Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Rumah Janda Dua Anak di Pakuhaji Memprihatinkan, Warga Soroti Akses Program Bedah Rumah di Desa Kiara Payung

Muhayar. – Gmanews.id
Sabtu, 20 Juni 2026 07:33 WIB

Kondisi Rumah Tidak Layak Huni di RT 04/02 Desa Kiara Payung Jadi Perhatian Warga Perbesar

Kondisi Rumah Tidak Layak Huni di RT 04/02 Desa Kiara Payung Jadi Perhatian Warga

KABUPATEN TANGERANG | Gmanews.id Sebuah rumah dalam kondisi memprihatinkan yang ditempati seorang janda bersama dua anaknya di RT 04/02, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan warga. Bangunan yang berdiri di atas lahan milik pribadi tersebut dinilai sudah tidak layak huni dan membutuhkan penanganan melalui program bantuan renovasi rumah atau bedah rumah.

Selain rumah milik warga bernama Rasmi, terdapat beberapa rumah lain yang berada di lokasi berdekatan dengan kondisi serupa. Warga berharap pemerintah desa maupun instansi terkait dapat melakukan pendataan dan verifikasi guna memastikan keluarga kurang mampu memperoleh akses bantuan yang tersedia.

Program Bedah Rumah Tersedia Melalui Berbagai Jalur Bantuan

Program bantuan renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sejatinya dapat diakses melalui berbagai skema, mulai dari Dinas Perumahan dan Permukiman, BAZNAS, lembaga amil zakat, hingga dukungan yang bersumber dari anggaran pemerintah daerah maupun pemerintah desa sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengajuan bantuan umumnya dilakukan melalui mekanisme usulan dari lingkungan setempat, mulai dari RT, RW, hingga pemerintah desa sebagai dasar verifikasi dan pendataan calon penerima manfaat.

Rasmi Mengaku Tak Mampu Renovasi Rumah karena Keterbatasan Ekonomi

Rasmi mengaku selama ini hanya bekerja sebagai buruh di pabrik plastik dengan penghasilan yang sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Menurutnya, kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat dirinya belum memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumah yang saat ini ditempati bersama kedua anaknya.

“Gaji saya cuma cukup untuk kebutuhan sehari-hari, itu juga masih kurang ditambah biaya anak mau masuk sekolah, harus beli seragam dan lain-lain,” ujar Rasmi dengan nada sedih.

Kondisi bangunan yang terlihat lapuk pada sejumlah bagian dinding dan struktur rumah menimbulkan kekhawatiran, terutama saat memasuki musim hujan dan cuaca ekstrem.

Baca Juga Berita :  Kucing-Kucingan di Tambang Emas Ilegal Bayah Terbongkar, Dua Orang Tersangka

Pemerintah Desa Belum Memberikan Tanggapan

Untuk memperoleh konfirmasi terkait kondisi rumah warga tersebut serta kemungkinan usulan program bantuan yang dapat diberikan, media ini telah berupaya menghubungi Kepala Desa Kiara Payung, Mudarif.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kiara Payung belum memberikan tanggapan atas pesan konfirmasi yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp pada Jumat (19/06/2026).

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pemerintah desa maupun instansi terkait guna memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

Harapan Warga dan Pentingnya Verifikasi Lapangan

Warga berharap kondisi rumah tidak layak huni di wilayah tersebut dapat segera menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait. Verifikasi lapangan dinilai penting untuk memastikan warga yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh akses terhadap program bantuan perumahan yang tersedia.

Dengan adanya pendataan yang akurat, bantuan renovasi rumah diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian masyarakat serta memberikan lingkungan yang lebih aman dan layak bagi keluarga kurang mampu di Kecamatan Pakuhaji.

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Muhammad Harun Apresiasi Komitmen Polsek Sepatan Tangani Perkara Dugaan Pembunuhan

10 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Tim Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Muhammad Harun Korban Dugaan Pembunuhan

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang

2 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Pimpinan Redaksi BaraTV Irawan Sumardi (mengenakan jas hitam) bersama Redaktur BaraTV Aris (memegang mikrofon) dalam puncak perayaan Anniversary ke-6 BaraTV di Hotel Shapire Sky, Tangerang. (Foto: Dok. BaraTV)
Trending di Breaking News