Menu

Mode Gelap
Pemdes Sindangheula Prioritaskan Rumah Warga Rusak Akibat Hujan Lebat Masuk Program RTLH Diduga Korupsi Anggaran BUMDes, Program Ayam Petelur Rp151 Juta di Desa Seuat Jaya Jadi Sorotan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Cirendeu 2025, Belanja Kain Kafan Rp29,8 Juta Dipertanyakan Paramount Petals Hadirkan Food Court Modern, Peluang Bisnis Kuliner Makin Terbuka DPO Oknum TNI AD di Kendari: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Picu Sorotan Publik

Nasional · 1 Mei 2026 21:17 WIB ·

Kolong Tol Angke 2 Kian Semrawut: Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Picu Protes Warga


 Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan Perbesar

Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan

JAKARTA | Gmanews.id — Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di kawasan kolong Tol Angke 2, Penjaringan, Jakarta Utara. Area yang seharusnya steril dari aktivitas ilegal justru berubah menjadi lokasi kumuh dengan tumpukan sampah, bangunan liar, hingga parkir truk besar yang berlangsung tanpa pengawasan ketat.

Hingga Jumat (01/05/2026), belum tampak langkah konkret dari Pemerintah Kota Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maupun instansi terkait untuk menertibkan kondisi tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran publik sekaligus sorotan terhadap lemahnya pengawasan di fasilitas vital negara.

Kolong Tol Beralih Fungsi Jadi Area Parkir Liar

Selain dipenuhi sampah dan bangunan tidak resmi, kolong tol kini juga dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan berat, seperti truk tronton. Aktivitas ini dinilai semakin memperburuk kondisi lingkungan serta berpotensi mengganggu keamanan dan akses di sekitar pintu tol.

Padahal, kawasan tersebut dilengkapi rambu larangan yang jelas. Namun, di lapangan, aktivitas ilegal tetap berlangsung tanpa penindakan tegas.

Tokoh Masyarakat Tutup Akses sebagai Bentuk Protes

Kondisi ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat setempat, Abdul Azis Emba, yang dikenal sebagai Daeng/Karaeng Azis. Ia bahkan mengambil langkah langsung dengan menutup akses masuk ke area kolong tol sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons pemerintah.

“Ini bukan sekadar sampah dan bangunan liar, sekarang ditambah parkir truk seenaknya. Ini jelas pembiaran. Pemerintah seperti tidak punya wibawa di wilayahnya sendiri,” tegas Daeng Azis.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Ia menyoroti potensi risiko kecelakaan hingga kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan tersebut.

“Kalau sampai ada kecelakaan atau kebakaran di bawah tol, siapa yang mau tanggung jawab? Ini fasilitas negara, ada plang larangan, ada ancaman pidana, tapi di lapangan nol besar. Ini bukan lalai lagi, ini pembiaran,” lanjutnya.

Baca Juga Berita :  54 Persen Pelanggan Listrik di Muba Beralih ke PLN, Target Migrasi Tuntas 15 Mei 2026

Relokasi Tidak Efektif, Pengawasan Lemah

Sebelumnya, penghuni bangunan liar di lokasi tersebut telah didata dan direlokasi ke rumah susun di wilayah Jakarta Barat. Namun, lemahnya pengawasan membuat sebagian dari mereka kembali menempati area kolong tol.

Situasi semakin kompleks dengan masuknya aktivitas parkir truk liar yang memperparah kesemrawutan dan meningkatkan potensi bahaya di kawasan tersebut.

Desakan Penertiban Segera Menguat

Kolong tol yang seharusnya steril kini berubah menjadi zona kumuh, tidak tertata, dan rawan risiko. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di tengah ibu kota tanpa penanganan serius dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Jakarta Utara maupun Pemprov DKI Jakarta terkait rencana penertiban di lokasi tersebut.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mencoreng wajah kota, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Pemerintah didesak segera mengambil tindakan tegas sebelum terjadi insiden yang merugikan.

(Press Release DPD FWJ INDONESIA)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

15.090 Buruh Banten Berangkat ke Jakarta Peringati May Day 2026, Polda Banten Lakukan Pengamanan

1 Mei 2026 - 03:38 WIB

Ribuan buruh dari Cilegon hingga Tangerang diberangkatkan ke Jakarta dengan pengawalan ketat aparat kepolisian

Hasan Nasbi Jadi Penasihat Khusus Presiden, Siap Perkuat Strategi Komunikasi Pemerintah

28 April 2026 - 03:51 WIB

Fokus Sinergi dengan Komdigi dan Bakom untuk Tangkal Misinformasi Publik

Qodari Resmi Pimpin Bakom, Siap Perkuat Komunikasi Publik Pemerintah hingga Kementerian

28 April 2026 - 03:44 WIB

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Fokus Sinkronisasi Informasi Program Strategis Nasional

Dudung Abdurachman Dilantik Jadi Kepala KSP, Siap Percepat Program Prioritas Presiden Prabowo

28 April 2026 - 03:40 WIB

Kepala Staf Kepresidenan Tegaskan Komitmen Pangkas Birokrasi dan Buka Layanan Aduan 24 Jam

Ketum FWJ Indonesia Jelaskan Perbedaan HPS dan HPN Jelang Hari Pers Sedunia 2026

23 April 2026 - 16:49 WIB

Ketua Umum Forum Wartawan Jaya Indonesia, Mustofa Hadi Karya, yang akrab disapa Opan.

Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman RI Ditetapkan Tersangka Korupsi Nikel oleh Kejagung

17 April 2026 - 12:57 WIB

Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi Tata Kelola Tambang Nikel, Ketua Ombudsman RI Langsung Ditahan
Trending di Breaking News