KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat merespons temuan keretakan pada bagian flying deck di Jembatan Kaca Gerendeng. Langkah pengamanan langsung dilakukan untuk mencegah potensi risiko terhadap keselamatan masyarakat yang selama ini memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ruang publik dan destinasi wisata.
Jembatan Kaca Gerendeng yang berada di atas aliran Sungai Cisadane dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kota Tangerang. Selain menjadi penghubung antarwilayah, kawasan ini juga ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati panorama sungai maupun mengabadikan momen di area lantai kaca.
Kondisi retak yang ditemukan pada bagian kaca flying deck memunculkan perhatian masyarakat. Area tersebut merupakan bagian menjorok ke arah sungai dengan ukuran sekitar 7 x 2,5 meter yang selama ini menjadi titik favorit pengunjung.
Warga Minta Penanganan Cepat Demi Keselamatan
Salah satu tokoh masyarakat Kota Tangerang, Kamal, menilai perbaikan harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.
Menurutnya, fasilitas publik yang menjadi tujuan kunjungan masyarakat harus dipastikan berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.
“Ini sangat membahayakan, Pemkot Tangerang harus segera bertindak untuk memperbaiki,” ujarnya, Kamis (11/6).
Ia berharap proses penanganan dapat diprioritaskan sehingga masyarakat tetap dapat menikmati fasilitas tersebut tanpa kekhawatiran terhadap aspek keamanan.
Dinas PUPR Kota Tangerang Pastikan Area Sudah Diamankan
Menanggapi laporan yang berkembang di masyarakat, Iwan Nursyamsu, Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, memastikan pihaknya telah melakukan langkah awal berupa pengamanan lokasi.
Menurutnya, tindakan cepat dilakukan sesaat setelah informasi keretakan diterima dari warga.
“Begitu mendengar informasi ini dari masyarakat, kami segera melakukan penanganan. Bahkan saat ini lokasi tersebut sudah kami amankan,” kata Iwan.
Saat ini, Dinas PUPR Kota Tangerang sedang melakukan evaluasi dan kajian teknis untuk menentukan metode perbaikan yang sesuai terhadap bagian kaca yang mengalami kerusakan.
“Kami sedang melakukan pengkajian teknis untuk melakukan perbaikan. Dengan harapan supaya ikon wisata di Kota Tangerang ini bisa kembali dinikmati oleh semua pengunjung, baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang,” lanjutnya.
Jembatan Kaca Gerendeng Jadi Ikon Wisata dan Mobilitas Warga
Jembatan Kaca Gerendeng dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp33 miliar dari APBD Kota Tangerang dan mulai diresmikan pada tahun 2018. Infrastruktur ini menghubungkan kawasan Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci.
Secara konstruksi, jembatan memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 13 meter dan berada sekitar lima meter di atas permukaan Sungai Cisadane. Area flying deck yang menjadi daya tarik utama diketahui memiliki kapasitas maksimal sekitar 60 orang.
Pemerintah Kota Tangerang berharap proses pemeriksaan teknis dan perbaikan dapat berlangsung cepat sehingga fungsi jembatan sebagai sarana mobilitas sekaligus destinasi wisata tetap berjalan aman, nyaman, dan dapat kembali dinikmati masyarakat.
(Yan)











Tinggalkan Balasan