Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

Muhayar. – Gmanews.id
Senin, 5 Oktober 2026 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026 Perbesar

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

‎

‎
‎TANGERANG | Gmanews.id — Sejumlah warga Kampung Kramat RT 01/02, Desa Kramat, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, kompak melakukan kerja bakti membersihkan saluran irigasi, Senin (05-10-2026).
‎
‎Kegiatan tersebut dilakukan masyarakat, khususnya para petani, sebagai bentuk kepedulian dan inisiatif warga menyusul kondisi saluran irigasi yang sebelumnya tertimbun tumpukan tanah dan dipenuhi material serta sampah.
‎
‎Akibat kondisi tersebut, aliran air menuju lahan persawahan warga terganggu. Para petani mengaku kekurangan pasokan air sehingga sejumlah lahan sawah mengalami kekeringan dan berdampak terhadap hasil panen.
‎
‎Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, tumpukan tanah yang menutup saluran irigasi tersebut diduga merupakan dampak dari aktivitas pengurugan di sekitar lokasi yang dilakukan oleh salah satu pengembang.
‎
‎Kondisi itu kemudian membuat para petani berinisiatif turun langsung membersihkan saluran. Dengan menggunakan peralatan sederhana, warga bersama-sama mengangkat tanah, lumpur, sampah dan material yang menyumbat saluran.
‎
‎Herman, salah seorang petani setempat, mengatakan kerja bakti tersebut dilakukan sebagai solusi sementara agar aliran air kembali mengairi persawahan warga.
‎
‎“Kami lakukan ini supaya air bisa kembali mengalir ke sawah. Selama saluran tidak berfungsi, sawah kekurangan air dan hasil panen juga tidak maksimal,” kata Herman.
‎

Gambar Saluran Irigasi Sebelum Kerja Bakti di Laksanakan, Tertutup Material sampah dan Tanah

Gambar Saluran Irigasi Sebelum Kerja Bakti di Laksanakan, Tertutup Material sampah dan Tanah

‎Menurutnya, dampak kekurangan air cukup terasa bagi para petani. Bahkan, Herman mengaku hasil panen dari lahan yang dikelolanya mengalami penurunan cukup drastis.
‎
‎“Kalau tiga petak saja, waktu panen paling hanya dapat sekitar tiga karung. Jelas kami merasa rugi karena sawah tidak mendapatkan pasokan air yang cukup,” ungkapnya.
‎
‎Keluhan serupa disampaikan Marham, petani lainnya. Ia mengatakan sejak saluran irigasi tidak berfungsi dengan baik, kondisi lahan sawah menjadi kekurangan air hingga mengalami kekeringan.
‎
‎“Sejak air tidak lancar, hasil panen turun. Sawah kekurangan air, kalau kondisi seperti ini terus petani yang paling merasakan kerugiannya,” ujar Marham.
‎
‎Sementara itu, Iyus, tokoh pemuda setempat yang turut peduli terhadap kondisi para petani, kemudian melakukan konsolidasi bersama warga untuk mencari solusi agar saluran irigasi yang tertimbun tersebut bisa kembali berfungsi.
‎
‎Setelah dilakukan musyawarah bersama para petani, warga akhirnya sepakat melakukan kerja bakti secara gotong royong dengan membersihkan saluran yang tertutup tanah dan berbagai material.
‎
‎“Alhamdulillah kini saluran irigasi telah kembali normal. Sebelumnya petani mengeluhkan hasil panen turun, tidak maksimal akibat sawah kering karena tidak ada pasokan air yang memadai,” kata Iyus.
‎
‎“Melihat kondisi itu, kami kemudian bermusyawarah dengan para petani mencari solusi. Akhirnya kami lakukan giat gotong royong bersama-sama mengangkat tanah yang menutupi saluran irigasi ini,” sambungnya.
‎
‎Iyus menegaskan kegiatan tersebut murni merupakan inisiatif masyarakat, khususnya para petani yang merasa membutuhkan kembali berfungsinya saluran irigasi untuk menunjang aktivitas pertanian mereka.
‎
‎Menurutnya, langkah warga tersebut bukan berarti mengabaikan ataupun tidak menghormati keberadaan pemerintah maupun lembaga terkait. Namun, kondisi di lapangan membuat masyarakat memilih bergerak terlebih dahulu agar persoalan aliran air tidak semakin berdampak terhadap lahan dan hasil panen petani.
‎
‎“Ini murni kepedulian masyarakat terhadap petani. Tidak ada tendensi apa pun. Kami hanya ingin saluran ini kembali berfungsi sehingga sawah warga bisa mendapatkan air. Kalau menunggu terlalu lama, kasihan petani karena mereka yang langsung merasakan dampaknya,” pungkas Iyus.
‎
‎Kerja bakti tersebut sekaligus menunjukkan kepedulian warga terhadap keberlangsungan lahan pertanian di wilayah tersebut. Warga berharap kondisi saluran irigasi yang telah dibersihkan dapat terus terjaga sehingga pasokan air ke persawahan tidak kembali terganggu.

Baca Juga Berita :  Ada Apa di Balik Chat Penagihan SPP Oleh Wali Kelas XII SMK Wahana Harapan Tegalangus ‎
Artikel ini telah dibaca 38 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan

Revitalisasi SDN Muara 1 Disorot, Papan Proyek Baru Muncul Setelah Ramai Pemberitaan

14 September 2026 - 03:53 WIB

Program Revitalisasi Gedung Sekolah SDN Muara 1, Kecamatan Teluknaga
Trending di Daerah