Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Warga Surya bahari Pakuhaji Resah Ada Penjual Tramadol di Ranggon

Muhayar. – Gmanews.id
Senin, 7 September 2026 04:23 WIB

Gambar hanya Ilustrasi: Obat Keras Tipe G Jenis Tramadol Perbesar

Gambar hanya Ilustrasi: Obat Keras Tipe G Jenis Tramadol

TANGERANG | Gmanews.id – Warga Desa Surya bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang menyebut, ada ranggon yang sering dijadikan transaksi obat keras tipe G tramadol dan sejenisnya dengan bebas tanpa adanya resep dokter.

Warga merasa khawatir dan meminta pihak berwenang segera menindak lanjuti penjualan obat keras tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima, lokasi ranggon belakangan ini diduga sering didatangi orang untuk transaksi obat keras.

“Oh yah pak, itu ada yang jual obat tramadol biasanya di Ranggon (Saung) belakang, namanya Bom – Bom,” ucap singkat warga Suryabahari yang namanya enggan dipublikasikan, Minggu (6/9/2026) sore.

Hal yang sama diutarakan masih warga Desa Surya bahari inisial M, dirinya mengaku sering melihat Ranggon (Saung) tersebut dijadikan untuk tempat transaksi obat keras tipe G jenis tramadol dan yang lainnya.

“Ya itu, kadang suka ada yang beli obat tramadol, yang beli suka kumpul sama penjual panggilannya Bom – Bom di Ranggon (Saung),” tuturnya.

Ia mengatakan, bahwa penjual obat keras tipe G di Ranggon seperti memiliki mata – mata. Setiap kali ada orang luar yang pantau, katanya, penjual obat tersebut langsung pergi menghilang entah kemana.

“Kadang suka aneh saya, seperti ada yang kasih tahu kalau ada orang yang pantau, penjualnya langsung pergi tinggalin Ranggon, jualannya langsung berhenti,” ujarnya.

Warga berharap pihak berwenang segera bertindak sebelum korban dan dampak buruk peredaran obat terlarang ini semakin meluas di tengah masyarakat Desa Surya bahari.

Sampai berita ini diterbitkan, wartawan terus berusaha mencari Bom – Bom yang disebut – sebut warga sebagai penjual obat terlarang, untuk dikonfirmasi terkait kebenarannya.(Yanti)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan

Kapolsek Sepatan: Kecelakaan di Kawasan BBI Sudah Ditangani Tim Laka Polres

13 September 2026 - 14:49 WIB

Tim Laka Polres Metro Tangerang Kota, Cek TKP Kecelakaan di Kawasan BBI

Sinergi Pemerintah Dan Warga, Program RTLH Desa Sarakan Berjalan Sukses

12 September 2026 - 09:43 WIB

Serah Terima Kunci Program RTLH di Aula Kantor Desa Sarakan

Berawal dari CSR PIK 2 Rp100 Juta, KDMP Pondok Jaya Sukses Kelola Gerai Sembako

11 September 2026 - 09:38 WIB

Gerai Sembako milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pondok Jaya
Trending di Berita Desa