Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Kesehatan · 16 Jun 2026 17:53 WIB ·

Manfaat Daun Sisik Naga untuk Kesehatan: Tanaman Liar di Batang Pohon yang Kaya Senyawa Obat Alami


 ‎Daun Sisqik Naga, Herbal Tradisional yang Menyimpan Potensi Farmakologi Modern Perbesar

‎Daun Sisqik Naga, Herbal Tradisional yang Menyimpan Potensi Farmakologi Modern

Kabupaten Tangerang | Gmanews.id – Di balik ukurannya yang kecil dan kerap dianggap tanaman liar, daun sisik naga ternyata menyimpan berbagai senyawa aktif yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Tanaman yang tumbuh menempel pada batang pohon, bebatuan, hingga dinding lembap ini telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional untuk berbagai keluhan kesehatan.

Daun sisik naga dikenal dengan nama ilmiah Drymoglossum piloselloides atau Pyrrosia piloselloides. Tumbuhan epifit ini banyak ditemukan di wilayah tropis, termasuk Indonesia, dan memiliki karakteristik daun kecil berbentuk bulat hingga lonjong menyerupai sisik.

Berbagai penelitian menunjukkan tanaman ini mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang berpotensi berperan sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, hingga membantu proses penyembuhan luka.

Kandungan Senyawa Obat dalam Daun Sisik Naga

Secara ilmiah, daun sisik naga diketahui mengandung sejumlah metabolit sekunder yang memiliki aktivitas biologis penting bagi tubuh.

Beberapa kandungan utama yang ditemukan dalam daun sisik naga antara lain:

  • Flavonoid – berfungsi sebagai antioksidan alami yang membantu menangkal radikal bebas.
  • Tanin – memiliki sifat antibakteri dan membantu mempercepat penyembuhan luka.
  • Saponin – berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh serta menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
  • Polifenol – membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif.
  • Triterpenoid – dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi.
  • Steroid alami – berpotensi membantu proses regenerasi jaringan.
  • Senyawa fenolik – berperan sebagai antioksidan dan pelindung sel.
  • Minyak atsiri – memberikan efek biologis tertentu yang mendukung kesehatan tubuh.

Kombinasi berbagai senyawa tersebut membuat daun sisik naga menjadi salah satu tanaman herbal yang menarik perhatian peneliti di bidang farmasi dan kesehatan.

Berpotensi Menangkal Radikal Bebas

Radikal bebas merupakan salah satu faktor yang dapat memicu kerusakan sel dalam tubuh. Kondisi ini sering dikaitkan dengan penuaan dini hingga berbagai penyakit degeneratif.

Baca Juga Berita :  Daihatsu Xenia 2026: Harga Terbaru, Tipe Lengkap, dan Sinyal Menuju Teknologi Hybrid

Kandungan flavonoid dan polifenol dalam daun sisik naga diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif akibat paparan radikal bebas.

Membantu Menghambat Pertumbuhan Bakteri

Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak daun sisik naga memiliki aktivitas antibakteri terhadap sejumlah mikroorganisme penyebab penyakit.

Sifat antibakteri tersebut diduga berasal dari kandungan tanin, flavonoid, dan saponin yang mampu mengganggu pertumbuhan bakteri tertentu sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam pengembangan obat herbal.

Berpotensi Meredakan Peradangan dan Mempercepat Penyembuhan Luka

Kandungan triterpenoid, flavonoid, dan senyawa fenolik dalam daun sisik naga diketahui memiliki sifat antiinflamasi atau antiperadangan.

Dalam pengobatan tradisional, daun sisik naga juga kerap digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan luka ringan karena dipercaya mampu mendukung regenerasi jaringan kulit.

Potensi untuk Penelitian Diabetes dan Kanker

Sejumlah kajian ilmiah awal mengungkapkan adanya aktivitas antihiperglikemia pada ekstrak daun sisik naga yang berpotensi membantu mengontrol kadar gula darah.

Selain itu, beberapa penelitian laboratorium juga menemukan adanya aktivitas sitotoksik terhadap sel tertentu yang membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam riset antikanker. Meski demikian, manfaat tersebut masih memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia.

Tumbuh Menempel di Pohon dan Bebatuan Tanpa Merusak Inang

Berbeda dengan tanaman obat pada umumnya, sisik naga merupakan tumbuhan epifit yang hidup menempel pada batang pohon, batu, maupun permukaan lembap lainnya.

Meski menempel pada pohon, tanaman ini tidak mengambil nutrisi dari inangnya sehingga tidak bersifat parasit. Kemampuannya bertahan di berbagai kondisi lingkungan membuat sisik naga mudah ditemukan di pekarangan, kebun, hingga kawasan hutan tropis.

Perlu Didukung Penelitian Lebih Lanjut

Meski memiliki berbagai potensi manfaat kesehatan, penggunaan daun sisik naga sebagai obat herbal tetap memerlukan kehati-hatian. Para ahli menegaskan bahwa pemanfaatannya tidak boleh menggantikan pengobatan medis tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga Berita :  Pemerintah Realokasikan 11 Juta Data PBI, Validasi Dipercepat Demi Subsidi Tepat Sasaran

Dengan kandungan flavonoid, tanin, saponin, polifenol, triterpenoid, steroid alami, senyawa fenolik, dan minyak atsiri, daun sisik naga menjadi salah satu kekayaan hayati Indonesia yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan sebagai bahan penelitian dan pengobatan herbal di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)

Pemkot Tangerang Gandeng FMIPA UI Tingkatkan SDM Perumda Tirta Benteng Demi Pelayanan Air Bersih

13 Juli 2026 - 23:56 WIB

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Perumda Tirta Benteng dan LST FMIPA Universitas Indonesia (UI) di Neglasari, Senin (13/7/2026).

Hari Kedua Kebakaran Asap Pekat Selimuti Areal TPA Jatiwaringin Dan Sekitarnya

1 Juli 2026 - 09:44 WIB

Kondisi Terkini Kebakaran TPA Jatiwaringin Areal di Selimuti Asap Tebal, Selasa 01-07-2026

Polresta Tangerang Tetapkan Dua Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ibu Korban Diduga Terima Rp14,5 Juta

25 Juni 2026 - 20:26 WIB

Polresta Tangerang Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur, Pelaku dan Ibu Korban Resmi Jadi Tersangka

SPMB Banten 2026 Disorot, Siswa Berjarak 362 Meter dari SMAN 15 Kota Tangerang Belum Lolos Jalur Domisili Wilayah

24 Juni 2026 - 13:05 WIB

Hasil seleksi SPMB Banten memicu pertanyaan soal transparansi sistem, akurasi penghitungan jarak, dan mekanisme verifikasi data peserta didik

RSUD Kota Tangerang Terus Berikan Layanan Rehabilitasi Medik dan Prostetik untuk Tingkatkan Kemandirian Pasien

20 Juni 2026 - 12:33 WIB

Layanan Rehabilitasi Medik RSUD Kota Tangerang Bantu Pasien Kembali Aktif dengan Dukungan Prostetik dan Ortotik Modern
Trending di Kesehatan