Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Daerah · 11 Jun 2026 02:05 WIB ·

Normalisasi Situ Bulakan Capai 80 Persen, Kapasitas Tampung Air Ditargetkan Naik hingga 600 Ribu Meter Kubik


 Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Percepat Pengendalian Banjir di Kecamatan Periuk Perbesar

Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Percepat Pengendalian Banjir di Kecamatan Periuk

KOTA TANGERANG | Gmanews.id  – Upaya memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Kecamatan Periuk terus menunjukkan perkembangan signifikan. Proses normalisasi Situ Bulakan yang saat ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Banten bersama Pemerintah Kota Tangerang telah mencapai sekitar 80 persen dan ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Normalisasi Situ Bulakan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus mengurangi risiko genangan yang selama ini kerap terjadi saat curah hujan tinggi melanda kawasan Periuk dan sekitarnya.

Berdasarkan data progres pekerjaan hingga awal Juni 2026, fokus utama kegiatan tersebut adalah pengerukan sedimentasi yang selama bertahun-tahun mengurangi kemampuan situ dalam menampung debit air hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pengerjaan normalisasi telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir dengan hasil yang cukup menggembirakan.

“Upaya normalisasi Situ Bulakan sudah berjalan sekitar sebulan terakhir dengan fokus utamanya melakukan pengerukan lumpur untuk mengantisipasi sedimentasi dan progresnya sudah mencapai 80 persen,” ujar Taufik Syahzaeni, Rabu (10/6/2026).

Kapasitas Situ Bulakan Ditargetkan Meningkat Signifikan

Melalui proses normalisasi tersebut, kapasitas tampung Situ Bulakan diproyeksikan meningkat hingga mencapai sekitar 600 ribu meter kubik. Peningkatan kapasitas ini dinilai penting untuk memperkuat fungsi situ sebagai infrastruktur pengendali banjir di wilayah perkotaan.

Menurut Taufik Syahzaeni, keberadaan Situ Bulakan yang memiliki daya tampung lebih besar akan membantu mengurangi beban aliran air saat hujan deras, sehingga potensi banjir di kawasan permukiman sekitar dapat ditekan secara maksimal.

Selain pengerukan sedimentasi, koordinasi antara Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten juga terus dilakukan guna menyiapkan program lanjutan setelah normalisasi selesai dilaksanakan.

Baca Juga Berita :  Musdesus Desa Kramat bahas strategi penataan Tanah Kas Desa demi peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan

Salah satu rencana yang telah disiapkan adalah pembangunan penurapan di area sekitar situ untuk menjaga stabilitas konstruksi serta memastikan hasil normalisasi dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Berdasarkan pemantauan di lapangan, upaya normalisasi masih berjalan sampai sekarang serta diperkirakan bisa dituntaskan dalam hitungan hari ke depan,” kata Taufik Syahzaeni.

Perkuat Ketahanan Wilayah terhadap Risiko Banjir

Penyelesaian normalisasi Situ Bulakan diharapkan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan sistem pengendalian banjir di Kota Tangerang. Infrastruktur tersebut nantinya akan menjadi salah satu penopang utama dalam menampung debit air saat musim penghujan.

Pemkot Tangerang optimistis keberadaan Situ Bulakan yang telah dinormalisasi akan mampu mendukung ketahanan wilayah terhadap risiko banjir sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Periuk.

Langkah percepatan normalisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang lebih optimal, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan perubahan cuaca ekstrem di masa mendatang.

(Yan)

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)
Trending di Daerah