Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 21 Jun 2026 09:45 WIB ·

Di Haul Akbar ke-39 KH Muhidin Kosambi, Camat Sepatan Ajak Masyarakat Jadikan Momentum Muhasabah Diri


 Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar KH Muhidin di Ponpes Al-Hidayah Salafiyah, Desa Pisangan Jaya Perbesar

Ribuan Jamaah Hadiri Haul Akbar KH Muhidin di Ponpes Al-Hidayah Salafiyah, Desa Pisangan Jaya

TANGERANG |Gmanews.id – Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Haul Akbar ke-39 KH Muhidin Bin H. Sairan yang digelar di Pondok Pesantren Al-Hidayah Salafiyah, Kampung Kosambi RT 02 RW 02, Desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Sabtu (20/6/2026).

Peringatan tahunan yang diselenggarakan oleh keluarga besar almarhum tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan dan pengabdian seorang ulama kharismatik yang dikenal luas di tengah masyarakat. Antusiasme jamaah terlihat tinggi dengan memadati area pondok pesantren sejak sore hari.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sepatan Aan Ansori, S.IP., M.Si, Kepala Desa Pisangan Jaya, para tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga besar santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Salafiyah, serta tamu undangan dari berbagai wilayah.

KH Muhidin Dikenang sebagai Ulama Kharismatik dan Inspiratif

Almarhum KH Muhidin Bin H. Sairan dikenal sebagai sosok ulama yang memiliki dedikasi tinggi dalam membangun pendidikan keagamaan melalui Pondok Pesantren Al-Hidayah Salafiyah. Kiprah dan keteladanannya hingga kini masih menjadi inspirasi bagi para santri maupun masyarakat sekitar.

Keluarga besar pondok pesantren secara rutin menggelar haul setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa-jasa almarhum yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembinaan umat dan pendidikan Islam di wilayah Sepatan.

Diketahui, makam almarhum KH Muhidin berada di Madinah, Arab Saudi, sehingga peringatan haul menjadi momentum penting bagi keluarga dan para murid untuk terus mengenang serta mendoakan beliau.

Camat Sepatan: Perjuangan KH Muhidin Menjadi Tonggak Sejarah

Dalam sambutannya, Camat Sepatan Aan Ansori menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan haul yang terus menjaga nilai-nilai perjuangan para ulama.

“Selamat memperingati Haul Almarhum KH Muhyiddin Bin H. Sairan yang ke-39. Kerja keras beliau dalam membangun Pondok Pesantren Al-Hidayah Salafiyah akan selalu dikenang sebagai tonggak sejarah yang menginspirasi,” ujar Aan Ansori.

Baca Juga Berita :  Peluang Bisnis Kuliner di Petals Taman Rasa Paramount Petals Dibuka, Sewa Tenant Mulai Rp1.800.000

Menurutnya, keberadaan pesantren yang dibangun oleh almarhum menjadi bukti nyata dedikasi seorang ulama dalam mencetak generasi yang berakhlak dan berilmu.

Muhasabah Diri dan Meneladani Perjuangan Ulama

Pada kesempatan itu, Camat Sepatan juga mengungkapkan rasa syukur dapat hadir bersama jajaran Kecamatan Sepatan untuk mengikuti rangkaian haul bersama keluarga besar KH Muhidin.

“Alhamdulillah kami bersama jajaran staf Kecamatan Sepatan dapat menghadiri kegiatan haul bersama keluarga besar Abuya KH Muhyiddin. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat berkumpul dengan para tokoh agama dan jamaah yang begitu antusias mengikuti serta mendoakan beliau,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan haul sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Mari kita jadikan momentum haul ini sebagai sarana muhasabah diri, untuk memperbaiki niat, meningkatkan amal, serta memperkuat komitmen dalam meneladani perjuangan dan pengabdian para pendahulu,” tegasnya.

GP Ansor Turut Kawal Kelancaran Kegiatan

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, sejumlah personel dari PAC GP Ansor Kecamatan Sepatan turut membantu pengamanan dan pengaturan jalannya acara.

Kehadiran unsur masyarakat, tokoh agama, pemerintah, serta organisasi kepemudaan Islam menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung puluhan tahun tersebut.

Camat Sepatan menambahkan bahwa keteladanan dan integritas almarhum KH Muhidin harus terus diwariskan kepada generasi penerus. Menurutnya, sosok ulama kharismatik memiliki peran penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius, berakhlak, dan peduli terhadap sesama.

Melalui peringatan Haul Akbar ke-39 ini, diharapkan semangat perjuangan, pengabdian, dan nilai-nilai dakwah yang ditanamkan almarhum KH Muhidin dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di Kecamatan Sepatan.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi
Trending di Daerah