Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 14 Jun 2026 15:22 WIB ·

Tumpukan Sampah Resahkan Pengguna Jalan di Lebak Wangi, Warga Desak Pembenahan dan Penindakan Tegas


 Sampah Liar di Lebak Wangi Kian Menggunung, Ganggu Kenyamanan Pengguna Jalan Perbesar

Sampah Liar di Lebak Wangi Kian Menggunung, Ganggu Kenyamanan Pengguna Jalan

KABUPATEN TANGERANG | Gmanews.id – Keberadaan tumpukan sampah liar di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, semakin menjadi sorotan warga. Sampah yang menumpuk di ruas jalan penghubung Kampung Benda menuju Rawa Bambu itu terus bertambah dari hari ke hari dan menimbulkan kesan kumuh, kotor, serta mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintas.

Lokasi yang seharusnya berfungsi sebagai akses transportasi warga kini berubah menjadi titik pembuangan sampah ilegal. Berbagai jenis sampah rumah tangga terlihat berserakan di sepanjang tepi jalan dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani.

Warga khawatir kondisi tersebut akan semakin sulit dikendalikan apabila tidak ada langkah nyata dari seluruh pihak terkait. Pasalnya, semakin banyak sampah yang menumpuk, semakin besar pula peluang lokasi tersebut berubah menjadi Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar.

Warga Sebut Aktivitas Pembuangan Sampah Diduga Terjadi Malam Hari

Seorang warga sekitar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku prihatin dengan kondisi yang terjadi saat ini. Menurutnya, kawasan tersebut dulunya bersih dan tidak pernah dijadikan lokasi pembuangan sampah.

“Dulu tempat ini bersih, tidak ada sampah. Entah siapa yang mulai buang sampah di situ, tahu-tahu sekarang sampah sudah menumpuk,” ujarnya.

Ia menduga aktivitas pembuangan sampah dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hingga menjelang subuh untuk menghindari teguran warga.

“Sepertinya saat buang sampah dilakukan antara malam hari dan subuh. Kalau ketahuan lihat siang hari pasti saya larang,” tambahnya.

Fenomena tersebut memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang berbagai penyakit.

Pemerintah Desa Klaim Sudah Berulang Kali Lakukan Pembersihan

Sekretaris Desa Lebak Wangi, Muhamad Sidik, mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah beberapa kali melakukan upaya penanganan di lokasi tersebut. Bahkan, pihak desa juga telah memasang spanduk larangan membuang sampah sebagai bentuk edukasi dan peringatan kepada masyarakat.

Baca Juga Berita :  Pengajian Bulanan MUI Kecamatan Petir Digelar di Masjid Nurul Iman Cirangkong, Warga Padati Kegiatan

“Kami sudah beberapa kali melakukan pembersihan di lokasi tersebut. Bahkan sudah dipasang spanduk larangan keras membuang sampah. Namun masih saja ada oknum yang membuang sampah sembarangan,” ujar Muhamad Sidik.

Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah desa. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.

DLHK Kabupaten Tangerang Siap Tindak Lanjuti Laporan Warga

Menanggapi laporan tersebut, Kepala UPT 9 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Rini, memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Lebak Wangi untuk melakukan penanganan.

“Walaikumsalam, baik Pak. Sebelumnya terima kasih atas informasinya. Besok kami akan berkoordinasi ke pihak desa dan akan segera kami tindak lanjuti,” tulis Rini melalui pesan WhatsApp, Minggu (14/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi harapan baru bagi warga yang menginginkan penanganan cepat sebelum volume sampah semakin bertambah dan menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

Warga Minta Pengawasan dan Penindakan Lebih Tegas

Selain pembersihan, warga juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap lokasi rawan pembuangan sampah liar. Mereka berharap pelaku yang kedapatan membuang sampah sembarangan dapat diberikan sanksi agar menimbulkan efek jera.

Dengan adanya koordinasi antara Pemerintah Desa Lebak Wangi dan DLHK Kabupaten Tangerang, masyarakat berharap persoalan sampah liar di ruas jalan Kampung Benda–Rawa Bambu dapat segera teratasi sehingga lingkungan kembali bersih, sehat, dan nyaman bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi
Trending di Daerah