Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Nasional · 23 Apr 2026 16:49 WIB ·

Ketum FWJ Indonesia Jelaskan Perbedaan HPS dan HPN Jelang Hari Pers Sedunia 2026


 Ketua Umum Forum Wartawan Jaya Indonesia, Mustofa Hadi Karya, yang akrab disapa Opan. Perbesar

Ketua Umum Forum Wartawan Jaya Indonesia, Mustofa Hadi Karya, yang akrab disapa Opan.

JAKARTA | Gmanews.id — Peringatan Hari Pers Sedunia (HPS) 2026 diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen global terhadap kebebasan pers dan perlindungan jurnalis. Ketua Umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia, Mustofa Hadi Karya, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas kondisi kebebasan pers di dunia.

Dalam keterangan resminya, Mustofa Hadi Karya yang akrab disapa Opan menyampaikan bahwa Hari Pers Sedunia yang diperingati setiap 3 Mei memiliki makna historis sejak ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1993.

“Peringatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah di seluruh dunia untuk menghormati kebebasan berekspresi serta melindungi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Ketum FWJ Indonesia tersebut, Kamis (23/4/2026).

Momentum Evaluasi dan Perlindungan Jurnalis

Menurut Opan, World Press Freedom Day merupakan ruang evaluasi terhadap independensi media sekaligus bentuk penghormatan kepada jurnalis yang menghadapi tekanan, kekerasan, bahkan kehilangan nyawa dalam menjalankan profesinya.

Ia menambahkan, peringatan ini juga berkaitan erat dengan Deklarasi Windhoek 1991 di Namibia yang menjadi tonggak prinsip kebebasan pers global.

“Deklarasi tersebut menjadi dasar penting bagi lahirnya Hari Pers Sedunia. Ini bukan hanya perayaan, tetapi simbol perjuangan kebebasan pers dunia,” jelasnya.

FWJ Indonesia dan WPO Gelar Peringatan Nasional

FWJ Indonesia bersama Word Peace Organization (WPO) akan menggelar peringatan HPS pada 2–3 Mei 2026 di Wisma Arga Muncar, Puncak, Bogor, Jawa Barat.

FWJ Indonesia dan WPO Gelar Peringatan Hari Pers Sedunia di Puncak Bogor

FWJ Indonesia dan WPO Gelar Peringatan Hari Pers Sedunia di Puncak Bogor

Kegiatan ini direncanakan dihadiri oleh sekitar 150 hingga 300 wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

“Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan solidaritas antarjurnalis di seluruh Indonesia,” kata Opan.

Perbedaan HPS dan HPN

Dalam kesempatan tersebut, Opan juga menegaskan perbedaan mendasar antara Hari Pers Sedunia (HPS) dan Hari Pers Nasional (HPN).

Baca Juga Berita :  Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan Ribuan Rokok Ilegal dan Narkotika dari 63 Perkara Inkrah

Menurutnya, HPS memiliki skala internasional dan diperingati setiap 3 Mei sebagai simbol kebebasan pers global. Sementara HPN diperingati setiap 9 Februari yang bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

“Perbedaan ini penting dipahami agar tidak terjadi kekeliruan. HPS adalah momentum global, sedangkan HPN merupakan peringatan nasional di Indonesia,” tegasnya.

Peran UNESCO dan Tantangan Jurnalisme

Setiap tahunnya, UNESCO juga menyelenggarakan konferensi internasional dalam rangka Hari Pers Sedunia untuk membahas isu-isu strategis, mulai dari etika jurnalistik hingga tantangan digitalisasi media.

FWJ Indonesia berharap melalui peringatan HPS 2026, kesadaran publik terhadap pentingnya kebebasan pers semakin meningkat serta tercipta ekosistem media yang independen, profesional, dan bertanggung jawab.

(_ pres rilis DPP Fwj Indonesia_)

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Tangerang Gandeng FMIPA UI Tingkatkan SDM Perumda Tirta Benteng Demi Pelayanan Air Bersih

13 Juli 2026 - 23:56 WIB

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Perumda Tirta Benteng dan LST FMIPA Universitas Indonesia (UI) di Neglasari, Senin (13/7/2026).

Usai Febrie Adriansyah Mundur, Rudi Margono Dipercaya Pimpin Sementara JAM Pidsus

11 Juli 2026 - 17:54 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan

11 Juli 2026 - 17:20 WIB

Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

7 Juli 2026 - 15:22 WIB

Gerbang Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Tangerang di Kota Tangerang, Provinsi Banten, menjadi sorotan menyusul dugaan adanya narapidana yang mengendalikan jaringan peredaran narkotika dari dalam lapas. Foto: Ilustrasi/Gmanews.id

Polresta Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ibu Korban Diduga Terima Rp14,5 Juta

25 Juni 2026 - 20:26 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur, Pelaku dan Ibu Korban Resmi Jadi Tersangka

SPMB Banten 2026 Disorot, Siswa Berjarak 362 Meter dari SMAN 15 Kota Tangerang Belum Lolos Jalur Domisili Wilayah

24 Juni 2026 - 13:05 WIB

Hasil seleksi SPMB Banten memicu pertanyaan soal transparansi sistem, akurasi penghitungan jarak, dan mekanisme verifikasi data peserta didik
Trending di Breaking News