Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Daerah · 28 Apr 2026 23:30 WIB ·

54 Persen Pelanggan Listrik di Muba Beralih ke PLN, Target Migrasi Tuntas 15 Mei 2026


 Pemkab Musi Banyuasin percepat migrasi listrik dari MEP ke PLN melalui pendekatan jemput bola dan koordinasi lintas sektor Perbesar

Pemkab Musi Banyuasin percepat migrasi listrik dari MEP ke PLN melalui pendekatan jemput bola dan koordinasi lintas sektor

MUBA | Gmanews.id — Proses peralihan layanan listrik dari PT Muba Elektrik Power (MEP) ke PT PLN (Persero) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 27 April 2026, sebanyak 30.507 pelanggan atau sekitar 54 persen telah berhasil bermigrasi ke layanan PLN.

Perkembangan tersebut terungkap dalam rapat evaluasi progres penyediaan tenaga listrik yang digelar secara virtual pada Selasa (28/4/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Alva Elan SST MPSDA, Perwakilan PLN Pusat Yondri Zulfadli, serta SRM Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UIW S2JB Wira Bhakti Dharma bersama sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Masih 46 Persen Pelanggan Belum Migrasi

Dalam paparannya, Wira Bhakti Dharma menyebutkan bahwa dari total 56.719 pelanggan, masih terdapat 26.398 pelanggan atau sekitar 46 persen yang belum beralih ke layanan PLN. Meski demikian, pihaknya optimistis proses migrasi dapat diselesaikan sesuai target pada 15 Mei 2026.

PLN juga memastikan bahwa kendala dalam skema pembayaran biaya penyambungan kini mulai teratasi. Saat ini tengah disiapkan mekanisme cicilan untuk Biaya Penyambungan (BP), Nomor Identitas Instalasi (NIDI), dan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

“Untuk pelanggan dengan daya 900 VA, biaya NIDI dan SLO ditetapkan sebesar Rp100.000, termasuk pajak dan biaya lainnya,” jelas Wira Bhakti Dharma.

Pemkab Muba Terapkan Strategi Jemput Bola

Sementara itu, Alva Elan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tetap berkomitmen penuh dalam mempercepat proses migrasi pelanggan listrik tersebut. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membentuk tim pendataan pelanggan dengan metode jemput bola.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Muba H M Toha Tohet SH dan Wakil Bupati Kyai Abdur Rohman Husen untuk memastikan percepatan berjalan optimal hingga tingkat kecamatan.

Baca Juga Berita :  Dugaan Tanpa PBG, Menara Telekomunikasi di Lebak Wangi Disorot, Dinas Tata Ruang Minta Koordinat Lokasi

“Kami telah menginstruksikan camat untuk membentuk tim pendataan di lapangan agar proses migrasi dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar Alva Elan.

Pendekatan langsung ke masyarakat dinilai efektif dalam mengatasi kendala teknis sekaligus meningkatkan pemahaman warga terkait proses peralihan layanan listrik tersebut. Pemkab Muba juga mencatat respons masyarakat yang cukup positif terhadap program ini.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan

Di sisi lain, Perwakilan PLN Pusat Yondri Zulfadli menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam proses migrasi. Ia menyarankan agar tim di lapangan turut melibatkan pemangku kepentingan serta regulator guna mempercepat penyelesaian berbagai kendala.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani secara efektif,” ungkap Yondri Zulfadli.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pembahasan teknis terkait strategi percepatan pengalihan pelanggan dari MEP ke PLN, termasuk penguatan koordinasi antarinstansi demi memastikan target penyelesaian dapat tercapai tepat waktu.

Dengan progres yang terus meningkat dan dukungan berbagai pihak, proses migrasi listrik di Musi Banyuasin diharapkan dapat selesai sesuai target serta memberikan layanan kelistrikan yang lebih optimal bagi masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)
Trending di Daerah