TANGERANG | Gmanews.id – Di tengah sorotan publik terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, KDMP Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan, justru menunjukkan eksistensinya melalui unit usaha yang nyata dan berjalan.
Berbekal modal awal bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PIK 2 sebesar Rp100 juta, KDMP Pondok Jaya berhasil membuka dan mengelola Gerai Sembako yang hingga kini masih beroperasi melayani kebutuhan masyarakat.
Dalam pantauan awak media, gerai yang berlokasi di wilayah Desa Pondok Jaya itu menjual berbagai kebutuhan pokok masyarakat mulai dari beras, minyak goreng, gas elpiji 3 kilogram, makanan ringan hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Meski harus bersaing dengan toko dan warung sembako yang lebih dulu berdiri, Gerai Sembako KDMP Pondok Jaya mampu bertahan dengan tata kelola usaha yang terukur serta penerapan margin keuntungan yang tidak memberatkan masyarakat.
Tak hanya itu, KDMP Pondok Jaya juga menggandeng distributor besar seperti Indo Grosir guna menjaga ketersediaan barang sekaligus memperoleh harga yang kompetitif.
Ketua KDMP Pondok Jaya, Dini Triandini mengatakan, gerai sembako tersebut dibangun menggunakan modal awal bantuan CSR PIK 2 yang diberikan kepada koperasi.

Ketua KDMP Pondok Jaya, Dini Triandini
Menurutnya, pada awalnya dirinya sempat ragu untuk menjalankan usaha tersebut. Namun bersama para pengurus, ia akhirnya bertekad memanfaatkan bantuan yang diberikan sesuai tujuan awal, yakni memperkuat unit usaha koperasi dan meningkatkan manfaat bagi masyarakat.
”Awalnya memang ada rasa ragu, karena mengelola usaha itu tidak mudah. Tapi kami berpikir bantuan ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan anggota koperasi. Akhirnya kami sepakat membuka gerai sembako sebagai langkah awal pengembangan usaha koperasi,” ujar Dini.Kamis 10-09-2026
Dini menjelaskan, keberadaan gerai sembako bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan juga menjadi sarana memperkenalkan koperasi kepada masyarakat agar semakin banyak warga yang bergabung sebagai anggota.
”Harapan kami sesuai amanat bantuan CSR dan semangat pemerataan ekonomi yang digaungkan pemerintah, koperasi ini bisa menjadi wadah ekonomi masyarakat desa. Semakin banyak warga yang bergabung, semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan bersama,” katanya.
Ia berharap ke depan jumlah anggota KDMP Pondok Jaya terus bertambah sehingga koperasi dapat mengembangkan unit usaha lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Diana, warga sekitar mengaku keberadaan Gerai Sembako KDMP Pondok Jaya cukup membantu masyarakat.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan pokok yang dijual memiliki harga yang relatif terjangkau dibandingkan harga pasaran.
”Di gerai itu kita beli tabung gas ukuran 3 kilogram hanya Rp19 ribu. Harga kebutuhan lainnya juga cukup terjangkau,” ujarnya.
Diketahui, hingga saat ini jumlah anggota aktif di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pondok Jaya telah mencapai sekitar 120 orang.
Selain membuka Gerai Sembako, KDMP Pondok Jaya juga telah menjalankan program tabungan mandiri bagi anggota koperasi tanpa potongan administrasi.
Keberhasilan KDMP Pondok Jaya membangun unit usaha yang berjalan menjadi bukti bahwa bantuan CSR yang diberikan kepada koperasi dapat diwujudkan menjadi kegiatan ekonomi produktif apabila dikelola secara serius dan transparan.
Di sisi lain, kondisi tersebut sekaligus menjadi perhatian publik mengingat masih terdapat sejumlah KDMP di wilayah Kabupaten Tangerang yang hingga kini belum menunjukkan aktivitas usaha yang terlihat jelas meski sama-sama menerima bantuan permodalan.
Karena itu, masyarakat berharap setiap bantuan yang diberikan kepada koperasi benar-benar digunakan sesuai tujuan awalnya, yakni memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberikan manfaat nyata bagi warga desa.












Tinggalkan Balasan