Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 13 Mei 2026 13:58 WIB ·

Miris Ada Ulat diroti Menu MBG Tambiluk Kecamatan Petir


 Menu MBG di Tambiluk Petir Diduga Bermasalah, Roti Isi Daging Ditemukan Berulat Perbesar

Menu MBG di Tambiluk Petir Diduga Bermasalah, Roti Isi Daging Ditemukan Berulat

SERANG | Gmanews.id – Dugaan adanya ulat di dalam roti isi daging cincang pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambiluk, Petir #002, Kabupaten Serang, Banten, memicu perhatian publik.

Berdasarkan papan identitas yang terpasang di lokasi, SPPG Tambiluk berada di bawah naungan Yayasan Kamilatunnisa dengan ID SSPG: JDNVBHQW. Lokasi dapur MBG tersebut berada di Kampung Kata Pura RT 06/03, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.

Peristiwa tersebut terjadi pada salah satu paket makanan atau ompreng yang dibagikan kepada siswa PAUD Kasih Bunda. Dari sekitar 40 paket makanan yang didistribusikan pada hari itu, hanya satu ompreng yang dilaporkan terdapat ulat di dalam roti isi daging cincang.

Saat dikonfirmasi awak media, Ahli Gizi SPPG Tambiluk, Septian Rahmatulnholik, membantah dugaan bahwa makanan yang dibagikan menggunakan stok lama.

“Tidak, itu stok baru. Kami memasaknya jam 04.00 pagi,” ujar Septian.

Ia menjelaskan bahwa roti diperoleh dari pihak luar, sedangkan olahan daging cincang diproses langsung di dapur MBG.

“Rotinya saya beli di luar, tapi olahan cincangnya kami olah sendiri di dapur MBG,” katanya.

Ketika ditanya kemungkinan adanya stok lama yang tercampur dalam distribusi makanan hingga menyebabkan adanya ulat di dalam roti, pihak SPPG kembali menegaskan bahwa makanan yang dibagikan merupakan stok baru.

Namun demikian, muncul pertanyaan di tengah masyarakat terkait bagaimana hanya satu paket makanan yang ditemukan bermasalah dari puluhan ompreng yang dibagikan pada hari yang sama.

Bahkan, dari pihak internal MBG muncul dugaan bahwa kejadian tersebut mengarah pada kemungkinan sabotase. Dugaan itu disebut berkaitan dengan fakta bahwa hanya satu ompreng yang dilaporkan mengandung ulat.

Baca Juga Berita :  Don't Just Sit There! Start Getting More Collection

Meski begitu, hingga kini belum terdapat bukti ataupun hasil pemeriksaan laboratorium yang menguatkan dugaan tersebut.

Sementara itu, Kepala PAUD Kasih Bunda, Dewi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan kronologi awal ditemukannya ulat di dalam roti menu MBG.

“Benar kejadian itu. Anak tersebut tidak masuk sekolah, lalu jatah makanannya dititipkan oleh temannya yang rumahnya berdekatan. Setelah dibuka di rumah, salah satu roti dalam menu MBG tersebut mengeluarkan ulat,” jelas Dewi.

Pihak SPPG Tambiluk Kecamatan Petir Kabupaten Serang disebut akan membawa sampel roti tersebut ke laboratorium guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil uji laboratorium nantinya akan disampaikan kepada awak media untuk memastikan penyebab munculnya ulat di dalam roti menu MBG Kabupaten Serang tersebut.

(Buhari)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Bekali Siswa Baru Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah, SMPN 3 Sepatan Timur Gelar Pra MPLS

11 Juli 2026 - 03:23 WIB

Siswa /i Didik Baru Tengah mengikuti Tahapan Pra MPLS SMPN 3 Sepatan Timur
Trending di Berita Desa