SERANG | Gmanews.id – Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis sampah mulai digencarkan melalui roadshow perdana Bank Sampah Sindangheula di Kampung Kepuh dan Kampung Benoa Lor, Desa Sindangheula, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini merupakan langkah awal sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dengan melibatkan kolaborasi antara Bank Sampah Sindangheula, Warung Sampah Banten, dan Bank Panin Dubai Syariah.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi langsung dari tiga narasumber, yakni Kepala Desa Sindangheula, Teli dari Warung Sampah Banten, serta Mutia dari Bank Panin Dubai Syariah.

Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran program bank sampah di desanya.
Bangun Kesadaran dan Nilai Ekonomi Sampah
Kepala Desa Sindangheula menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan sampah.
“Melalui bank sampah, kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga,” ujarnya.
Program ini menempatkan Bank Sampah Sindangheula sebagai penggerak utama, sementara Warung Sampah Banten bertindak sebagai penampung sekaligus pembeli sampah dari masyarakat.
Kolaborasi Sistem Tabungan Sampah
Teli dari Warung Sampah Banten menyatakan kesiapan pihaknya dalam menampung berbagai jenis sampah, terutama plastik yang memiliki nilai jual.
“Kami memastikan sampah dari warga dapat terserap dan memiliki manfaat ekonomi yang jelas,” katanya.
Sementara itu, Mutia dari Bank Panin Dubai Syariah menjelaskan inovasi sistem tabungan sampah yang menjadi bagian penting dalam program ini.
“Melalui sistem ini, masyarakat bisa menabung dari hasil sampah, baik secara digital maupun manual. Ini menjadi solusi keuangan berbasis lingkungan,” jelasnya.
Skema Pembayaran Fleksibel
Dalam implementasinya, masyarakat diberikan tiga pilihan hasil pengelolaan sampah, yakni:
- Dibayar secara tunai
- Ditukar dengan kebutuhan pokok seperti minyak sayur
- Ditabung dalam sistem tabungan sampah
Adapun fokus utama program ini adalah pengumpulan sampah plastik dengan insentif sebesar Rp500 per kilogram, dengan ketentuan sampah harus dalam kondisi bersih dan kering.
Target Lingkungan Bersih dan Sejahtera
Melalui roadshow ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan desa berbasis lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
(Reporter: Buhari)











Tinggalkan Balasan