Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Pemerintah · 5 Mei 2026 08:43 WIB ·

Videotron Kantor Kecamatan Teluknaga Mati, Publik Soroti Transparansi Anggaran Perawatan


 Fasilitas informasi publik di Kabupaten Tangerang tak berfungsi, pengelolaan dan anggaran pemeliharaan dipertanyakan Perbesar

Fasilitas informasi publik di Kabupaten Tangerang tak berfungsi, pengelolaan dan anggaran pemeliharaan dipertanyakan

TANGERANG | Gmanews.id – Keberadaan videotron di Kantor Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik setelah diketahui tidak berfungsi dalam waktu yang belum diketahui secara pasti. Fasilitas yang seharusnya menjadi sarana penyampaian informasi kepada masyarakat itu kini terlihat mati total tanpa menampilkan konten apapun.

Berdasarkan pantauan di lokasi, layar LED berukuran besar tersebut tampak tidak aktif. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pemanfaatan fasilitas publik, terutama jika pembangunan videotron tersebut menggunakan anggaran daerah.

Secara fungsi, videotron memiliki peran strategis sebagai media komunikasi pemerintah kepada masyarakat, mulai dari sosialisasi program, penyampaian informasi layanan publik, hingga transparansi kegiatan dan anggaran. Namun, kondisi saat ini justru menunjukkan sebaliknya.

Minim Penjelasan dari Pihak Kecamatan

Hingga kini, Kurnia selaku Camat Teluknaga belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. Sejumlah pertanyaan yang diajukan, termasuk status kepemilikan aset, sumber anggaran pengadaan, serta adanya alokasi biaya perawatan tahunan, belum mendapatkan respons.

Ketiadaan penjelasan ini memicu tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya terkait transparansi pengelolaan aset daerah dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Kritik dari Organisasi Wartawan

Muhammad Aris, Sekretaris Wilayah Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Tangerang, menyampaikan kritik terhadap kondisi videotron yang terbengkalai tersebut.

Menurutnya, jika fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka sudah seharusnya ada kejelasan terkait pengelolaan dan pemeliharaannya.

“Kalau benar videotron itu berasal dari APBD, maka harus transparan juga bagaimana perawatannya. Jangan sampai hanya aktif di awal sebagai proyek seremonial, lalu dibiarkan tidak berfungsi,” ujarnya.

Ia juga menilai, kondisi ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran apabila tidak disertai pengelolaan yang baik.

“Setiap aset daerah pasti memiliki biaya perawatan. Jika sekarang tidak berfungsi, publik berhak mengetahui apakah anggaran tersebut tersedia dan digunakan dengan semestinya,” tambahnya.

Baca Juga Berita :  Motorola Edge 70 Pro Siap Rilis 22 April, Usung Performa Tinggi dan Fitur AI di Kelas Menengah Premium

Dorongan Evaluasi oleh Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, FWJI Kabupaten Tangerang mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan fasilitas tersebut.

Menurut Aris, keberadaan fasilitas publik yang tidak dimanfaatkan secara optimal tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga menghambat penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Jangan sampai fasilitas publik seperti ini terbengkalai dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap transparansi pemerintah,” tegasnya.

Menunggu Kejelasan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Teluknaga maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan videotron serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Publik kini menantikan kejelasan terkait status, pengelolaan, serta penggunaan anggaran perawatan fasilitas tersebut sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah.

(Reporter: Muhayar)

Artikel ini telah dibaca 78 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026

15 Juli 2026 - 10:01 WIB

Petugas Lapas Pemuda Kelas II Tangerang menunjukkan hasil razia dan pemusnahan barang bukti hasil sidak periode Januari–Juli 2026. Foto: Yan/Gmanews.id

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)
Trending di Daerah