Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Hukum & Kriminal

Orang Tua Pemain Aroempo Futsal Tempuh Jalur Hukum Usai Anak Jadi Korban Kekerasan

Aris – Gmanews.id
Jumat, 15 Mei 2026 05:37 WIB

Dugaan pemukulan usai Liga Futsal AAFI Tangerang 2 dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan Perbesar

Dugaan pemukulan usai Liga Futsal AAFI Tangerang 2 dilaporkan ke Polres Tangerang Selatan

TANGERANG | Gmanews.id – Dugaan aksi kekerasan terhadap pemain futsal usia muda terjadi usai pertandingan Liga Futsal AAFI Tangerang 2 di area parkiran GOR Raihan Islamic Village, Jalan Kelapa Dua Raya, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dua pemain Aroempo Futsal berinisial SRZP (14) dan ST (15) diduga menjadi korban pemukulan yang dilakukan oleh pemain dari Banteng Hitam Futsal Academy. Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka memar dan luka pada bagian wajah serta tangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula setelah pertandingan berakhir. Saat hendak pulang menuju area parkiran, SRZP diduga tiba-tiba didatangi dan mengalami pemukulan pada bagian kepala serta tendangan dari pihak lawan.

Melihat rekannya menjadi korban, ST berusaha melerai. Namun, ia justru ikut menjadi sasaran pemukulan hingga terjatuh ke aspal parkiran.

Akibat kejadian itu, SRZP mengalami luka pada bagian pelipis mata kanan. Sementara ST mengalami luka memar pada bagian mata serta luka lecet dan memar di siku kiri.

Pelatih Aroempo Futsal Prihatin

Bram Adimas Prakoso, selaku Pelatih dan Manajemen Aroempo Futsal, menyayangkan terjadinya dugaan kekerasan terhadap anak didiknya. Menurutnya, olahraga seharusnya menjadi tempat membangun sportivitas dan karakter positif bagi pemain muda.

“Kami sangat prihatin dan menyayangkan kejadian ini. Anak-anak datang untuk bertanding dan belajar sportivitas, bukan untuk menjadi korban kekerasan. Sebagai pelatih, saya bertanggung jawab penuh terhadap kondisi pemain dan setelah kejadian kami langsung menghubungi orang tua masing-masing korban agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Bram Adimas Prakoso didampingi Dedy Rahman selaku Pembina Aroempo Futsal.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam dunia futsal usia muda karena dapat berdampak pada mental dan perkembangan anak.

Baca Juga Berita :  Ketua PKBM Kabupaten Tangerang Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOP

“Kami berupaya menjaga situasi tetap kondusif karena yang terlibat adalah anak-anak. Fokus kami saat itu adalah mengamankan para pemain dan memastikan korban mendapatkan pertolongan,” jelasnya.

Keluarga Korban Lapor Polisi

Pihak keluarga korban mengaku kecewa dan sedih mengetahui anak mereka diduga menjadi korban kekerasan usai pertandingan futsal.

“Kami sebagai orang tua sebenarnya sangat menyayangkan kenapa sampai terjadi pemukulan seperti ini. Awalnya kami masih mencoba menahan diri dan bahkan sudah memaafkan karena kami kasihan kepada mereka,” ujar salah satu orang tua korban.

Namun, keluarga korban akhirnya sepakat menempuh jalur hukum setelah proses penyelesaian secara kekeluargaan dinilai tidak berjalan baik.

“Kami kecewa karena saat ingin menyelesaikan secara baik-baik justru ada sikap yang terkesan sombong dan tidak menunjukkan empati kepada korban. Dari situ kami sebagai orang tua sepakat mengambil langkah tegas agar kasus ini diproses secara hukum,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban melaporkan dugaan Tindak Pidana Perlindungan Anak ke Polres Tangerang Selatan dengan nomor laporan polisi LP/B/1402/V/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA tertanggal 11 Mei 2026.

Dalam laporan tersebut, pihak terlapor diketahui berinisial JFW (17) dan DP (15).

Keluarga korban berharap proses hukum berjalan secara adil dan menjadi pelajaran bersama agar tidak kembali terjadi tindakan kekerasan dalam dunia olahraga usia muda.

(Red*/Aris)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Muhammad Harun Apresiasi Komitmen Polsek Sepatan Tangani Perkara Dugaan Pembunuhan

10 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Tim Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Muhammad Harun Korban Dugaan Pembunuhan

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan

Kapolsek Sepatan: Kecelakaan di Kawasan BBI Sudah Ditangani Tim Laka Polres

13 September 2026 - 14:49 WIB

Tim Laka Polres Metro Tangerang Kota, Cek TKP Kecelakaan di Kawasan BBI

Warga Surya bahari Pakuhaji Resah Ada Penjual Tramadol di Ranggon

7 September 2026 - 04:23 WIB

Gambar hanya Ilustrasi: Obat Keras Tipe G Jenis Tramadol

Diduga Maling Motor Beraksi di Kawasan Asthara Sky Front City (BBI) Aksi Pelaku Terekam CCTV

2 September 2026 - 19:59 WIB

Dugaan Aksi Pencurian Sepeda Motor di Kawasan BBI Terekam CCTV, Sabtu 29-08-2026
Trending di Breaking News