Menu

Mode Gelap
Diduga Bertindak Sepihak, Lurah Pejagalan Dinilai Langgar Pergub dalam Pemberhentian Ketua RW 001 Forkopimcam Petir Disorot, Dugaan Roti MBG Berbelatung Diklarifikasi Sebelum Hasil Lab Keluar Orang Tua Pemain Aroempo Futsal Tempuh Jalur Hukum Usai Anak Jadi Korban Kekerasan Warga Dago Girang Bergerak, Bunda Nurmaya Galang Donasi untuk Bantu Mang Yasin yang Sakit Menahun Miris Ada Ulat diroti Menu MBG Tambiluk Kecamatan Petir

Hukum & Kriminal · 15 Mei 2026 05:37 WIB ·

Orang Tua Pemain Aroempo Futsal Tempuh Jalur Hukum Usai Anak Jadi Korban Kekerasan


 Dugaan pemukulan usai Liga Futsal AAFI Tangerang 2 dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan Perbesar

Dugaan pemukulan usai Liga Futsal AAFI Tangerang 2 dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan

TANGERANG | Gmanews.id – Dugaan aksi kekerasan terhadap pemain futsal usia muda terjadi usai pertandingan Liga Futsal AAFI Tangerang 2 di area parkiran GOR Raihan Islamic Village, Jalan Kelapa Dua Raya, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dua pemain Aroempo Futsal berinisial SRZP (14) dan ST (15) diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh pemain dari Banteng Hitam Futsal Academy. Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka memar dan luka pada bagian wajah serta tangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula setelah pertandingan berakhir. Saat hendak pulang menuju area parkiran, SRZP diduga tiba-tiba didatangi dan mengalami pemukulan pada bagian kepala serta tendangan dari pihak lawan.

Melihat rekannya menjadi korban, ST berusaha melerai. Namun, ia justru ikut menjadi sasaran pemukulan hingga terjatuh ke aspal parkiran.

Akibat kejadian itu, SRZP mengalami luka pada bagian pelipis mata kanan. Sementara ST mengalami luka memar pada bagian mata serta luka lecet dan memar di siku kiri.

Pelatih Aroempo Futsal Prihatin

Bram Adimas Prakoso, selaku Pelatih dan Manajemen Aroempo Futsal, menyayangkan terjadinya dugaan kekerasan terhadap anak didiknya. Menurutnya, olahraga seharusnya menjadi tempat membangun sportivitas dan karakter positif bagi pemain muda.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Anak-anak datang untuk bertanding dan belajar sportivitas, bukan untuk menjadi korban kekerasan. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pemain dan setelah kejadian kami langsung menghubungi orang tua masing-masing korban agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Bram Adimas Prakoso didampingi Dedy Rahman selaku Pembina Aroempo Futsal.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam dunia futsal usia muda karena dapat berdampak pada mental dan perkembangan anak.

Baca Juga Berita :  BYD Siap Luncurkan Denza D9 2026, MPV Listrik Premium Jarak Tempuh hingga 800 Km

“Kami berupaya menjaga situasi tetap kondusif karena yang terlibat adalah anak-anak. Fokus kami saat itu adalah mengamankan para pemain dan memastikan korban mendapatkan pertolongan,” jelasnya.

Keluarga Korban Lapor Polisi

Pihak keluarga korban mengaku kecewa dan sedih mengetahui anak mereka diduga menjadi korban kekerasan usai pertandingan futsal.

“Kami sebagai orang tua sebenarnya sangat menyayangkan kenapa sampai terjadi pemukulan seperti ini. Awalnya kami masih mencoba menahan diri dan bahkan sudah memaafkan karena kami kasihan kepada mereka,” ujar salah satu orang tua korban.

Namun, keluarga korban akhirnya sepakat menempuh jalur hukum setelah proses penyelesaian secara kekeluargaan dinilai tidak berjalan baik.

“Kami kecewa karena saat ingin menyelesaikan secara baik-baik justru ada sikap yang terkesan sombong dan tidak menunjukkan empati kepada korban. Dari situ kami sebagai orang tua sepakat mengambil langkah tegas agar kasus ini diproses secara hukum,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan dugaan Tindak Pidana Perlindungan Anak ke Polres Tangerang Selatan dengan nomor laporan polisi LP/B/1402/V/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA tertanggal 11 Mei 2026.

Dalam laporan tersebut, pihak terlapor diketahui berinisial JFW (17) dan DP (15).

Keluarga korban berharap proses hukum berjalan secara adil dan menjadi pelajaran bersama agar tidak kembali terjadi tindakan kekerasan dalam dunia olahraga usia muda.

(Red*/Aris)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPO Oknum TNI AD di Kendari: Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Picu Sorotan Publik

5 Mei 2026 - 11:50 WIB

Pelaku Sertu Majib Bone Kabur Saat Pemeriksaan, Denpom XIV/3 Kendari Lanjutkan Penyidikan

Polres Serang Tangkap DPO Korupsi Dana Desa Petir, Kerugian Negara Tembus Rp1 Miliar

5 Mei 2026 - 04:13 WIB

Pelarian 7 Bulan Berakhir, Oknum Kaur Keuangan Diduga Selewengkan Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi

Kasus Kekerasan Seksual di Muratara Terungkap, Ayah Kandung Jadi Tersangka

24 April 2026 - 16:25 WIB

Polisi amankan pelaku setelah korban melahirkan, kasus ditangani unit PPA Polres Muratara

Polresta Tangerang Ungkap Kasus Tawuran Pelajar Berujung Maut di Muara Kaliadem, 14 Orang Diamankan

17 April 2026 - 12:39 WIB

Kematian Pelajar di Sukadiri Terkuak, Polisi Amankan Belasan Terduga Pelaku dan Kejar Satu DPO

Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Ribuan Rokok Ilegal dan Narkotika dari 63 Perkara Inkrah

17 April 2026 - 03:23 WIB

Pemusnahan barang bukti oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang sebagai komitmen penegakan hukum dan pencegahan penyalahgunaan

Viral Dugaan Penistaan Agama di Malingping Lebak, Polisi Ambil Alih Penanganan Kasus

11 April 2026 - 13:12 WIB

Video sumpah injak Alquran gegerkan publik, aparat imbau masyarakat tetap tenang
Trending di Hukum & Kriminal