Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Daerah · 23 Apr 2026 05:51 WIB ·

Proyek Drainase U-Ditch di Sepatan Timur Disorot, Minim Rambu Keselamatan di Jalan Padat


 Pekerjaan Drainase APBD 2026 di Kedaung Barat Dinilai Abaikan Standar Keselamatan Publik Perbesar

Pekerjaan Drainase APBD 2026 di Kedaung Barat Dinilai Abaikan Standar Keselamatan Publik

TANGERANG | Gmanews.id — Aktivitas proyek drainase u-ditch di Kampung Rajeg RW 04, Desa Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, menuai perhatian publik. Pekerjaan yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 itu terpantau berjalan tanpa dukungan rambu keselamatan di area yang dilalui warga.

Berdasarkan pantauan pada Rabu, 22 April 2026, proyek berada di sisi jalan poros desa dengan lalu lintas cukup padat. Kondisi ini menimbulkan risiko bagi pengguna jalan di tengah aktivitas penggalian.

Pekerjaan Tanpa Rambu di Area Lalu Lintas Warga

Proyek yang berada di bawah Pelaksana Kegiatan (PL) Kecamatan Sepatan Timur itu tengah memasuki tahap penggalian serta pembersihan material tanah dan puing.

Namun, di lokasi tidak terlihat papan peringatan, barrier pembatas, maupun garis pengaman yang umumnya wajib dipasang dalam pekerjaan konstruksi di ruang publik.

Ketiadaan perlengkapan tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara dan pejalan kaki.

Pekerja Akui Tidak Ada Rambu Pengaman

Saat dikonfirmasi di lokasi, salah satu pekerja memberikan jawaban singkat terkait tidak adanya rambu keselamatan.

Ya nggak ada,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperkuat temuan di lapangan bahwa aspek pengamanan belum menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek.

Warga Dukung Proyek, Minta Keselamatan Diperhatikan

Sejumlah warga sekitar tetap mendukung pembangunan drainase tersebut karena dinilai penting untuk mengurangi potensi banjir.

Alif, pedagang minuman di sekitar lokasi, menyebut proyek ini bermanfaat namun harus tetap memperhatikan keselamatan publik.

Kalau saya mendukung, bagus buat saluran biar nggak banjir. Tapi memang seharusnya ada rambu keselamatan,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan pedagang lain di lokasi yang berharap adanya pemberitahuan kepada masyarakat terkait pekerjaan yang sedang berlangsung.

Baca Juga Berita :  Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

Nggak ganggu, tapi harusnya ada pemberitahuan seperti sedang ada pekerjaan,” katanya.

Pengawasan Dipertanyakan, Instansi Belum Beri Keterangan

Minimnya sistem pengamanan memunculkan pertanyaan terkait pengawasan proyek infrastruktur daerah, khususnya dalam memastikan standar keselamatan dipenuhi oleh pelaksana.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengawas proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.

Ke depan, publik menanti langkah evaluasi dari pemerintah daerah agar proyek yang dibiayai anggaran negara tetap mengedepankan keselamatan masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 63 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)
Trending di Daerah