MUSI RAWAS UTARA | Gmanews.id – Aparat kepolisian mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Seorang pria berinisial BD (41) diamankan setelah diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak kandungnya hingga korban melahirkan.
Kasus ini terungkap setelah korban mendatangi rumah sakit seorang diri dalam kondisi hendak melahirkan. Peristiwa tersebut kemudian memicu kecurigaan warga hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Khoirul Hambali, selaku Kapolsek Karang Dapo, menjelaskan bahwa korban datang ke RSUD Rupit pada Selasa (21/4/2026) dengan menggunakan identitas ibunya.
“Setelah proses persalinan selesai, korban kembali ke rumah dengan membawa bayi. Hal ini menimbulkan kecurigaan pihak keluarga dan warga sekitar,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Pelaku Diamankan dari Amukan Massa
Mendapat laporan masyarakat, polisi langsung melakukan pengecekan ke rumah sakit dan memastikan adanya proses persalinan tersebut. Petugas kemudian mendatangi kediaman korban di wilayah Kecamatan Karang Dapo.
Setibanya di lokasi, aparat mendapati situasi tidak kondusif karena warga telah berkumpul dan meluapkan emosi terhadap terduga pelaku. Polisi kemudian berupaya mengamankan yang bersangkutan dari amukan massa.
“Tersangka berhasil diamankan dan langsung dibawa ke kantor polisi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kapolsek.
Penyidikan dan Pendalaman Kasus
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengakui perbuatannya. Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Muratara untuk proses hukum lebih lanjut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan kasus ini akan dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap korban.
Kasus ini menjadi perhatian serius sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap tindak kekerasan seksual serta pentingnya perlindungan anak di lingkungan keluarga dan masyarakat.
(*/Red)











Tinggalkan Balasan