Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Breaking News · 17 Apr 2026 07:46 WIB ·

Diduga Disiksa Ibu Tiri, Bocah SD di Cibeber Lebak Alami Luka dan Kelaparan


 Kasus dugaan kekerasan anak di Lebak mencuat, korban mengaku dicakar, disiram air panas hingga kerap tidak diberi makan Perbesar

Kasus dugaan kekerasan anak di Lebak mencuat, korban mengaku dicakar, disiram air panas hingga kerap tidak diberi makan

LEBAK | Gmanews.id – Dugaan kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi perhatian publik. Seorang bocah perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.

Informasi ini mencuat setelah beredarnya video yang memperlihatkan kondisi korban saat dimintai keterangan oleh warga. Dalam rekaman tersebut, anak tersebut mengungkapkan pengalaman pahit yang dialaminya dengan nada polos.

Korban mengaku mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan luka di tubuhnya. Ia menyebut bagian wajahnya pernah dicakar hingga mengeluarkan darah.

“Ada lah, darah banyak,” ucap korban dalam video yang beredar.

Keterangan Korban dan Dugaan Kekerasan Berulang

Tidak hanya itu, korban juga menyampaikan bahwa tindakan kekerasan lain terjadi saat bulan puasa. Ia mengaku mengalami luka hingga berdarah akibat perlakuan yang diduga dilakukan oleh ibu tirinya.

Selain video, beredar pula foto yang menunjukkan adanya luka kemerahan di bagian dada korban yang diduga akibat kekerasan fisik.

Salah seorang warga Kecamatan Cibeber yang enggan disebutkan identitasnya membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut. Ia mengaku mendapatkan informasi dari lingkungan sekitar korban.

“Katanya disiram air panas di bagian badan, kalau di muka dicakar. Saat ditanya tetangga, anak itu mengaku,” ujar warga tersebut saat dihubungi, Jumat (17/4/2026).

Kondisi Korban Memprihatinkan

Warga juga menyebut kondisi korban cukup memprihatinkan. Selain diduga mengalami kekerasan, korban disebut sering tidak mendapatkan uang jajan dan harus bergantung pada bantuan teman-temannya di sekolah.

“Uang jajan tidak pernah dikasih, jadi teman-temannya suka iuran untuk membantu,” katanya.

Korban diketahui telah kehilangan ibu kandungnya dan kini tinggal bersama ayah serta ibu tirinya. Situasi tersebut diduga memperburuk kondisi psikologis dan kesehariannya.

Baca Juga Berita :  Truk Kontainer Muatan Arang Tersangkut Pohon di Pakuhaji, Lalu Lintas Sempat Lumpuh Sore Hari

Bahkan pada momen Lebaran 2026, korban dan saudaranya disebut sempat ditinggalkan sendirian di rumah oleh orang tuanya.

“Saat Lebaran ditinggal, malam hari menangis. Tetangga tanya, ternyata lapar karena tidak ada beras,” ungkapnya.

Menunggu Klarifikasi Aparat

Diketahui, ayah korban berprofesi sebagai kepala sekolah di salah satu SMP negeri di wilayah Cibeber, sementara ibu tirinya merupakan seorang guru di SMK di kawasan Cikotok.

Hingga berita ini ditayangkan, Gmanews.id masih berupaya melakukan konfirmasi kepada kepolisian setempat. Upaya menghubungi pihak Polsek Cibeber melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan tanggapan.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat penanganan serius dari pihak berwenang guna memastikan perlindungan terhadap anak serta penegakan hukum yang adil.

Reporter : Sopian Sauri

Artikel ini telah dibaca 114 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Tangerang Gandeng FMIPA UI Tingkatkan SDM Perumda Tirta Benteng Demi Pelayanan Air Bersih

13 Juli 2026 - 23:56 WIB

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Perumda Tirta Benteng dan LST FMIPA Universitas Indonesia (UI) di Neglasari, Senin (13/7/2026).

Usai Febrie Adriansyah Mundur, Rudi Margono Dipercaya Pimpin Sementara JAM Pidsus

11 Juli 2026 - 17:54 WIB

Hari Kedua Kebakaran Asap Pekat Selimuti Areal TPA Jatiwaringin Dan Sekitarnya

1 Juli 2026 - 09:44 WIB

Kondisi Terkini Kebakaran TPA Jatiwaringin Areal di Selimuti Asap Tebal, Selasa 01-07-2026

TPA Jatiwaringin Mauk Terbakar, Damkar dari Tiga Kecamatan Dikerahkan

30 Juni 2026 - 06:44 WIB

Kobaran Api Terlihat Membesar Dan Melahap Tumpukan Sampah TPA Jatiwaringin Mauk, Selasa 30-06-2026

Polresta Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ibu Korban Diduga Terima Rp14,5 Juta

25 Juni 2026 - 20:26 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur, Pelaku dan Ibu Korban Resmi Jadi Tersangka

SPMB Banten 2026 Disorot, Siswa Berjarak 362 Meter dari SMAN 15 Kota Tangerang Belum Lolos Jalur Domisili Wilayah

24 Juni 2026 - 13:05 WIB

Hasil seleksi SPMB Banten memicu pertanyaan soal transparansi sistem, akurasi penghitungan jarak, dan mekanisme verifikasi data peserta didik
Trending di Breaking News