KABUPATEN TANGERANG | Gmanews.id – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Tangerang menggelar Lomba Dai Kamtibmas di Masjid Al-Latief, Kamis (18/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Melalui ajang ceramah keagamaan itu, Polresta Tangerang mendorong para dai untuk menyampaikan pesan-pesan moral, persatuan, toleransi, serta kepedulian sosial kepada masyarakat sebagai fondasi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.
Kapolresta: Kamtibmas Adalah Tanggung Jawab Bersama
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan bahwa Lomba Dai Kamtibmas tidak hanya menjadi ajang kompetisi dakwah, tetapi juga wadah strategis dalam menyebarkan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
“Kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Indra Waspada saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga persatuan, menghindari konflik sosial, serta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum.
Peran Dai Dinilai Strategis Tangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian
Indra Waspada menjelaskan bahwa masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Di antaranya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, tindak pidana, hingga berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.
Karena itu, ia menilai dakwah yang sejuk dan menenangkan menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter masyarakat yang taat hukum serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Saat ini kita dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari tindak pidana, hoaks, ujaran kebencian, hingga berbagai potensi gangguan kamtibmas lainnya,” kata dia.
Dakwah Menyejukkan Diharapkan Jadi Pendingin di Tengah Persoalan Sosial
Lebih lanjut, Kapolresta Tangerang menekankan bahwa para dai memiliki posisi strategis sebagai penyampai pesan moral yang mampu menjadi penengah sekaligus pendingin di tengah berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Melalui pendekatan keagamaan yang humanis dan menyentuh hati, para dai diharapkan mampu memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persatuan bangsa.
Polresta Tangerang Dorong Kolaborasi Berkelanjutan dengan Tokoh Agama
Dalam kesempatan tersebut, Indra Waspada berharap Lomba Dai Kamtibmas dapat melahirkan dai-dai yang aktif berkontribusi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Serta dai menjadi mitra Polri dalam memelihara situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 yang menitikberatkan pada penguatan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, serta harmonis.











Tinggalkan Balasan