasi Lapangan

Warga berharap kondisi rumah tidak layak huni di wilayah tersebut dapat segera menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait. Verifikasi lapangan dinilai penting untuk memastikan warga yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh akses terhadap program bantuan perumahan yang tersedia.

Dengan adanya pendataan yang akurat, bantuan renovasi rumah diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat serta memberikan lingkungan yang lebih aman dan layak bagi keluarga kurang mampu di Kecamatan Pakuhaji.

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi
Trending di Daerah