Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Nasional · 1 Mei 2026 21:17 WIB ·

Kolong Tol Angke 2 Kian Semrawut: Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Picu Protes Warga


 Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan Perbesar

Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan

JAKARTA | Gmanews.id — Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di kawasan kolong Tol Angke 2, Penjaringan, Jakarta Utara. Area yang seharusnya steril dari aktivitas ilegal justru berubah menjadi lokasi kumuh dengan tumpukan sampah, bangunan liar, hingga parkir truk besar yang berlangsung tanpa pengawasan ketat.

Hingga Jumat (01/05/2026), belum tampak langkah konkret dari Pemerintah Kota Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maupun instansi terkait untuk menertibkan kondisi tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran publik sekaligus sorotan terhadap lemahnya pengawasan di fasilitas vital negara.

Kolong Tol Beralih Fungsi Jadi Area Parkir Liar

Selain dipenuhi sampah dan bangunan tidak resmi, kolong tol kini juga dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan berat, seperti truk tronton. Aktivitas ini dinilai semakin memperburuk kondisi lingkungan serta berpotensi mengganggu keamanan dan akses di sekitar pintu tol.

Padahal, kawasan tersebut dilengkapi rambu larangan yang jelas. Namun, di lapangan, aktivitas ilegal tetap berlangsung tanpa penindakan tegas.

Tokoh Masyarakat Tutup Akses sebagai Bentuk Protes

Kondisi ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat setempat, Abdul Azis Emba, yang dikenal sebagai Daeng/Karaeng Azis. Ia bahkan mengambil langkah langsung dengan menutup akses masuk ke area kolong tol sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons pemerintah.

“Ini bukan sekadar sampah dan bangunan liar, sekarang ditambah parkir truk seenaknya. Ini jelas pembiaran. Pemerintah seperti tidak punya wibawa di wilayahnya sendiri,” tegas Daeng Azis.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Ia menyoroti potensi risiko kecelakaan hingga kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan tersebut.

“Kalau sampai ada kecelakaan atau kebakaran di bawah tol, siapa yang mau tanggung jawab? Ini fasilitas negara, ada plang larangan, ada ancaman pidana, tapi di lapangan nol besar. Ini bukan lalai lagi, ini pembiaran,” lanjutnya.

Baca Juga Berita :  Ketum FWJ Indonesia Jelaskan Perbedaan HPS dan HPN Jelang Hari Pers Sedunia 2026

Relokasi Tidak Efektif, Pengawasan Lemah

Sebelumnya, penghuni bangunan liar di lokasi tersebut telah didata dan direlokasi ke rumah susun di wilayah Jakarta Barat. Namun, lemahnya pengawasan membuat sebagian dari mereka kembali menempati area kolong tol.

Situasi semakin kompleks dengan masuknya aktivitas parkir truk liar yang memperparah kesemrawutan dan meningkatkan potensi bahaya di kawasan tersebut.

Desakan Penertiban Segera Menguat

Kolong tol yang seharusnya steril kini berubah menjadi zona kumuh, tidak tertata, dan rawan risiko. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di tengah ibu kota tanpa penanganan serius dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Jakarta Utara maupun Pemprov DKI Jakarta terkait rencana penertiban di lokasi tersebut.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mencoreng wajah kota, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Pemerintah didesak segera mengambil tindakan tegas sebelum terjadi insiden yang merugikan.

(Press Release DPD FWJ INDONESIA)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Febrie Adriansyah Mundur, Rudi Margono Dipercaya Pimpin Sementara JAM Pidsus

11 Juli 2026 - 17:54 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

11 Juli 2026 - 17:20 WIB

Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

7 Juli 2026 - 15:22 WIB

Gerbang Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang di Kota Tangerang, Provinsi Banten, menjadi sorotan menyusul dugaan adanya narapidana yang mengendalikan jaringan peredaran narkotika dari dalam lapas. Foto: Ilustrasi/Gmanews.id

Presiden Prabowo Resmi Ganti Pimpinan BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Jadi Kepala Baru

2 Juni 2026 - 15:20 WIB

Perombakan Badan Gizi Nasional Dilakukan untuk Memperkuat Program Makan Bergizi Gratis

Komandan Grup 1 Kopassus Bacakan Pembukaan UUD 1945 pada Upacara Hari Lahir Pancasila di KP3B Banten

1 Juni 2026 - 07:49 WIB

Putra Asli Pandeglang, Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman Bacakan Pembukaan UUD 1945 pada Hari Lahir Pancasila

Pelayanan Dana PIP di BRI KCP Sepatan Dikeluhkan, Wali Murid Diminta Menunggu hingga Juni 2026

26 Mei 2026 - 23:02 WIB

Penjadwalan Pencairan Dana PIP Siswa di BRI Sepatan Kabupaten Tangerang Tuai Sorotan Warga
Trending di Nasional