Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Nasional · 7 Jul 2026 15:22 WIB ·

Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan


 Gerbang Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang di Kota Tangerang, Provinsi Banten, menjadi sorotan menyusul dugaan adanya narapidana yang mengendalikan jaringan peredaran narkotika dari dalam lapas. Foto: Ilustrasi/Red Gmanews.id Perbesar

Gerbang Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang di Kota Tangerang, Provinsi Banten, menjadi sorotan menyusul dugaan adanya narapidana yang mengendalikan jaringan peredaran narkotika dari dalam lapas. Foto: Ilustrasi/Red Gmanews.id

TANGERANG | Gmanews.id – Dugaan adanya pengendalian jaringan peredaran narkotika dari dalam Lapas Kelas I Tangerang kembali menjadi perhatian publik. Informasi mengenai seorang narapidana yang diduga masih dapat mengendalikan aktivitas bisnis narkoba dari balik jeruji besi memunculkan pertanyaan terkait efektivitas sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan.

Narapidana berinisial “J” disebut-sebut memiliki peran sebagai pengendali jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di luar lapas. Dugaan tersebut menambah daftar persoalan yang selama ini kerap menjadi sorotan, yakni potensi penyalahgunaan fasilitas dan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas warga binaan.

Kalapas Telah Lakukan Penelusuran dan Siapkan Laporan ke Kepolisian

Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media meminta konfirmasi kepada Edy, Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Lapas Kelas I Tangerang. Pada awal keterangannya, ia mengaku belum melakukan pengecekan terhadap informasi yang diterima.

“Kita belum cek. Kami terima kasih, kasih info,” ujar Edy, Minggu (5/7/2026).

Namun, dalam penjelasan berikutnya, Edy menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan serangkaian langkah penelusuran atas dugaan tersebut. Pemeriksaan disebut meliputi pembukaan alat bukti, pemeriksaan perangkat komunikasi, hingga penelusuran alur transaksi yang diduga berkaitan dengan perkara.

“Sudah kita tindaklanjuti. Yang kemarin juga sudah kita tindaklanjuti. Berita Acara Pemeriksaan dan HP yang bersangkutan sudah dibuka semua, komunikasi dengan siapa saja sudah dibuka, dan sudah dilaporkan ke pimpinan, termasuk seluruh riwayat transaksi transfer,” jelasnya.

Selain itu, pihak lapas mengaku telah mengantongi identitas sejumlah pihak di luar lapas yang diduga memiliki hubungan komunikasi dengan narapidana tersebut. Data tersebut disebut telah didokumentasikan sebagai bagian dari proses penanganan.

“Orang luarnya kita sudah punya datanya lengkap. Komunikasinya dengan siapa saja yang di luar juga sudah kita catat semuanya. Kita juga sudah siapkan Laporan Polisi untuk diserahkan ke kepolisian,” tambah Edy.

Baca Juga Berita :  Diduga Disiksa Ibu Tiri, Bocah SD di Cibeber Lebak Alami Luka dan Kelaparan

Transparansi Penanganan Menjadi Perhatian Publik

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi secara tertulis dari Lapas Kelas I Tangerang mengenai hasil pemeriksaan maupun perkembangan penanganan dugaan tersebut. Kondisi ini memunculkan perhatian publik terhadap pentingnya keterbukaan informasi dalam proses penegakan aturan di lingkungan pemasyarakatan.

Di sisi lain, pengakuan mengenai adanya pemeriksaan komunikasi, penelusuran transaksi, serta penyusunan laporan kepada aparat penegak hukum menunjukkan bahwa informasi tersebut telah memperoleh tindak lanjut secara internal.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya penguatan sistem pengawasan di lembaga pemasyarakatan agar tidak dimanfaatkan sebagai sarana pengendalian tindak pidana dari dalam lapas. Selain persoalan overkapasitas, optimalisasi pengamanan dan pengawasan menjadi faktor penting dalam mencegah terulangnya dugaan serupa.

Awak media akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan menunggu keterangan resmi dari Lapas Kelas I Tangerang maupun tindak lanjut dari aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut.

(Yan)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Febrie Adriansyah Mundur, Rudi Margono Dipercaya Pimpin Sementara JAM Pidsus

11 Juli 2026 - 17:54 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

11 Juli 2026 - 17:20 WIB

Presiden Prabowo Resmi Ganti Pimpinan BGN, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Jadi Kepala Baru

2 Juni 2026 - 15:20 WIB

Perombakan Badan Gizi Nasional Dilakukan untuk Memperkuat Program Makan Bergizi Gratis

Komandan Grup 1 Kopassus Bacakan Pembukaan UUD 1945 pada Upacara Hari Lahir Pancasila di KP3B Banten

1 Juni 2026 - 07:49 WIB

Putra Asli Pandeglang, Brigjen TNI Raden Nashrul Faturrohman Bacakan Pembukaan UUD 1945 pada Hari Lahir Pancasila

Pelayanan Dana PIP di BRI KCP Sepatan Dikeluhkan, Wali Murid Diminta Menunggu hingga Juni 2026

26 Mei 2026 - 23:02 WIB

Penjadwalan Pencairan Dana PIP Siswa di BRI Sepatan Kabupaten Tangerang Tuai Sorotan Warga

Kolong Tol Angke 2 Kian Semrawut: Sampah, Bangunan Liar, dan Parkir Truk Picu Protes Warga

1 Mei 2026 - 21:17 WIB

Minim Penertiban, Kawasan Kolong Tol di Penjaringan Jadi Sorotan dan Dinilai Membahayakan
Trending di Nasional