TANGERANG |Gmanewe.id – Pekerjaan hotmix (pengaspalan) di jalan lingkungan Kampung Malaka RT 013/RW 03, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik.pada Minggu 09-08-2026
Proyek yang diduga berasal dari aspirasi anggota DPRD daerah pemilihan setempat melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang itu dipertanyakan dari sisi keterbukaan informasi hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
Dalam pantauan bersama tim penggiat kontrol sosial saat melakukan investigasi di lokasi, pekerjaan hotmix yang berlangsung pada malam hari tersebut tidak terlihat dilengkapi papan proyek atau Keterangan Informasi Publik (KIP).
Tak hanya itu, hasil peninjauan lapangan juga menemukan dugaan ketebalan lapisan hotmix yang relatif tipis. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di salah satu titik, temuan ketebalan berada di kisaran 1–1,2 sentimeter.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan, terutama apabila ketebalan hotmix hasil dari temuan tersebut nantinya tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen pekerjaan atau RAB.

Ketebalan hotmix di duga tidak sesuai spesifikasi
Seorang penggiat kontrol sosial berinisial AI, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menilai temuan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
” Dugaan saya dari hasil investigasi bersama tadi, ketebalan hotmix jauh dari standar layak sebagaimana yang tertuang dalam RAB. Tebal temuan antara 1 sampai 1,2 cm. Bagaimana hotmix mau punya kualitas lama kalau tipis seperti itu?” jelasnya.
Selain persoalan ketebalan, tim juga menyoroti kondisi jalan lama yang masih menggunakan paving block. Paving tersebut terlihat tidak dibongkar sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan penambahan material agregat dan lapisan hotmix.
Menurut AI, kondisi itu perlu dijelaskan secara teknis oleh pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan. Terutama terkait apakah metode tersebut memang telah direncanakan dalam dokumen teknis pekerjaan.
”Paving lama tidak dibongkar saya khawatir hotmix tidak memiliki daya rekat yang kuat . Dugaan penggunaan material agregat juga terlihat tipis. Pertanyaannya, apakah metode seperti ini memang sesuai dengan petunjuk teknis dan RAB pekerjaan?” ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari hasil akhir permukaan jalan. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan harus dipastikan sesuai dengan perencanaan, mulai dari kondisi lapisan dasar, material agregat, proses pemadatan hingga ketebalan akhir hotmix.
Apalagi pekerjaan tersebut diduga menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
AI pun meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tersebut.
”Kami meminta Inspektorat dan BPK RI Perwakilan Banten turun tangan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan justru menghasilkan pekerjaan yang kualitasnya tidak maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, seorang pekerja yang ditemui di lokasi membenarkan bahwa pekerjaan tersebut tidak dilengkapi papan proyek.
Ketika ditanya mengenai ketiadaan papan informasi serta kondisi penerangan yang minim karena pekerjaan dilakukan malam hari, pekerja tersebut menjawab singkat.
”Kalau papan proyek tidak ada. Untuk penerangan lampu ya di bantu dari rumah warga,” katanya.
Kondisi minim penerangan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri karena pekerjaan dilakukan pada malam hari, sementara aktivitas pekerjaan tetap berlangsung
Adapun seorang pria yang katanya disebut sebagai penanggung jawab atau mandor proyek belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi mengenai sumber proyek, nilai anggaran, ketiadaan papan KIP, hingga proses pekerjaan agregat.
Termasuk pertanyaan mengenai apakah agregat dipadatkan menggunakan baby roller, plate compactor, atau hanya diratakan sebelum dilakukan pengaspalan, belum mendapatkan jawaban.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun pengawas dari dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai berbagai temuan dan dugaan yang disampaikan tersebut.












Tinggalkan Balasan