SERANG | Gmanews.id – Dugaan adanya ulat di dalam roti isi daging cincang pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambiluk, Petir #002, Kabupaten Serang, Banten, memicu perhatian publik.
Berdasarkan papan identitas yang terpasang di lokasi, SPPG Tambiluk berada di bawah naungan Yayasan Kamilatunnisa dengan ID SSPG: JDNVBHQW. Lokasi dapur MBG tersebut berada di Kampung Kata Pura RT 06/03, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten.
Peristiwa tersebut terjadi pada salah satu paket makanan atau ompreng yang dibagikan kepada siswa PAUD Kasih Bunda. Dari sekitar 40 paket makanan yang didistribusikan pada hari itu, hanya satu ompreng yang dilaporkan terdapat ulat di dalam roti isi daging cincang.
Saat dikonfirmasi awak media, Ahli Gizi SPPG Tambiluk, Septian Rahmatulnholik, membantah dugaan bahwa makanan yang dibagikan menggunakan stok lama.
“Tidak, itu stok baru. Kami memasaknya jam 04.00 pagi,” ujar Septian.
Ia menjelaskan bahwa roti diperoleh dari pihak luar, sedangkan olahan daging cincang diproses langsung di dapur MBG.
“Rotinya saya beli di luar, tapi olahan cincangnya kami olah sendiri di dapur MBG,” katanya.
Ketika ditanya kemungkinan adanya stok lama yang tercampur dalam distribusi makanan hingga menyebabkan adanya ulat di dalam roti, pihak SPPG kembali menegaskan bahwa makanan yang dibagikan merupakan stok baru.
Namun demikian, muncul pertanyaan di tengah masyarakat terkait bagaimana hanya satu paket makanan yang ditemukan bermasalah dari puluhan ompreng yang dibagikan pada hari yang sama.
Bahkan, dari pihak internal MBG muncul dugaan bahwa kejadian tersebut mengarah pada kemungkinan sabotase. Dugaan itu disebut berkaitan dengan fakta bahwa hanya satu ompreng yang dilaporkan mengandung ulat.
Meski begitu, hingga kini belum terdapat bukti ataupun hasil pemeriksaan laboratorium yang menguatkan dugaan tersebut.
Sementara itu, Kepala PAUD Kasih Bunda, Dewi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan kronologi awal ditemukannya ulat di dalam roti menu MBG.
“Benar kejadian itu. Anak tersebut tidak masuk sekolah, lalu jatah makanannya dititipkan oleh temannya yang rumahnya berdekatan. Setelah dibuka di rumah, salah satu roti dalam menu MBG tersebut mengeluarkan ulat,” jelas Dewi.
Pihak SPPG Tambiluk Kecamatan Petir Kabupaten Serang disebut akan membawa sampel roti tersebut ke laboratorium guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil uji laboratorium nantinya akan disampaikan kepada awak media untuk memastikan penyebab munculnya ulat di dalam roti menu MBG Kabupaten Serang tersebut.
(Buhari)











Tinggalkan Balasan