Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 6 Mei 2026 07:57 WIB ·

Pemdes Sindangheula Gencarkan Sosialisasi Bank Sampah di Benoa Lor dan Benoa Kidul


 Pemerintah Desa Sindangheula dorong warga kelola sampah bernilai ekonomi demi lingkungan bersih dan sehat Perbesar

Pemerintah Desa Sindangheula dorong warga kelola sampah bernilai ekonomi demi lingkungan bersih dan sehat

SERANG | Gmanews.id Pemerintah Desa Sindangheula terus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah melalui program Bank Sampah Sindangheula. Upaya tersebut diwujudkan lewat roadshow sosialisasi yang digelar di Kampung Benoa Lor dan Benoa Kidul pada Rabu (5/5/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sindangheula, Suheli, S.Kom.I., MM, bersama pegiat lingkungan Teli dari Warung Sampah Banten, jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RT dan RW, serta staf desa.

Program sosialisasi bank sampah tersebut menjadi langkah nyata desa dalam mengajak masyarakat membangun budaya peduli lingkungan sekaligus memanfaatkan sampah rumah tangga agar memiliki nilai ekonomi.

Kepala Desa Sindangheula, Suheli, menegaskan bahwa program bank sampah tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Tujuan kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat, memperkenalkan program bank sampah, mengajak warga peduli lingkungan, serta menunjukkan bahwa sampah bisa menjadi rupiah,” ujar Suheli.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga manfaat ekonomi dari sampah yang dapat ditabung melalui sistem bank sampah.

Warung Sampah Banten juga turut memberikan edukasi terkait pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan sampah.

Menurut pemerintah desa, keberadaan Bank Sampah Sindangheula diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi warga.

Melalui sosialisasi langsung ke lingkungan masyarakat, Pemerintah Desa Sindangheula optimistis partisipasi warga dalam program bank sampah akan semakin meningkat sehingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan optimal.

Reporter: Buhari

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Bekali Siswa Baru Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah, SMPN 3 Sepatan Timur Gelar Pra MPLS

11 Juli 2026 - 03:23 WIB

Siswa /i Didik Baru Tengah mengikuti Tahapan Pra MPLS SMPN 3 Sepatan Timur
Trending di Berita Desa