Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Diduga Timbulkan Bau Menyengat, Usaha Pemotongan Ayam di Desa Gaga Dikeluhkan Warga

Muhayar. – Gmanews.id
Selasa, 25 Agustus 2026 16:27 WIB

Saluran pembuangan dan penampungan limbah pemotongan ayam fillet di Desa Gaga, Selasa, 25-08-2026 Perbesar

Saluran pembuangan dan penampungan limbah pemotongan ayam fillet di Desa Gaga, Selasa, 25-08-2026

‎‎
‎TANGERANG | Gmanews.id – Sebuah usaha pemotongan ayam filet yang berlokasi di Kampung Tengkolo RT 02/02, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang menuai keluhan warga sekitar.
‎
‎Pasalnya, usaha pemotongan ayam yang disinyalir telah berdiri hampir satu tahun tersebut diduga menimbulkan limbah beraroma tak sedap. Warga mengaku kerap mencium bau amis yang menyengat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
‎
‎Berdasarkan pantauan di lokasi usaha pemotongan ayam yang berada di pinggir jalan utama Desa Gaga itu berdekatan dengan permukiman warga. Di samping bangunan gudang terlihat sebuah tempat penampungan limbah, Selasa 25-08-2026
‎
‎Dari lokasi tersebut tampak air berwarna kemerahan mengalir dari dalam gudang menuju penampungan. Aroma amis tercium cukup kuat di sekitar area penampungan limbah yang berada dalam kondisi terbuka.
‎
‎Salah seorang warga berinisial Y, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengaku hampir setiap hari mencium bau tak sedap yang berasal dari usaha pemotongan ayam tersebut.
‎
‎”Baunya hampir setiap hari, kadang bikin pusing kepala. Bahkan baunya sampai masuk ke dalam pabrik tempat saya kerja,” ujar Y.
‎
‎Menurutnya, aroma yang ditimbulkan cukup menyengat dan sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar.
‎
‎Hal senada disampaikan warga lainnya berinisial AN. Pria yang dikenal sebagai pengajar pengajian di lingkungan setempat itu mengaku sering mencium aroma tidak sedap saat sedang mengajar mengaji.
‎
‎”Kalau bau sih pasti ada setiap hari, apalagi di musim kemarau seperti sekarang. Bahkan saat ada pengajian, baunya sampai masuk ke dalam ruangan,” katanya saat ditemui di kediamannya.
‎
‎AN juga mengungkapkan bahwa usaha pemotongan ayam tersebut sebelumnya pernah mendapat protes dari warga terkait dugaan pembuangan limbah ke aliran kali.
‎
‎”Pemotongan ayam itu sebenarnya dulu pernah didemo warga yang merasa terganggu karena limbahnya dibuang ke kali. Setelah itu pihak pemilik membuat tempat penampungan limbah ini,” ungkapnya.
‎
‎Meski demikian, AN berharap ada solusi yang dapat dilakukan agar usaha tetap berjalan tanpa menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
‎Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menutup area penampungan limbah agar bau tidak menyebar ke mana-mana.

Baca Juga Berita :  Perumda Tirta Benteng Pastikan Pasokan Air Bersih Kota Tangerang Tetap Aman Selama Musim Kemarau

‎”Kalau saya lihat tempat penampungan limbah hasil pemotongan itu terbuka. Mungkin kalau diberi penutup bisa mengurangi bau. Tapi limbahnya juga harus rutin dievakuasi atau dipindahkan,” jelasnya.
‎
‎Sementara itu, pemilik usaha pemotongan ayam yang diketahui bernama Herman, membantah adanya keluhan warga sebagaimana yang disampaikan.
‎Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Herman justru mempertanyakan warga yang dimaksud.
‎
‎”Ya pak ada apa? Warga yang mana pak?” tulis Herman dalam balasan pesan WhatsApp.
‎
‎Ketika kembali dipastikan terkait adanya warga yang telah memberikan keterangan mengenai dugaan dampak bau tersebut, Herman kembali mempertanyakan identitas warga yang dimaksud.
‎
‎”Ya pak warga sekitar yang mana? Soalnya dari kemarin gak ada yang komplain dari warga,” jawabnya.
‎
‎Terpisah, Kepala Desa Gaga, M. Shodikin, hingga berita ini ditulis belum memberikan tanggapan terkait informasi keluhan warga atas dugaan dampak limbah usaha pemotongan ayam tersebut.
‎
‎Warga berharap pihak terkait dapat turun melakukan pengecekan guna memastikan pengelolaan limbah usaha berjalan sesuai ketentuan, sehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat sekitar.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Keluarga Muhammad Harun Apresiasi Komitmen Polsek Sepatan Tangani Perkara Dugaan Pembunuhan

10 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Tim Kuasa Hukum Keluarga Almarhum Muhammad Harun Korban Dugaan Pembunuhan

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg
Trending di Daerah