JAKARTA | Gmanews.id – Pemerintah memperkuat strategi komunikasi publik dengan menunjuk 0 sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Penunjukan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyampaian program strategis nasional kepada masyarakat luas.
Usai pelantikan di Istana Negara, Qodari menegaskan bahwa komunikasi pemerintah harus terintegrasi di seluruh lini, mulai dari kementerian hingga lembaga, agar informasi kebijakan dapat diterima publik secara utuh dan tidak terfragmentasi.
“Komunikasi itu ada di semua kementerian dan lembaga. Ke depan, kami akan mengoptimalkan sinergi agar penyampaian informasi semakin efektif,” ujar Qodari.
Tanggung Jawab Besar di Era Pemerintahan Prabowo
Qodari mengakui jabatan barunya membawa tanggung jawab besar, terlebih ini merupakan penugasan ketiganya di era pemerintahan 1. Ia menilai kompleksitas program pemerintah saat ini membutuhkan strategi komunikasi yang matang dan komprehensif.
Menurutnya, berbagai program prioritas memiliki dampak luas dan memerlukan penjelasan yang menyeluruh kepada masyarakat agar tujuan kebijakan dapat dipahami secara tepat.
“Program-program pemerintah sangat besar dan fundamental, sehingga perlu disampaikan secara jelas, termasuk latar belakang dan tujuannya,” katanya.
Perkuat Sinergi dengan Media dan Stakeholder
Qodari menekankan bahwa keberhasilan komunikasi publik tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara Bakom, kementerian, lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa.
Ia juga menyoroti pentingnya peran media dalam menjembatani informasi pemerintah dengan masyarakat, mengingat dirinya memiliki pengalaman panjang di dunia komunikasi publik.
“Saya memiliki kedekatan dengan insan media karena sudah lama berkecimpung di bidang ini. Sinergi dengan media menjadi kunci dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru di Badan Komunikasi Pemerintah, diharapkan komunikasi publik pemerintah semakin terarah, transparan, dan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai program strategis nasional.











Tinggalkan Balasan