Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Hotmix di Tegal Kunir Kidul Menuai Sorotan,Ketebalan Diduga Tidak Sesuai Spek

Muhayar. – Gmanews.id
Minggu, 9 Agustus 2026 18:47 WIB

Pekerjaan Hotmix di Kampung Malaka RT 013/03 Desa Tegal Kunir Kidul, Minggu 09-08-2026, malam Perbesar

Pekerjaan Hotmix di Kampung Malaka RT 013/03 Desa Tegal Kunir Kidul, Minggu 09-08-2026, malam

‎

‎TANGERANG |Gmanewe.id – Pekerjaan hotmix (pengaspalan) di jalan lingkungan Kampung Malaka RT 013/RW 03, Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik.pada Minggu 09-08-2026
‎
‎Proyek yang diduga berasal dari aspirasi anggota DPRD daerah pemilihan setempat melalui Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) Kabupaten Tangerang itu dipertanyakan dari sisi keterbukaan informasi hingga pelaksanaan teknis di lapangan.
‎
‎Dalam pantauan bersama tim penggiat kontrol sosial saat melakukan investigasi di lokasi, pekerjaan hotmix yang berlangsung pada malam hari tersebut tidak terlihat dilengkapi papan proyek atau Keterangan Informasi Publik (KIP).
‎
‎Tak hanya itu, hasil peninjauan lapangan juga menemukan dugaan ketebalan lapisan hotmix yang relatif tipis. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan di salah satu titik, temuan ketebalan berada di kisaran 1–1,2 sentimeter.
‎
‎Kondisi tersebut kemudian menjadi pertanyaan, terutama apabila ketebalan hotmix hasil dari temuan tersebut nantinya tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen pekerjaan atau RAB.

‎

Ketebalan hotmix di duga tidak sesuai spesifikasi

Ketebalan hotmix di duga tidak sesuai spesifikasi

‎Seorang penggiat kontrol sosial berinisial AI, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, menilai temuan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
‎
‎” Dugaan saya dari hasil investigasi bersama tadi, ketebalan hotmix jauh dari standar layak sebagaimana yang tertuang dalam RAB. Tebal temuan antara 1 sampai 1,2 cm. Bagaimana hotmix mau punya kualitas lama kalau tipis seperti itu?” jelasnya.
‎
‎Selain persoalan ketebalan, tim juga menyoroti kondisi jalan lama yang masih menggunakan paving block. Paving tersebut terlihat tidak dibongkar sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan penambahan material agregat dan lapisan hotmix.
‎
‎Menurut AI, kondisi itu perlu dijelaskan secara teknis oleh pihak pelaksana maupun pengawas pekerjaan. Terutama terkait apakah metode tersebut memang telah direncanakan dalam dokumen teknis pekerjaan.
‎
‎”Paving lama tidak dibongkar saya khawatir hotmix tidak memiliki daya rekat yang kuat . Dugaan penggunaan material agregat juga terlihat tipis. Pertanyaannya, apakah metode seperti ini memang sesuai dengan petunjuk teknis dan RAB pekerjaan?” ujarnya.
‎
‎Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari hasil akhir permukaan jalan. Menurutnya, setiap tahapan pekerjaan harus dipastikan sesuai dengan perencanaan, mulai dari kondisi lapisan dasar, material agregat, proses pemadatan hingga ketebalan akhir hotmix.
‎
‎Apalagi pekerjaan tersebut diduga menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
‎AI pun meminta pihak berwenang melakukan pemeriksaan langsung terhadap pekerjaan tersebut.
‎
‎”Kami meminta Inspektorat dan BPK RI Perwakilan Banten turun tangan melakukan evaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai uang rakyat yang digunakan untuk pembangunan justru menghasilkan pekerjaan yang kualitasnya tidak maksimal,” tegasnya.
‎
‎Sementara itu, seorang pekerja yang ditemui di lokasi membenarkan bahwa pekerjaan tersebut tidak dilengkapi papan proyek.
‎Ketika ditanya mengenai ketiadaan papan informasi serta kondisi penerangan yang minim karena pekerjaan dilakukan malam hari, pekerja tersebut menjawab singkat.
‎
‎”Kalau papan proyek tidak ada. Untuk penerangan lampu ya di bantu dari rumah warga,” katanya.
‎
‎Kondisi minim penerangan tersebut juga menjadi perhatian tersendiri karena pekerjaan dilakukan pada malam hari, sementara aktivitas pekerjaan tetap berlangsung
‎
‎Adapun seorang pria yang katanya disebut sebagai penanggung jawab atau mandor proyek belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi mengenai sumber proyek, nilai anggaran, ketiadaan papan KIP, hingga proses pekerjaan agregat.
‎
‎Termasuk pertanyaan mengenai apakah agregat dipadatkan menggunakan baby roller, plate compactor, atau hanya diratakan sebelum dilakukan pengaspalan, belum mendapatkan jawaban.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun pengawas dari dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai berbagai temuan dan dugaan yang disampaikan tersebut.
‎

Baca Juga Berita :  ‎Sekcam Mauk Kepergok Main PlayStation Saat Jam Kerja, Warga Soroti Disiplin Pejabat Publik
Artikel ini telah dibaca 62 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan
Trending di Berita Desa