Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Breaking News

Diduga Disiksa Ibu Tiri, Bocah SD di Cibeber Lebak Alami Luka dan Kelaparan

Aris – Gmanews.id
Jumat, 17 April 2026 07:46 WIB

Kasus dugaan kekerasan anak di Lebak mencuat, korban mengaku dicakar, disiram air panas hingga kerap tidak diberi makan Perbesar

Kasus dugaan kekerasan anak di Lebak mencuat, korban mengaku dicakar, disiram air panas hingga kerap tidak diberi makan

LEBAK | Gmanews.id – Dugaan kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi perhatian publik. Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

Informasi ini mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi korban saat dimintai keterangan oleh warga. Dalam rekaman tersebut, anak tersebut mengungkapkan pengalaman pahit yang dialaminya dengan nada polos.

Korban mengaku mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan luka di tubuhnya. Ia menyebut bagian wajahnya pernah dicakar hingga mengeluarkan darah.

“Ada lah, darah banyak,” ucap korban dalam video yang beredar.

Keterangan Korban dan Dugaan Kekerasan Berulang

Tidak hanya itu, korban juga menyampaikan bahwa tindakan kekerasan lain terjadi saat bulan puasa. Ia mengaku mengalami luka hingga berdarah akibat perlakuan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.

Selain video, beredar pula foto yang menunjukkan adanya luka kemerahan di bagian dada korban yang diduga akibat kekerasan fisik.

Salah seorang warga Kecamatan Cibeber yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengaku mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar korban.

“Katanya disiram air panas di bagian badan, kalau di muka dicakar. Saat ditanya tetangga, anak itu mengaku,” ujar warga tersebut saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).

Kondisi Korban Memprihatinkan

Warga juga menyebut kondisi korban cukup memprihatinkan. Selain diduga mengalami kekerasan, korban disebut sering tidak mendapatkan uang jajan dan harus bergantung pada bantuan teman-temannya di sekolah.

“Uang jajan tidak pernah dikasih, jadi teman-temannya suka iuran untuk membantu,” katanya.

Korban diketahui telah kehilangan ibu kandungnya dan kini tinggal bersama ayah serta ibu tirinya. Situasi tersebut diduga memperburuk kondisi psikologis dan kesehariannya.

Baca Juga Berita :  Musdesus Desa Kramat bahas strategi penataan Tanah Kas Desa demi peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan

Bahkan pada momen Lebaran 2026, korban dan saudaranya disebut sempat ditinggalkan sendirian di rumah oleh orang tuanya.

“Saat Lebaran ditinggal, malam hari menangis. Tetangga tanya, ternyata lapar karena tidak ada beras,” ungkapnya.

Menunggu Klarifikasi Aparat

Diketahui, ayah korban berprofesi sebagai kepala sekolah di salah satu SMP negeri di wilayah Cibeber, sementara ibu tirinya merupakan seorang guru di SMK di kawasan Cikotok.

Hingga berita ini ditayangkan, Gmanews.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada kepolisian setempat. Upaya menghubungi pihak Polsek Cibeber melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan tanggapan.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat penanganan serius dari pihak berwenang guna memastikan perlindungan terhadap anak serta penegakan hukum yang adil.

Reporter : Sopian Sauri

Artikel ini telah dibaca 142 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang

2 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Pimpinan Redaksi BaraTV Irawan Sumardi (mengenakan jas hitam) bersama Redaktur BaraTV Aris (memegang mikrofon) dalam puncak perayaan Anniversary ke-6 BaraTV di Hotel Shapire Sky, Tangerang. (Foto: Dok. BaraTV)

Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan

13 September 2026 - 09:33 WIB

Gambar hanya Ilustrasi: Kecelakaan Lalu Lintas Kendaraan Bermotor

Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

11 September 2026 - 14:14 WIB

Dalam gambar nampak Kemacetan di Jalan Raya Cadas - Bayur, Jumat 11-09-2026,Malam

Perumda Tirta Benteng Bentuk FORPAM TB, Pelanggan Dilibatkan Awasi Pelayanan

11 September 2026 - 06:59 WIB

Forum Pelanggan Air Minum TIRTA BENTENG menjadi wadah penyampaian keluhan, aspirasi, informasi layanan, sekaligus kontrol sosial terhadap pelayanan air minum di Kota Tangerang.
Trending di Daerah