Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 2 Mei 2026 16:53 WIB ·

Rumah Nyaris Roboh, Jamhudi di Serang Bertahan Hidup Bersama 12 Anak dan Cucu di Tengah Keterbatasan


 Kisah Kemiskinan di Desa Sindangsari: Harap Bantuan Bedah Rumah dan Akses Pendidikan untuk Cucu Perbesar

Kisah Kemiskinan di Desa Sindangsari: Harap Bantuan Bedah Rumah dan Akses Pendidikan untuk Cucu

SERANG | Gmanews.id – Kondisi memprihatinkan dialami Jamhudi (60), warga Kampung Wadas Nenggang, RT 003/001, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang. Ia bersama anak dan cucunya harus bertahan hidup di rumah yang nyaris roboh dan jauh dari kata layak huni.

Di tengah keterbatasan ekonomi, Jamhudi hidup bersama 12 anggota keluarga dengan penghasilan yang tidak menentu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, keluarga ini kerap mengalami kesulitan, apalagi untuk memperbaiki rumah yang sudah rusak parah.

“Buat makan saja masih susah, apalagi untuk membangun rumah,” ujar Jamhudi saat ditemui awak media.

Kondisi rumah yang ditempati sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan. Bangunan tersebut tidak memiliki fasilitas dasar seperti kamar tidur yang memadai maupun kamar mandi. Atap dan struktur rumah pun sudah mengalami kerusakan serius dan membahayakan penghuni.

Selain persoalan tempat tinggal, beban ekonomi keluarga semakin berat setelah salah satu anggota keluarga meninggal dunia. Anak Jamhudi kini harus mengurus anaknya seorang diri, sementara cucu tersebut terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Penghasilan keluarga hanya bergantung pada pekerjaan serabutan. Salah satu sumber pendapatan adalah membantu warga memanen melinjo, itupun jika ada yang membutuhkan tenaga.

“Kalau ada yang minta bantuan panen melinjo baru kami dapat penghasilan,” ungkap anak Jamhudi.

Hingga saat ini, keluarga Jamhudi mengaku belum pernah menerima bantuan sosial seperti BLT, PKH, maupun BPNT. Padahal, kondisi ekonomi mereka tergolong sangat membutuhkan perhatian pemerintah.

Keluarga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, hingga Pemerintah Kabupaten Serang untuk memberikan bantuan, terutama program bedah rumah dan dukungan pendidikan bagi anak-anak.

“Kami berharap pemerintah tidak menutup mata. Kami ingin rumah yang layak dan masa depan yang lebih baik untuk anak cucu kami,” harap Jamhudi.

Baca Juga Berita :  Warga Desak Perbaikan Pasar Petir Serang Selatan, Soroti Lantai Rusak dan Fasilitas Tak Layak

Kisah ini menjadi potret nyata masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem dan membutuhkan intervensi serius dari pemerintah serta pihak terkait.

Reporter: Buhari

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Pemkot Tangerang Gandeng FMIPA UI Tingkatkan SDM Perumda Tirta Benteng Demi Pelayanan Air Bersih

13 Juli 2026 - 23:56 WIB

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Perumda Tirta Benteng dan LST FMIPA Universitas Indonesia (UI) di Neglasari, Senin (13/7/2026).
Trending di News