TANGERANG | Gmanews.id
Puluhan warga Kampung Tanah Merah RT 02 RW 02, Desa Tanah Merah, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, secara spontan menggelar aksi gotong royong membersihkan saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Gatot Subroto, Kamis (23/7/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes karena genangan air limbah yang tak kunjung tertangani meski telah berlangsung hampir dua tahun.
Genangan air yang membentang sepanjang kurang lebih 200 meter itu disebut tidak pernah surut meski cuaca sedang tidak hujan. Warga menduga kondisi tersebut dipicu oleh saluran drainase yang tersumbat serta tingginya debit pembuangan air limbah rumah tangga, sementara kapasitas saluran dinilai sudah tidak lagi mampu menampung aliran air.
Bahkan viral di Media Sosial, Kondisi Jalan Raya Gatot Subroto di Desa Tanah Merah sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah video dan foto genangan air beredar luas di berbagai platform media sosial.
Tak sedikit warga maupun pengendara yang mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Bahkan, berdasarkan keterangan sejumlah warga, lokasi itu kerap menjadi titik terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama pengendara sepeda motor yang tergelincir akibat jalan licin.
Melihat kondisi itu akhirnya puluhan warga sekitar berinisiatif membongkar dan membersihkan saluran drainase secara swadaya, Ketua RT 02 RW 02 Kampung Tanah Merah, Sara, mengatakan kegiatan gotong royong dilakukan sebagai bentuk reaksi atas usulan warga yang hingga kini belum mendapat tindak lanjut.
”Ya, kami hari ini bersama warga melakukan kegiatan gotong royong. Dan ini sebagai bentuk reaksi atas keluhan yang kami sampaikan karena belum ada respons,” ujar Sara di lokasi
Menurutnya, genangan air limbah yang selalu menutup badan jalan telah berlangsung hampir dua tahun dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
” Hampir dua tahun melihat kondisi jalan ini selalu penuh genangan air comberan. Kondisi ini bikin tidak nyaman, meresahkan, dan sudah menimbulkan beberapa kecelakaan pengguna sepeda motor yang terjatuh. Melihat hal itu, kami berinisiatif bersama warga mengadakan gotong royong untuk membongkar dan membersihkan saluran air yang tersumbat,” ungkapnya.
Sara menambahkan, pihaknya telah beberapa kali menyampaikan usulan melalui musyawarah bersama pemerintah desa agar dilakukan perbaikan drainase secara menyeluruh.
”Kami berharap instansi terkait segera merespons dan merealisasikan perbaikan drainase agar persoalan ini tidak terus berulang dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Sementara itu, Miftah Shuritho, SSTP., MM. Camat Sepatan Timur saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa persoalan drainase tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.
Menurutnya, pihak kecamatan telah menyampaikan kondisi tersebut kepada dinas terkait.
” Terkait persoalan ini sudah kami sampaikan ke Dinas Bina Marga untuk perbaiki drainasenya karena kewenangan dinas. Insya Allah bulan depan akan diperbaiki karena masih proses tender lelang,” tulisnya dalam balasan WhatsApp.
Warga berharap rencana perbaikan tersebut benar-benar direalisasikan sehingga genangan air limbah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat segera teratasi. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kondisi drainase yang buruk juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara apabila tidak segera dilakukan penanganan secara permanen.











Tinggalkan Balasan