Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Daerah · 21 Apr 2026 05:10 WIB ·

Warga Desak Perbaikan Pasar Petir Serang Selatan, Soroti Lantai Rusak dan Fasilitas Tak Layak


 Desakan Perbaikan Infrastruktur Pasar Petir di Serang Selatan Menguat Perbesar

Desakan Perbaikan Infrastruktur Pasar Petir di Serang Selatan Menguat

SERANG | Gmanews.id — Aktivitas ekonomi di Pasar Petir, Kabupaten Serang, Banten terus berjalan setiap hari meski kondisi infrastruktur di sejumlah titik dinilai memprihatinkan. Warga, pedagang, hingga pengunjung kini mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan Pasar Petir Serang Selatan yang dianggap sudah tidak layak.

Pasar yang menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat Kecamatan Petir, Tunjung Teja, dan Cikeusal tersebut disebut mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas dasar, terutama pada bagian lantai, pagar, dan akses jalan di dalam area pasar.

Lantai Pasar Rusak, Debu dan Becek Ganggu Aktivitas Warga

Kerusakan paling menonjol terlihat pada area lantai pasar dan jalur akses kendaraan yang hanya menyisakan material batu dan tanah. Kondisi ini menimbulkan masalah ganda bagi aktivitas harian.

Saat musim kemarau, area pasar dipenuhi debu yang mengganggu pedagang dan pembeli. Sementara ketika hujan turun, lokasi berubah menjadi becek dan licin sehingga menyulitkan mobilitas pengunjung.

Seorang pedagang setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut banyak pengunjung merasa tidak nyaman berbelanja di Pasar Petir karena akses jalan yang tidak memadai.

Pengendara Roda Dua Keluhkan Risiko Keselamatan

Selain pejalan kaki dan pedagang, pengguna kendaraan roda dua juga terdampak kondisi fasilitas Pasar Petir Banten yang rusak. Permukaan jalan berbatu dinilai berisiko terhadap keselamatan, terutama saat pasar ramai pengunjung.

Sejumlah pengendara mengaku harus lebih berhati-hati saat melintas di area tersebut karena kondisi jalan yang tidak rata dan minim perbaikan.

Aktivis Minta Dinas Perkim Banten dan Pemkab Serang Bertindak

Menanggapi kondisi tersebut, aktivis Serang Selatan, Oman Sumantri, meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, baik Pemerintah Kabupaten Serang maupun Pemerintah Provinsi Banten.

Baca Juga Berita :  Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Riset Energi Terbarukan untuk Dukung Transisi Nasional

Ia menilai fasilitas publik seperti pasar seharusnya memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti alokasi anggaran yang dinilai dapat diarahkan untuk perbaikan infrastruktur pasar.

“Saya berharap ada perhatian dari Pemkab Serang terhadap keluhan warga. Dinas Perkim Banten juga jangan tutup mata. Daripada ada sisa anggaran (SILPA), lebih baik dialokasikan untuk perbaikan Pasar Petir,” ujar Oman.

Oman juga mengusulkan agar perbaikan dilakukan menggunakan paving blok pada area lantai pasar. Menurutnya, metode tersebut dinilai lebih layak dan mudah diawasi oleh masyarakat sekitar untuk memastikan kualitas pekerjaan.

Warga Harap Perbaikan Segera Direalisasikan

Hingga kini, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menangani lantai pasar rusak di Serang tersebut. Perbaikan dinilai penting agar aktivitas ekonomi di Pasar Petir dapat kembali berjalan optimal dan lebih aman bagi seluruh pengguna.

Tanpa perbaikan yang cepat, warga khawatir kondisi tersebut akan terus mengganggu kenyamanan sekaligus menghambat roda perekonomian lokal di wilayah Serang Selatan.

(Red-buhari)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dugaan Tanpa Papan KIP, Sejumlah Proyek Pokir di Kecamatan Sepatan Disorot, Transparansi Anggaran Dipertanyakan

23 Juli 2026 - 11:43 WIB

Gambar hanya Ilustrasi : Proyek APBD Tanpa Papan Keterangan Informasi Publik ‎

Keluhan Tak Kunjung di Respon,Warga Tanah Merah Bereaksi Gotong Royong Bersihkan Saluran Drainase

23 Juli 2026 - 07:47 WIB

Warga Kampung Tanah Merah RT 02/02 Desa Tanah Merah Gotong Royong Bersihkan Drainase, Kamis 23-07-2026

FWJI Kabupaten Tangerang Soroti Dugaan Ketidaksesuaian RAB Proyek P3-TGAI di Tanjung Anom

17 Juli 2026 - 03:28 WIB

Lokasi pekerjaan Program P3TGAI (P3A Mitra Cai Asem) Desa Tanjung Anom, Kec Mauk, Kamis 16-07-2026

Diduga Tak Sesuai RAB, Pekerjaan P3A di Tanjung Anom Gunakan Batu Bekas Irigasi, Efisiensi Anggaran Dipertanyakan

16 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pekerja Proyek Irigasi P3A Mitra Cai Asem di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk (16-07-2026)

Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang

15 Juli 2026 - 12:08 WIB

Berawal dari Janji Pemecahan Sertifikat, Dugaan Penipuan Rp50 Juta Kini Diproses Polisi

Di Duga Pengusaha di Bantaran Cisadane Teluknaga dan Pakuhaji Buang Limbah B3 di Sungai

15 Juli 2026 - 03:06 WIB

Terlihat dalam gambar air hitam dan berbau dari salah satu perusahaan mengalir ke sungai Cisadane (14/07/2026)
Trending di Daerah