Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 9 Mei 2026 08:47 WIB ·

Rumah Rusak Parah Akibat Hujan, Warga Lopang Keluhkan Lambannya Respons Pemerintah


 Keluarga di Kampung Domba, Kelurahan Lopang, Bertahan di Hunian Tidak Layak Selama Setahun Tanpa Bantuan Perbaikan Perbesar

Keluarga di Kampung Domba, Kelurahan Lopang, Bertahan di Hunian Tidak Layak Selama Setahun Tanpa Bantuan Perbaikan

SERANG | Gmanews.id  – Kondisi memprihatinkan dialami sebuah keluarga di Kampung Domba RT 06/05, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, yang hingga kini masih bertahan di rumah rusak parah akibat hujan deras yang terjadi sejak tahun lalu.

Kerusakan pada bagian atap, dinding, hingga struktur bangunan membuat penghuni rumah hidup dalam kekhawatiran setiap kali hujan turun. Meski laporan sudah disampaikan kepada pihak kelurahan sejak lama, keluarga tersebut mengaku belum menerima bantuan maupun tindak lanjut yang jelas dari pemerintah setempat.

Bagian atap rumah diketahui bocor di sejumlah titik, sementara dinding mengalami retak dan beberapa sisi bangunan mulai rapuh. Saat hujan turun, air masuk ke dalam rumah dan menggenangi lantai karena plafon serta atap tidak lagi mampu menahan derasnya curah hujan.

Penghuni rumah mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada solusi nyata.

“Kami sudah melapor sejak tahun lalu ke kelurahan. Sudah beberapa kali menunggu kabar, tapi sampai sekarang belum ada bantuan atau tindak lanjut yang jelas,” ujar penghuni rumah dengan nada kecewa.

Warga Minta Pemerintah Segera Turun Tangan

Kondisi rumah yang terus memburuk membuat aktivitas keluarga terganggu. Mereka mengaku selalu waswas ketika cuaca ekstrem datang karena khawatir bangunan roboh sewaktu-waktu.

Warga sekitar juga menilai rumah tersebut sudah layak mendapatkan perhatian melalui program bantuan rumah tidak layak huni maupun bantuan kebencanaan.

Salah seorang warga sekitar mengatakan kerusakan rumah itu cukup berat dan berpotensi membahayakan keselamatan penghuni apabila tidak segera diperbaiki.

“Kalau dilihat langsung memang kondisinya parah. Kasihan kalau terus dibiarkan. Apalagi sudah pernah dilaporkan, harusnya ada tindak lanjut,” ujarnya.

Baca Juga Berita :  Pemdes Sindangheula Prioritaskan Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Lebat Masuk Program RTLH

Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga tersebut mengaku tidak memiliki kemampuan untuk melakukan renovasi secara mandiri. Harapan mereka kini tertuju kepada Pemerintah Kota Serang agar segera melakukan pengecekan lapangan dan memberikan bantuan perbaikan rumah.

Warga berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan mendesak, terlebih kerusakan rumah terus bertambah parah saat musim hujan berlangsung.

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena dinilai mencerminkan masih adanya warga yang belum mendapatkan respons cepat meski telah menempuh prosedur pelaporan resmi.

Reporter: Buhari

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi
Trending di Daerah