Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Kesehatan

RSUD Kota Tangerang Terus Berikan Layanan Rehabilitasi Medik dan Prostetik untuk Tingkatkan Kemandirian Pasien

Muhayar. – Gmanews.id
Sabtu, 20 Juni 2026 12:33 WIB

Layanan Rehabilitasi Medik RSUD Kota Tangerang Bantu Pasien Kembali Aktif dengan Dukungan Prostetik dan Ortotik Modern Perbesar

Layanan Rehabilitasi Medik RSUD Kota Tangerang Bantu Pasien Kembali Aktif dengan Dukungan Prostetik dan Ortotik Modern

KOTA TANGERANG – RSUD Kota Tangerang terus memperkuat pelayanan kesehatan melalui pengembangan layanan rehabilitasi medik dan prostetik yang berorientasi pada pemulihan fungsi tubuh serta peningkatan kualitas hidup pasien. Layanan ini menjadi bagian penting dalam membantu pasien pasca sakit, cedera, maupun operasi agar dapat kembali beraktivitas secara mandiri.

Melalui Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Tangerang, pasien mendapatkan pendampingan komprehensif untuk memulihkan kemampuan gerak, meningkatkan fungsi tubuh, sekaligus mencegah terjadinya komplikasi selama masa pemulihan.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (SpKFR) RSUD Kota Tangerang, Dr. Asri Sp.KFR, menjelaskan bahwa rehabilitasi medik merupakan layanan kesehatan yang dirancang untuk membantu pasien mencapai kemampuan fungsional terbaik sesuai kondisi medis masing-masing.

“Rehabilitasi medik berperan penting dalam mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami keterbatasan akibat penyakit, operasi, maupun cedera. Tujuannya agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal dan mandiri,” ujar Dr. Asri Sp.KFR.

Peran Penting Rehabilitasi Medik dalam Pemulihan Pasien

Selain membantu pemulihan fungsi tubuh, rehabilitasi medik juga berfungsi mencegah berbagai komplikasi yang kerap muncul selama proses penyembuhan. Beberapa di antaranya meliputi kekakuan sendi, kelemahan otot, nyeri berkepanjangan, hingga luka tekan atau dekubitus.

Pelayanan rehabilitasi medik di RSUD Kota Tangerang didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter SpKFR, fisioterapis, okupasi terapis, psikolog, serta tenaga kesehatan lainnya. Kolaborasi tersebut memungkinkan pasien memperoleh program terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Memahami Perbedaan Ortotik dan Prostetik

Dalam layanan rehabilitasi medik, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Unit Ortotik Prostetik Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD Kota Tangerang.

Ortotik merupakan alat bantu yang digunakan untuk menopang, melindungi, atau memperbaiki fungsi anggota tubuh yang masih ada namun mengalami gangguan. Sementara prostetik adalah alat pengganti anggota tubuh yang hilang akibat amputasi atau kondisi medis tertentu.

Baca Juga Berita :  Remaja 14 Tahun Luka Parah dalam Tawuran, Polisi Tangkap Pelaku dibekasi

Kedua layanan tersebut dirancang untuk membantu pasien memperoleh mobilitas yang lebih baik, meningkatkan kemandirian, serta mendukung aktivitas sehari-hari secara optimal.

Prostesis Membuka Peluang Hidup Lebih Mandiri

Menurut Dr. Asri Sp.KFR, penggunaan prostesis atau kaki dan tangan palsu memberikan kesempatan bagi penyandang amputasi untuk kembali menjalani kehidupan secara produktif.

Banyak pengguna prostesis yang mampu kembali bekerja, berolahraga, mengemudi, hingga aktif dalam kegiatan sosial setelah menjalani program rehabilitasi yang tepat dan berkelanjutan.

“Keberhasilan penggunaan prostesis ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni prostesis yang sesuai kebutuhan pasien, latihan yang konsisten, serta kesiapan mental untuk beradaptasi dengan kondisi baru,” jelas Dr. Asri Sp.KFR.

Pada tahap awal penggunaan alat, pasien umumnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun seiring berjalannya waktu, kemampuan fungsional serta rasa percaya diri biasanya akan meningkat secara bertahap.

Tahapan Pembuatan dan Pemasangan Prostesis di RSUD Kota Tangerang

Untuk memperoleh prostesis, pasien terlebih dahulu menjalani konsultasi dengan dokter SpKFR guna mengevaluasi kondisi sisa anggota gerak, riwayat kesehatan, serta target aktivitas yang ingin dicapai.

Selanjutnya dilakukan proses pengukuran dan pencetakan bagian tubuh yang akan dipasangi prostesis. Tahapan ini menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kenyamanan dan kesesuaian alat bagi pengguna.

Setelah proses pembuatan, pasien menjalani tahap uji coba menggunakan socket sementara. Apabila ditemukan titik tekanan yang menimbulkan ketidaknyamanan, maka akan dilakukan penyesuaian sebelum pemasangan prostesis final.

Usai pemasangan, pasien mengikuti program latihan bersama fisioterapis untuk meningkatkan kemampuan berjalan, menjaga keseimbangan, naik turun tangga, hingga melakukan aktivitas fungsional lainnya.

Kontrol rutin juga menjadi bagian penting dalam perawatan prostesis guna memastikan alat tetap berfungsi optimal. Hal ini terutama diperlukan pada anak-anak yang masih mengalami pertumbuhan maupun pasien dewasa yang membutuhkan penyesuaian berkala.

Baca Juga Berita :  Soal SLHS SPPG, Sekdis Kesehatan Kabupaten Tangerang Beri Penjelasan, FWJI Korwil Tangkab Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik

Setiap Prostesis Dirancang Sesuai Kebutuhan Individu

Dr. Asri Sp.KFR menegaskan bahwa prostesis tidak dibuat berdasarkan ukuran standar. Setiap alat dirancang secara individual dengan mempertimbangkan bentuk dan panjang sisa anggota gerak, berat badan, aktivitas harian, usia, kondisi kulit, hingga tujuan penggunaan.

Pasien dengan aktivitas fisik tinggi tentu membutuhkan spesifikasi prostesis yang berbeda dibandingkan pengguna yang hanya memerlukan alat untuk mobilitas di lingkungan rumah.

Karena itu, penentuan jenis prostesis dilakukan melalui kolaborasi antara dokter rehabilitasi medik, teknisi ortotik prostetik, terapis, dan pasien agar manfaat yang diperoleh dapat maksimal.

Pesan Optimisme bagi Penyandang Disabilitas Fisik

Di akhir wawancara, Dr. Asri Sp.KFR mengajak masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik untuk tetap optimistis menjalani proses pemulihan.

“Kecacatan fisik bukan akhir dari kehidupan, melainkan awal dari cara baru untuk menjalani hidup. Dengan rehabilitasi medik dan alat bantu yang tepat, banyak pasien yang mampu kembali bekerja, bersekolah, membangun keluarga, bahkan berprestasi di bidang olahraga,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa rasa nyeri, kesulitan beradaptasi, maupun frustrasi pada tahap awal merupakan hal yang wajar selama proses rehabilitasi berlangsung.

“Jangan ragu datang ke dokter rehabilitasi medik dan sampaikan target yang ingin dicapai. Dari target sederhana seperti ingin berjalan mandiri, beribadah sendiri, atau menggendong cucu, kita bisa membangun kemandirian yang lebih besar. Yang terpenting adalah menerima kondisi, terus berlatih, dan beradaptasi,” tutup Dr. Asri Sp.KFR.

(Yan)

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kades Gaga Fasilitasi Musyawarah Warga dan Pengusaha Ayam Potong, Sepakati Perbaikan Pengelolaan Limbah

26 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Musyawarah Bersama Kades Gaga Dan Pengusaha Ayam potong dan Masyarakat, Rabu 26-08-2026

Sekwil FWJ Indonesia Korwil Tangkab Apresiasi SPPG Mauk Tanjung Anom Telah Memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

26 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Dokumen Sertifikat Laik Higiene Sanitasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tangerang Mauk Tanjung Anom yang diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. (Photo Istimewa: @gmanews.id)

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Usaha Pemotongan Ayam di Desa Gaga Dikeluhkan Warga

25 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Saluran pembuangan dan penampungan limbah pemotongan ayam fillet di Desa Gaga, Selasa, 25-08-2026

Soal SLHS SPPG, Sekdis Kesehatan Kabupaten Tangerang Beri Penjelasan, FWJI Korwil Tangkab Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik

22 Agustus 2026 - 09:39 WIB

Kalau yang dimaksud keterangan gambar sesuai visual foto, lebih tepat: Keterangan Foto: Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Sekretaris Dinkes Kabupaten Tangerang, dr. Sri Indriani, M.K.M. (Editor : Muhayar Redaktur Gmanews.id)

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)

Hari Kedua Kebakaran Asap Pekat Selimuti Areal TPA Jatiwaringin Dan Sekitarnya

1 Juli 2026 - 09:44 WIB

Kondisi Terkini Kebakaran TPA Jatiwaringin Areal di Selimuti Asap Tebal, Selasa 01-07-2026
Trending di Berita Desa