Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Nasional

Kolong Tol Angke 2 Kian Semrawut: Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Picu Protes Warga

Aris – Gmanews.id
Jumat, 1 Mei 2026 21:17 WIB

Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan Perbesar

Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan

JAKARTA | Gmanews.id — Kondisi memprihatinkan kembali terlihat di kawasan kolong Tol Angke 2, Penjaringan, Jakarta Utara. Area yang seharusnya steril dari aktivitas ilegal justru berubah menjadi lokasi kumuh dengan tumpukan sampah, bangunan liar, hingga parkir truk besar yang berlangsung tanpa pengawasan ketat.

Hingga Jumat (01/05/2026), belum tampak langkah konkret dari Pemerintah Kota Jakarta Utara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, maupun instansi terkait untuk menertibkan kondisi tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran publik sekaligus sorotan terhadap lemahnya pengawasan di fasilitas vital negara.

Kolong Tol Beralih Fungsi Jadi Area Parkir Liar

Selain dipenuhi sampah dan bangunan tidak resmi, kolong tol kini juga dimanfaatkan sebagai tempat parkir kendaraan berat, seperti truk tronton. Aktivitas ini dinilai semakin memperburuk kondisi lingkungan serta berpotensi mengganggu keamanan dan akses di sekitar pintu tol.

Padahal, kawasan tersebut dilengkapi rambu larangan yang jelas. Namun, di lapangan, aktivitas ilegal tetap berlangsung tanpa penindakan tegas.

Tokoh Masyarakat Tutup Akses sebagai Bentuk Protes

Kondisi ini memicu reaksi keras dari tokoh masyarakat setempat, Abdul Azis Emba, yang dikenal sebagai Daeng/Karaeng Azis. Ia bahkan mengambil langkah langsung dengan menutup akses masuk ke area kolong tol sebagai bentuk protes terhadap lambannya respons pemerintah.

“Ini bukan sekadar sampah dan bangunan liar, sekarang ditambah parkir truk seenaknya. Ini jelas pembiaran. Pemerintah seperti tidak punya wibawa di wilayahnya sendiri,” tegas Daeng Azis.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Ia menyoroti potensi risiko kecelakaan hingga kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu di kawasan tersebut.

“Kalau sampai ada kecelakaan atau kebakaran di bawah tol, siapa yang mau tanggung jawab? Ini fasilitas negara, ada plang larangan, ada ancaman pidana, tapi di lapangan nol besar. Ini bukan lalai lagi, ini pembiaran,” lanjutnya.

Baca Juga Berita :  BookTrib’s BookBites: Thrills, Chills, Intrigue and Helping Children Learn

Relokasi Tidak Efektif, Pengawasan Lemah

Sebelumnya, penghuni bangunan liar di lokasi tersebut telah didata dan direlokasi ke rumah susun di wilayah Jakarta Barat. Namun, lemahnya pengawasan membuat sebagian dari mereka kembali menempati area kolong tol.

Situasi semakin kompleks dengan masuknya aktivitas parkir truk liar yang memperparah kesemrawutan dan meningkatkan potensi bahaya di kawasan tersebut.

Desakan Penertiban Segera Menguat

Kolong tol yang seharusnya steril kini berubah menjadi zona kumuh, tidak tertata, dan rawan risiko. Ironisnya, kondisi tersebut terjadi di tengah ibu kota tanpa penanganan serius dari pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemkot Jakarta Utara maupun Pemprov DKI Jakarta terkait rencana penertiban di lokasi tersebut.

Jika terus dibiarkan, kondisi ini tidak hanya mencoreng wajah kota, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Pemerintah didesak segera mengambil tindakan tegas sebelum terjadi insiden yang merugikan.

(Press Release DPD FWJ INDONESIA)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menhut Raja Antoni Tegas Tangani Karhutla, Izin 5 Korporasi di Kalbar Dibekukan

4 September 2026 - 03:29 WIB

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).

Sekwil FWJ Indonesia Korwil Tangkab Apresiasi SPPG Mauk Tanjung Anom Telah Memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

26 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tangerang Mauk Tanjung Anom yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. (Photo Istimewa: @gmanews.id)

Aksi Pencak Silat Warnai Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-81 di Sepatan Timur

17 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Nampak Dalam foto, Detik detik Penurunan Bendera Merah Putih oleh tim Paskibra

OMIICC Genap 18 Tahun, Ketua Umum Tekankan Pengabdian dan Kepercayaan Masyarakat

10 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ultah OMIICC Ke 18 di Hotel Balairung Matraman Jakarta, 30-07-2026

Dinilai Cemarkan Nama Organisasi FWJ Indonesia, Pengurus Korwil Kabupaten Bekasi Laporkan RSP alias Ros ke Polisi

7 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Pengurus Korwil FWJI Kabupaten Bekasi Resmi Laporkan Eks Ketua Korwil Ke Polisi

Aliansi Peduli Banten Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas dan Hormati Perbedaan Pandangan ‎

31 Juli 2026 - 06:12 WIB

Andri Setiawan SH, Ketua Aliansi Peduli Banten ‎
Trending di Daerah