Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Berita Desa · 24 Apr 2026 04:04 WIB ·

Roadshow Perdana Bank Sampah Sindangheula Dorong Ekonomi Warga dari Pengelolaan Sampah


 Edukasi pengelolaan sampah di Kampung Kepuh dan Benoa Lor buka peluang tabungan dan penghasilan baru bagi masyarakat Perbesar

Edukasi pengelolaan sampah di Kampung Kepuh dan Benoa Lor buka peluang tabungan dan penghasilan baru bagi masyarakat

SERANG | Gmanews.id  – Upaya meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis sampah mulai digencarkan melalui roadshow perdana Bank Sampah Sindangheula di Kampung Kepuh dan Kampung Benoa Lor, Desa Sindangheula, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00 hingga 17.00 WIB ini merupakan langkah awal sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dengan melibatkan kolaborasi antara Bank Sampah Sindangheula, Warung Sampah Banten, dan Bank Panin Dubai Syariah.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan edukasi langsung dari tiga narasumber, yakni Kepala Desa Sindangheula, Teli dari Warung Sampah Banten, serta Mutia dari Bank Panin Dubai Syariah.

Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran program bank sampah di desanya.

Antusiasme masyarakat terhadap kehadiran program bank sampah di desanya.

Bangun Kesadaran dan Nilai Ekonomi Sampah

Kepala Desa Sindangheula menegaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kebiasaan baru masyarakat dalam memanfaatkan sampah.

“Melalui bank sampah, kami ingin masyarakat memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah desa dan warga,” ujarnya.

Program ini menempatkan Bank Sampah Sindangheula sebagai penggerak utama, sementara Warung Sampah Banten bertindak sebagai penampung sekaligus pembeli sampah dari masyarakat.

Kolaborasi Sistem Tabungan Sampah

Teli dari Warung Sampah Banten menyatakan kesiapan pihaknya dalam menampung berbagai jenis sampah, terutama plastik yang memiliki nilai jual.

“Kami memastikan sampah dari warga dapat terserap dan memiliki manfaat ekonomi yang jelas,” katanya.

Sementara itu, Mutia dari Bank Panin Dubai Syariah menjelaskan inovasi sistem tabungan sampah yang menjadi bagian penting dalam program ini.

“Melalui sistem ini, masyarakat bisa menabung dari hasil sampah, baik secara digital maupun manual. Ini menjadi solusi keuangan berbasis lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga Berita :  Polsek Neglasari Tertibkan Parkir Liar di Jalan Buroq, Lalu Lintas Pagi Supaya Lebih Lancar

Skema Pembayaran Fleksibel

Dalam implementasinya, masyarakat diberikan tiga pilihan hasil pengelolaan sampah, yakni:

  • Dibayar secara tunai
  • Ditukar dengan kebutuhan pokok seperti minyak sayur
  • Ditabung dalam sistem tabungan sampah

Adapun fokus utama program ini adalah pengumpulan sampah plastik dengan insentif sebesar Rp500 per kilogram, dengan ketentuan sampah harus dalam kondisi bersih dan kering.

Target Lingkungan Bersih dan Sejahtera

Melalui roadshow ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan desa berbasis lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

(Reporter: Buhari)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Kades Mauk Barat Diduga Ucapkan “Punya Istri Satu Bego, Saya Mah Tiga”, Berujung Laporan Polisi

16 Juli 2026 - 13:29 WIB

Kepala Desa Mauk Barat, Samhudi, memilih menghindari pertanyaan media saat dimintai penjelasan mengenai maksud pernyataannya tentang "istri tiga" dan ucapan yang diduga menyebut masyarakat sebagai "dolog" atau "bego". Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari yang bersangkutan.

Bekali Siswa Baru Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah, SMPN 3 Sepatan Timur Gelar Pra MPLS

11 Juli 2026 - 03:23 WIB

Siswa /i Didik Baru Tengah mengikuti Tahapan Pra MPLS SMPN 3 Sepatan Timur
Trending di Berita Desa