Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

News · 2 Mei 2026 14:10 WIB ·

Kontainer 40 Ton Picu Kecelakaan di Pantura Sepatan–Pakuhaji, FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang Desak Penertiban


 Perbaikan Jembatan Kalibaru Alihkan Arus Truk Berat, Warga Jadi Korban Perbesar

Perbaikan Jembatan Kalibaru Alihkan Arus Truk Berat, Warga Jadi Korban

TANGERANG | Gmanews.id — Lonjakan kendaraan kontainer di jalur Pantura wilayah Sepatan hingga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, kini menimbulkan kekhawatiran serius. Arus kendaraan bertonase besar meningkat akibat perbaikan Jembatan Kalibaru, sehingga truk kontainer dialihkan ke jalur yang sehari-hari digunakan masyarakat.

Situasi ini bahkan telah memakan korban. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, seorang pengguna jalan asal Jakarta dilaporkan mengalami kecelakaan di ruas tersebut yang diduga melibatkan kendaraan berat. Peristiwa ini mempertegas tingginya risiko keselamatan di jalur Pantura Sepatan–Pakuhaji.

Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat dan ketahanan infrastruktur jalan.

Ketua FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang, Irawan Sumardi, menegaskan bahwa pola distribusi industri harus segera diubah untuk mengurangi beban jalan umum.

“Pelaku industri harus paham, kontainer itu jangan masuk ke pabrik. Jangan ada lagi bongkar muat di dalam pabrik. Barang harus dibawa ke pelabuhan, dan proses loading dilakukan di sana,” tegas Irawan Sumardi.

Menurutnya, praktik stuffing atau pengisian barang di dalam pabrik menjadi penyebab utama kendaraan kontainer melintasi jalan umum yang padat aktivitas warga.

“Kalau kontainer tetap masuk ke pabrik, maka kendaraan berat akan terus keluar-masuk lewat jalan umum. Dampaknya jelas, jalan cepat rusak, macet, dan risiko kecelakaan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang, Aris, menyoroti besarnya tonase kendaraan yang melintas.

“Satu kontainer 40 feet bisa mencapai 40 ton. Jalan yang digunakan masyarakat sehari-hari tidak dirancang untuk menahan beban sebesar itu,” ujar Aris.

Dampak Infrastruktur dan Keselamatan

Ruas Pantura Sepatan–Pakuhaji merupakan jalur vital yang dipadati aktivitas warga, terutama kendaraan roda dua. Dengan kondisi jalan yang masih dalam perbaikan, keberadaan truk kontainer dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga Berita :  Pemkot Jakarta Barat Intensifkan Edukasi di Kolong Tol Angke 2 untuk Cegah Aktivitas Ilegal

FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang menilai tanpa pengawasan ketat, kerusakan jalan akan semakin cepat terjadi dan potensi korban akan terus bertambah.

Desakan Penertiban dan Solusi

FWJ Indonesia Korwil Tangkab tersebut mendesak pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan penertiban kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur tersebut.

Selain itu, FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang mendorong perubahan sistem distribusi logistik dengan memusatkan aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan.

“Solusinya jelas, semua aktivitas loading dilakukan di pelabuhan, bukan di pabrik. Dengan begitu, kontainer tidak perlu lagi melintasi jalan umum,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas, mengurangi kerusakan jalan, serta melindungi keselamatan masyarakat di wilayah Sepatan dan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

(Reporter: Muhayar)

Artikel ini telah dibaca 84 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Tangerang Gandeng FMIPA UI Tingkatkan SDM Perumda Tirta Benteng Demi Pelayanan Air Bersih

13 Juli 2026 - 23:56 WIB

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Perumda Tirta Benteng dan LST FMIPA Universitas Indonesia (UI) di Neglasari, Senin (13/7/2026).

Polresta Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ibu Korban Diduga Terima Rp14,5 Juta

25 Juni 2026 - 20:26 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur, Pelaku dan Ibu Korban Resmi Jadi Tersangka

SPMB Banten 2026 Disorot, Siswa Berjarak 362 Meter dari SMAN 15 Kota Tangerang Belum Lolos Jalur Domisili Wilayah

24 Juni 2026 - 13:05 WIB

Hasil seleksi SPMB Banten memicu pertanyaan soal transparansi sistem, akurasi penghitungan jarak, dan mekanisme verifikasi data peserta didik

Manfaat Daun Sisik Naga untuk Kesehatan: Tanaman Liar di Batang Pohon yang Kaya Senyawa Obat Alami

16 Juni 2026 - 17:53 WIB

‎Daun Sisqik Naga, Herbal Tradisional yang Menyimpan Potensi Farmakologi Modern

Jembatan Kaca Gerendeng Retak, Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan dan Amankan Area Wisata

11 Juni 2026 - 12:51 WIB

Flying Deck Jembatan Kaca Kota Tangerang Ditutup Sementara, PUPR Lakukan Kajian Teknis Demi Keselamatan Pengunjung

Normalisasi Situ Bulakan Capai 80 Persen, Kapasitas Tampung Air Ditargetkan Naik hingga 600 Ribu Meter Kubik

11 Juni 2026 - 02:05 WIB

Pemprov Banten dan Pemkot Tangerang Percepat Pengendalian Banjir di Kecamatan Periuk
Trending di Daerah