TANGERANG | Gmanews.id — Lonjakan kendaraan kontainer di jalur Pantura wilayah Sepatan hingga Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, kini menimbulkan kekhawatiran serius. Arus kendaraan bertonase besar meningkat akibat perbaikan Jembatan Kalibaru, sehingga truk kontainer dialihkan ke jalur yang sehari-hari digunakan masyarakat.
Situasi ini bahkan telah memakan korban. Pada Sabtu, 2 Mei 2026, seorang pengguna jalan asal Jakarta dilaporkan mengalami kecelakaan di ruas tersebut yang diduga melibatkan kendaraan berat. Peristiwa ini mempertegas tingginya risiko keselamatan di jalur Pantura Sepatan–Pakuhaji.
Forum Wartawan Jaya Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat dan ketahanan infrastruktur jalan.
Ketua FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang, Irawan Sumardi, menegaskan bahwa pola distribusi industri harus segera diubah untuk mengurangi beban jalan umum.
“Pelaku industri harus paham, kontainer itu jangan masuk ke pabrik. Jangan ada lagi bongkar muat di dalam pabrik. Barang harus dibawa ke pelabuhan, dan proses loading dilakukan di sana,” tegas Irawan Sumardi.
Menurutnya, praktik stuffing atau pengisian barang di dalam pabrik menjadi penyebab utama kendaraan kontainer melintasi jalan umum yang padat aktivitas warga.
“Kalau kontainer tetap masuk ke pabrik, maka kendaraan berat akan terus keluar-masuk lewat jalan umum. Dampaknya jelas, jalan cepat rusak, macet, dan risiko kecelakaan meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Wilayah (Sekwil) FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang, Aris, menyoroti besarnya tonase kendaraan yang melintas.
“Satu kontainer 40 feet bisa mencapai 40 ton. Jalan yang digunakan masyarakat sehari-hari tidak dirancang untuk menahan beban sebesar itu,” ujar Aris.
Dampak Infrastruktur dan Keselamatan
Ruas Pantura Sepatan–Pakuhaji merupakan jalur vital yang dipadati aktivitas warga, terutama kendaraan roda dua. Dengan kondisi jalan yang masih dalam perbaikan, keberadaan truk kontainer dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang menilai tanpa pengawasan ketat, kerusakan jalan akan semakin cepat terjadi dan potensi korban akan terus bertambah.
Desakan Penertiban dan Solusi
FWJ Indonesia Korwil Tangkab tersebut mendesak pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan penertiban kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur tersebut.
Selain itu, FWJ Indonesia Korwil Kabupaten Tangerang mendorong perubahan sistem distribusi logistik dengan memusatkan aktivitas bongkar muat di kawasan pelabuhan.
“Solusinya jelas, semua aktivitas loading dilakukan di pelabuhan, bukan di pabrik. Dengan begitu, kontainer tidak perlu lagi melintasi jalan umum,” pungkasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga kelancaran lalu lintas, mengurangi kerusakan jalan, serta melindungi keselamatan masyarakat di wilayah Sepatan dan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.
(Reporter: Muhayar)











Tinggalkan Balasan