Menu

Mode Gelap
Proyek Drainase U-Ditch di Sepatan Timur Disorot, Minim Rambu Keselamatan di Jalan Padat DTRB Kabupaten Tangerang Cek Lokasi Menara Telekomunikasi di Lebak Wangi, Perusahaan Segera Dipanggil Sinergi Pemkab dan Pelaku Seni Menguat, Raker DKKT 2026 Fokuskan Program Nyata Berdaya Saing Nasional Patroli Malam Koramil 02/Curug dan Polsek Curug Jaga Kamtibmas, Wilayah Aman Kondusif Disiplin ASN Tangerang Diperketat, Wabup Ingatkan Pengawasan Ketat Sistem WFH

Breaking News · 17 Apr 2026 07:46 WIB ·

Diduga Disiksa Ibu Tiri, Bocah SD di Cibeber Lebak Alami Luka dan Kelaparan


 Kasus dugaan kekerasan anak di Lebak mencuat, korban mengaku dicakar, disiram air panas hingga kerap tidak diberi makan Perbesar

Kasus dugaan kekerasan anak di Lebak mencuat, korban mengaku dicakar, disiram air panas hingga kerap tidak diberi makan

LEBAK | Gmanews.id – Dugaan kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi perhatian publik. Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

Informasi ini mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi korban saat dimintai keterangan oleh warga. Dalam rekaman tersebut, anak tersebut mengungkapkan pengalaman pahit yang dialaminya dengan nada polos.

Korban mengaku mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan luka di tubuhnya. Ia menyebut bagian wajahnya pernah dicakar hingga mengeluarkan darah.

“Ada lah, darah banyak,” ucap korban dalam video yang beredar.

Keterangan Korban dan Dugaan Kekerasan Berulang

Tidak hanya itu, korban juga menyampaikan bahwa tindakan kekerasan lain terjadi saat bulan puasa. Ia mengaku mengalami luka hingga berdarah akibat perlakuan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.

Selain video, beredar pula foto yang menunjukkan adanya luka kemerahan di bagian dada korban yang diduga akibat kekerasan fisik.

Salah seorang warga Kecamatan Cibeber yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengaku mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar korban.

“Katanya disiram air panas di bagian badan, kalau di muka dicakar. Saat ditanya tetangga, anak itu mengaku,” ujar warga tersebut saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).

Kondisi Korban Memprihatinkan

Warga juga menyebut kondisi korban cukup memprihatinkan. Selain diduga mengalami kekerasan, korban disebut sering tidak mendapatkan uang jajan dan harus bergantung pada bantuan teman-temannya di sekolah.

“Uang jajan tidak pernah dikasih, jadi teman-temannya suka iuran untuk membantu,” katanya.

Korban diketahui telah kehilangan ibu kandungnya dan kini tinggal bersama ayah serta ibu tirinya. Situasi tersebut diduga memperburuk kondisi psikologis dan kesehariannya.

Baca Juga Berita :  Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Kosmetik Ilegal Bermerkuri di Bogor, Tiga Tersangka Diamankan

Bahkan pada momen Lebaran 2026, korban dan saudaranya disebut sempat ditinggalkan sendirian di rumah oleh orang tuanya.

“Saat Lebaran ditinggal, malam hari menangis. Tetangga tanya, ternyata lapar karena tidak ada beras,” ungkapnya.

Menunggu Klarifikasi Aparat

Diketahui, ayah korban berprofesi sebagai kepala sekolah di salah satu SMP negeri di wilayah Cibeber, sementara ibu tirinya merupakan seorang guru di SMK di kawasan Cikotok.

Hingga berita ini ditayangkan, Gmanews.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada kepolisian setempat. Upaya menghubungi pihak Polsek Cibeber melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan tanggapan.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat penanganan serius dari pihak berwenang guna memastikan perlindungan terhadap anak serta penegakan hukum yang adil.

Reporter : Sopian Sauri

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polda Banten Ungkap Kasus Persetubuhan dan Aborsi Anak di Bawah Umur

20 April 2026 - 08:39 WIB

Konferensi pers Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten terkait pengungkapan kasus persetubuhan, pencabulan anak di bawah umur, dan tindak pidana aborsi. Dalam konferensi pers, aparat menampilkan sejumlah barang bukti berupa pakaian, botol, dan obat-obatan yang digunakan pelaku. Acara digelar di ruang briefing resmi dengan menghadirkan jajaran penyidik dan pejabat kepolisian.

Desa Karang Tengah Dikepung Banjir Selutut Orang Dewasa, 1.117 Warga Terdampak Luapan Kali Cimanceuri

20 April 2026 - 08:15 WIB

Kiriman air dari hulu Bogor picu genangan hingga 1,2 meter, ratusan warga mengungsi ke masjid, sekitar 300 rumah terdampak di Desa Karang Tengah.

Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan 23 Ton Bawang dan Cabai Ilegal di Pontianak

20 April 2026 - 04:48 WIB

Satgas Gakkum Bareskrim Polri Sita Puluhan Ton Komoditas Pangan Impor Ilegal dari Berbagai Negara

Menara Telekomunikasi 40 Meter di Lebak Wangi Disorot, Dugaan Belum Kantongi PBG Mencuat

18 April 2026 - 11:26 WIB

Pembangunan tower Indosat di tengah permukiman warga memicu pertanyaan terkait izin dan transparansi proyek. (Foto: Istimewa/Muhayar – Gmanews.id)

Korupsi Renovasi Masjid di Klaten, Kades dan Kontraktor Ditahan 20 Hari, Negara Rugi Rp203 Juta

18 April 2026 - 02:54 WIB

Kejari Klaten Ungkap Penyimpangan Dana APBD Rehab Masjid Al Huda Semangkak (Sb Solopos.com)

Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Nikel oleh Kejagung

17 April 2026 - 12:57 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel, Ketua Ombudsman RI Langsung Ditahan
Trending di Breaking News