Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Pemerintah

Videotron Kantor Kecamatan Teluknaga Mati, Publik Soroti Transparansi Anggaran Perawatan

Aris – Gmanews.id
Selasa, 5 Mei 2026 08:43 WIB

Fasilitas informasi publik di Kabupaten Tangerang tak berfungsi, pengelolaan dan anggaran pemeliharaan dipertanyakan Perbesar

Fasilitas informasi publik di Kabupaten Tangerang tak berfungsi, pengelolaan dan anggaran pemeliharaan dipertanyakan

TANGERANG | Gmanews.id – Keberadaan videotron di Kantor Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik setelah diketahui tidak berfungsi dalam waktu yang belum diketahui secara pasti. Fasilitas yang seharusnya menjadi sarana penyampaian informasi kepada masyarakat itu kini terlihat mati total tanpa menampilkan konten apapun.

Berdasarkan pantauan di lokasi, layar LED berukuran besar tersebut tampak tidak aktif. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas pemanfaatan fasilitas publik, terutama jika pembangunan videotron tersebut menggunakan anggaran daerah.

Secara fungsi, videotron memiliki peran strategis sebagai media komunikasi pemerintah kepada masyarakat, mulai dari sosialisasi program, penyampaian informasi layanan publik, hingga transparansi kegiatan dan anggaran. Namun, kondisi saat ini justru menunjukkan sebaliknya.

Minim Penjelasan dari Pihak Kecamatan

Hingga kini, Kurnia selaku Camat Teluknaga belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut. Sejumlah pertanyaan yang diajukan, termasuk status kepemilikan aset, sumber anggaran pengadaan, serta adanya alokasi biaya perawatan tahunan, belum mendapatkan respons.

Ketiadaan penjelasan ini memicu tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya terkait transparansi pengelolaan aset daerah dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Kritik dari Organisasi Wartawan

Muhammad Aris, Sekretaris Wilayah Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Kabupaten Tangerang, menyampaikan kritik terhadap kondisi videotron yang terbengkalai tersebut.

Menurutnya, jika fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka sudah seharusnya ada kejelasan terkait pengelolaan dan pemeliharaannya.

“Kalau benar videotron itu berasal dari APBD, maka harus transparan juga bagaimana perawatannya. Jangan sampai hanya aktif di awal sebagai proyek seremonial, lalu dibiarkan tidak berfungsi,” ujarnya.

Ia juga menilai, kondisi ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran apabila tidak disertai pengelolaan yang baik.

“Setiap aset daerah pasti memiliki biaya perawatan. Jika sekarang tidak berfungsi, publik berhak mengetahui apakah anggaran tersebut tersedia dan digunakan dengan semestinya,” tambahnya.

Baca Juga Berita :  Kiraz Printing dan BaraTV Perkuat Sinergi Publikasi, Dorong Kolaborasi Lintas Sektor di Tangerang

Dorongan Evaluasi oleh Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, FWJI Kabupaten Tangerang mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan fasilitas tersebut.

Menurut Aris, keberadaan fasilitas publik yang tidak dimanfaatkan secara optimal tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga menghambat penyampaian informasi kepada masyarakat.

“Pemerintah daerah harus segera turun tangan. Jangan sampai fasilitas publik seperti ini terbengkalai dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap transparansi pemerintah,” tegasnya.

Menunggu Kejelasan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Teluknaga maupun instansi terkait mengenai penyebab kerusakan videotron serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.

Publik kini menantikan kejelasan terkait status, pengelolaan, serta penggunaan anggaran perawatan fasilitas tersebut sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah.

(Reporter: Muhayar)

Artikel ini telah dibaca 82 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan
Trending di Berita Desa