TANGERANG | Gmanews.id – Pelayanan pencairan Program Indonesia Pintar (PIP) di BRI KCP Sepatan, Kabupaten Tangerang, menuai keluhan dari sejumlah wali murid penerima bantuan pendidikan. Masyarakat menilai proses pencairan dana berlangsung lambat setelah sebagian penerima diminta kembali datang pada jadwal yang ditentukan pihak bank.
Salah satu wali murid berinisial S, warga Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, mengaku kecewa lantaran dana bantuan pendidikan anaknya belum dapat dicairkan meski telah mengantre sejak pagi hari.
Ia mengatakan pihak bank menjadwalkan ulang pencairan dana hingga 19 Juni 2026. Padahal, bantuan tersebut sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru dan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Saya datang dari pagi dan sudah antre cukup lama. Harapannya dana bisa langsung cair karena kebutuhan sekolah anak sudah dekat. Tapi malah diminta datang lagi tanggal 19 Juni,” ujar S kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
BRI KCP Sepatan Sebut Penjadwalan Dilakukan untuk Atur Antrean
Saat dikonfirmasi, pegawai BRI KCP Sepatan bernama Diki menjelaskan bahwa sistem penjadwalan diterapkan guna mengantisipasi kepadatan antrean pencairan dana PIP di area pelayanan bank.
Menurutnya, tingginya jumlah masyarakat penerima bantuan pendidikan membuat pihak bank perlu melakukan pengaturan jadwal pelayanan agar aktivitas transaksi nasabah lain tetap berjalan nyaman.
“Iya mas, hal ini agar para nasabah lainnya lebih nyaman saat melakukan aktivitas atau transaksi di sini,” kata Diki.
Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat yang ingin mempercepat proses pencairan dipersilakan mendatangi kantor cabang BRI lainnya.
Suasana Pelayanan Bank Terlihat Tidak Padat
Meski demikian, berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi ruang pelayanan di dalam bank terlihat relatif lengang. Tidak tampak antrean panjang maupun penumpukan nasabah seperti yang dikhawatirkan.
Pihak bank menyebut kondisi tersebut terjadi karena sebelumnya telah diterapkan sistem penjadwalan terhadap sebagian penerima dana PIP.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari sejumlah wali murid terkait efektivitas kebijakan pelayanan pencairan bantuan pendidikan yang diterapkan pihak perbankan.
FWJI Kabupaten Tangerang Minta Sistem Pelayanan Dievaluasi
Menanggapi persoalan tersebut, Sekretaris Wilayah Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Tangerang, Mohamad Aris, meminta pihak perbankan melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan pencairan dana PIP di wilayah Sepatan.
Menurutnya, dana bantuan pendidikan merupakan kebutuhan penting bagi siswa sehingga proses pencairannya seharusnya tidak menyulitkan masyarakat penerima manfaat.
“Kalau alasannya demi kenyamanan nasabah lain, tentu harus dicari solusi pelayanan yang lebih seimbang. Jangan sampai masyarakat penerima bantuan pendidikan justru merasa dipinggirkan,” tegas Mohamad Aris.
Ia berharap pelayanan terhadap penerima bantuan pendidikan tetap mengedepankan pendekatan humanis, efektif, dan proporsional, terutama menjelang kebutuhan sekolah tahun ajaran baru.
Warga Harapkan Perbaikan Mekanisme Pencairan Dana PIP
Sejumlah warga berharap pihak bank segera melakukan evaluasi terhadap mekanisme pencairan dana PIP siswa 2026 agar pelayanan berjalan lebih cepat dan tidak membebani wali murid.
Masyarakat juga berharap pencairan bantuan pendidikan dapat dilakukan lebih optimal mengingat kebutuhan sekolah siswa menjelang tahun ajaran baru membutuhkan kepastian dan percepatan layanan.
Hingga berita ini diterbitkan, pelayanan pencairan Dana PIP BRI KCP Sepatan masih berlangsung dengan sistem penjadwalan terhadap sebagian penerima bantuan.
(Muhayar)











Tinggalkan Balasan