Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

News · 11 Jun 2026 12:51 WIB ·

Jembatan Kaca Gerendeng Retak, Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan dan Amankan Area Wisata


 Flying Deck Jembatan Kaca Kota Tangerang Ditutup Sementara, PUPR Lakukan Kajian Teknis Demi Keselamatan Pengunjung Perbesar

Flying Deck Jembatan Kaca Kota Tangerang Ditutup Sementara, PUPR Lakukan Kajian Teknis Demi Keselamatan Pengunjung

KOTA TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang bergerak cepat merespons temuan keretakan pada bagian flying deck di Jembatan Kaca Gerendeng. Langkah pengamanan langsung dilakukan untuk mencegah potensi risiko terhadap keselamatan masyarakat yang selama ini memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai ruang publik dan destinasi wisata.

Jembatan Kaca Gerendeng yang berada di atas aliran Sungai Cisadane dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kota Tangerang. Selain menjadi penghubung antarwilayah, kawasan ini juga ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati panorama sungai maupun mengabadikan momen di area lantai kaca.

Kondisi retak yang ditemukan pada bagian kaca flying deck memunculkan perhatian masyarakat. Area tersebut merupakan bagian menjorok ke arah sungai dengan ukuran sekitar 7 x 2,5 meter yang selama ini menjadi titik favorit pengunjung.

Warga Minta Penanganan Cepat Demi Keselamatan

Salah satu tokoh masyarakat Kota Tangerang, Kamal, menilai perbaikan harus segera dilakukan agar tidak menimbulkan risiko yang lebih besar.

Menurutnya, fasilitas publik yang menjadi tujuan kunjungan masyarakat harus dipastikan berada dalam kondisi aman dan layak digunakan.

“Ini sangat membahayakan, Pemkot Tangerang harus segera bertindak untuk memperbaiki,” ujarnya, Kamis (11/6).

Ia berharap proses penanganan dapat diprioritaskan sehingga masyarakat tetap dapat menikmati fasilitas tersebut tanpa kekhawatiran terhadap aspek keamanan.

Dinas PUPR Kota Tangerang Pastikan Area Sudah Diamankan

Menanggapi laporan yang berkembang di masyarakat, Iwan Nursyamsu, Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, memastikan pihaknya telah melakukan langkah awal berupa pengamanan lokasi.

Menurutnya, tindakan cepat dilakukan sesaat setelah informasi keretakan diterima dari warga.

“Begitu mendengar informasi ini dari masyarakat, kami segera melakukan penanganan. Bahkan saat ini lokasi tersebut sudah kami amankan,” kata Iwan.

Baca Juga Berita :  Pria Penjual Angkringan Ditemukan Meninggal di Citra Raya, Polisi Pastikan Tanpa Unsur Kekerasan

Saat ini, Dinas PUPR Kota Tangerang sedang melakukan evaluasi dan kajian teknis untuk menentukan metode perbaikan yang sesuai terhadap bagian kaca yang mengalami kerusakan.

“Kami sedang melakukan pengkajian teknis untuk melakukan perbaikan. Dengan harapan supaya ikon wisata di Kota Tangerang ini bisa kembali dinikmati oleh semua pengunjung, baik dari dalam maupun luar Kota Tangerang,” lanjutnya.

Jembatan Kaca Gerendeng Jadi Ikon Wisata dan Mobilitas Warga

Jembatan Kaca Gerendeng dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp33 miliar dari APBD Kota Tangerang dan mulai diresmikan pada tahun 2018. Infrastruktur ini menghubungkan kawasan Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci.

Secara konstruksi, jembatan memiliki panjang sekitar 120 meter dengan lebar 13 meter dan berada sekitar lima meter di atas permukaan Sungai Cisadane. Area flying deck yang menjadi daya tarik utama diketahui memiliki kapasitas maksimal sekitar 60 orang.

Pemerintah Kota Tangerang berharap proses pemeriksaan teknis dan perbaikan dapat berlangsung cepat sehingga fungsi jembatan sebagai sarana mobilitas sekaligus destinasi wisata tetap berjalan aman, nyaman, dan dapat kembali dinikmati masyarakat.

(Yan)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026

15 Juli 2026 - 10:01 WIB

Petugas Lapas Pemuda Kelas II Tangerang menunjukkan hasil razia dan pemusnahan barang bukti hasil sidak periode Januari–Juli 2026. Foto: Yan/Gmanews.id

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)
Trending di Daerah