Menu

Mode Gelap
Korban Mengaku Rugi Rp50 Juta, Dugaan Penipuan Pengurusan Sertifikat di Rajeg Kini Ditangani Polresta Tangerang Lapas Pemuda Kelas II Tangerang Intensifkan Razia, 110 Handphone dan 57 Sajam Rakitan Disita Sepanjang 2026 Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Terkait Perkara PT ASABRI Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan JAM Pidsus, Kejaksaan Agung Pastikan Penanganan Perkara Tetap Berjalan Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba dari Dalam Lapas Kelas I Tangerang, Pengawasan Internal Jadi Sorotan

Pendidikan · 27 Apr 2026 10:52 WIB ·

Dugaan Fee SIPLah di SDN Sudimara Barat 5 Disorot, Kepala Sekolah Membantah


 Isu transparansi pengadaan sekolah di Kota Tangerang kembali mencuat, Dinas Pendidikan diminta lakukan audit Perbesar

Isu transparansi pengadaan sekolah di Kota Tangerang kembali mencuat, Dinas Pendidikan diminta lakukan audit

TANGERANG | Gmanews.id — Dugaan praktik penerimaan fee dalam proses pengadaan barang dan jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) menjadi sorotan di lingkungan SDN Sudimara Barat 5, Kota Tangerang. Isu ini memicu perhatian publik terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran sekolah.

Informasi awal mengenai dugaan tersebut disampaikan oleh seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengungkapkan adanya indikasi komunikasi intens antara pihak sekolah dengan penyedia tertentu dalam setiap proses pengadaan.

“Setiap pengadaan ada komunikasi dengan penyedia tertentu, dan diduga ada fee yang mengalir,” ungkap sumber tersebut.

Kepala Sekolah Bantah Tuduhan

Menanggapi isu tersebut, Rudi Lukita selaku Kepala SDN Sudimara Barat 5 secara tegas membantah adanya praktik penerimaan fee maupun keuntungan pribadi dalam pengadaan melalui SIPLah.

“Itu tidak benar. Tidak ada pembagian fee,” ujar Rudi Lukita saat dikonfirmasi awak media, Senin (27/4/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak sekolah menolak segala tudingan yang berpotensi merusak integritas institusi pendidikan.

Dorongan Audit Transparan

Di sisi lain, Yanto selaku Ketua Gabungan Wartawan Tangerang (GAWAT) meminta Dinas Pendidikan Kota Tangerang untuk segera melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dugaan tersebut.

Menurutnya, langkah audit yang transparan sangat penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengadaan sekolah.

“Kami meminta Dinas Pendidikan untuk segera melakukan kroscek dan audit secara transparan. Ini penting agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat serta menjaga integritas dunia pendidikan,” tegas Yanto.

Ia juga menambahkan bahwa jika ditemukan adanya pelanggaran dalam pengadaan SIPLah, maka harus ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Isu Transparansi Pengadaan Sekolah

Dugaan praktik fee dalam pengadaan SIPLah menjadi perhatian karena sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi belanja sekolah. Oleh karena itu, setiap indikasi penyimpangan perlu ditindaklanjuti secara objektif dan profesional.

Baca Juga Berita :  Perguruan Tinggi Didorong Perkuat Riset Energi Terbarukan untuk Dukung Transisi Nasional

Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Kota Tangerang, sembari menunggu langkah resmi dari Dinas Pendidikan dalam melakukan verifikasi dan audit.

Upaya klarifikasi dan investigasi diharapkan mampu memberikan kepastian informasi, sekaligus menjaga kredibilitas lembaga pendidikan di tengah masyarakat.

Artikel ini telah dibaca 94 kali

badge-check

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bekali Siswa Baru Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah, SMPN 3 Sepatan Timur Gelar Pra MPLS

11 Juli 2026 - 03:23 WIB

Siswa /i Didik Baru Tengah mengikuti Tahapan Pra MPLS SMPN 3 Sepatan Timur

SMPN 3 Sepatan Timur Umumkan Hasil SPMB 2026, Kepsek : Proses Seleksi Dipastikan Transparan

2 Juli 2026 - 13:10 WIB

Petugas Lapas Pemuda Kelas II Tangerang menunjukkan hasil razia dan pemusnahan barang bukti hasil sidak periode Januari–Juli 2026. Foto: Yan/Gmanews.id

SPMB Banten 2026 Disorot, Siswa Berjarak 362 Meter dari SMAN 15 Kota Tangerang Belum Lolos Jalur Domisili Wilayah

24 Juni 2026 - 13:05 WIB

Hasil seleksi SPMB Banten memicu pertanyaan soal transparansi sistem, akurasi penghitungan jarak, dan mekanisme verifikasi data peserta didik

Dugaan Praktik Jasa Pendaftaran SPMB di Sepatan Timur Mencuat, Kios Fotokopi Disorot

22 Juni 2026 - 16:02 WIB

‎Kios Foto Kopi Yang berlokasi di Jalan raya Utan Jati Desa Kedaung Barat Kecamatan Sepatan Timur

Hari Pertama SPMB SMPN 3 Sepatan Timur , Kepsek : Pendaftar Ikuti Sesuai SOP

22 Juni 2026 - 05:30 WIB

Pendataan dan Verifikasi data Oleh Panitia SPMB SMPN 3 Sepatan Timur

FWJI Tangkab Soroti Transparansi Dana BOS, Kepsek SMKN 5 Kabupaten Tangerang Diduga Bungkam Saat Dikonfirmasi

11 Juni 2026 - 00:56 WIB

Dana BOS SMKN 5 Kabupaten Tangerang Rp4 Miliar Lebih Jadi Sorotan, Publik Pertanyakan Prioritas Penggunaan Anggaran
Trending di Pendidikan