Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Berita Desa

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

Muhayar. – Gmanews.id
Kamis, 17 September 2026 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan Perbesar

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan

‎
‎TANGERANG | Gmanews.id – Sebuah pabrik yang berada di kawasan industri Batik, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang menuai sorotan publik. Pasalnya, pagar tembok milik PT Intec Persada diduga berdiri di area garis sempadan Sungai Cirarab.
‎
‎Dalam pantauan awak media di lokasi, Kamis 17-09-2026, terlihat bangunan pagar tembok beton berdiri tepat di sisi aliran Kali Cirarab. Bahkan pada bagian samping pabrik yang diketahui memproduksi atap tersebut tampak belum tersentuh alat berat saat kegiatan normalisasi sungai berlangsung.
‎
‎Di lokasi juga terlihat bekas pekerjaan normalisasi di sepanjang bantaran sungai. Namun pada titik yang berbatasan langsung dengan area pabrik, pagar tembok masih berdiri di bibir kali.
‎
‎Persoalan tersebut sebelumnya sempat menjadi perhatian publik setelah beredar video aksi unjuk rasa puluhan massa di depan PT Intec Persada melalui media sosial TikTok.
‎
‎Dalam aksi itu, massa yang tergabung dalam Forum Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (FA AMPUH) mendesak instansi terkait agar segera melakukan penertiban terhadap bangunan pagar yang diduga melanggar ketentuan garis sempadan sungai.
‎
‎Seorang warga setempat berinisial S membenarkan adanya aksi demonstrasi yang berlangsung di perusahaan tersebut.
‎
‎”Betul, kemarin hari Selasa ada aksi unjuk rasa di pabrik itu,” ujar S kepada awak media.
‎
‎Menurutnya, aksi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat tersebut berkaitan dengan keberadaan pagar milik perusahaan yang dibangun di tepi aliran Sungai Cirarab.
‎
‎”Ya, kemarin yang unjuk rasa itu dikomandoi oleh Catur, terdiri dari gabungan ormas dan beberapa warga sekitar, Bahkan isteri saya juga turut berorasi” ungkapnya.
‎
‎S juga mengungkapkan bahwa Pemerintah sebelumnya telah melakukan normalisasi di sepanjang aliran Kali Cirarab.
‎
‎Menurut informasi yang ia ketahui, sejumlah bangunan yang terdampak program normalisasi telah dilakukan penyesuaian. Namun pagar tembok milik perusahaan tersebut hingga kini masih berdiri.
‎
‎”Katanya pihak perusahaan meminta waktu dan akan membenahi pagar tembok itu sendiri.” katanya.
‎
‎Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun instansi terkait.
‎
‎Guna mendapatkan kepastian informasi terkait dugaan pelanggaran garis sempadan sungai tersebut, awak media mendatangi kantor PT Intec Persada yang berada di kawasan industri Batik, Desa Karet, Kecamatan Sepatan.
‎
‎Namun saat hendak melakukan konfirmasi, pihak manajemen perusahaan tidak dapat ditemui. Seorang petugas keamanan menyampaikan bahwa pimpinan perusahaan sedang menerima tamu dan meminta awak media meninggalkan nomor telepon untuk tindak lanjut.
‎
‎”Maaf, saat ini Ibu Vero tidak bisa ditemui karena sedang ada tamu. Silakan tinggalkan saja nomor handphone, nanti akan dihubungi,” ujar petugas keamanan saat ditemui di lokasi.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Intec Persada belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait dugaan pelanggaran batas garis sempadan Sungai Cirarab yang menjadi sorotan masyarakat tersebut.

Baca Juga Berita :  Believing These 8 Myths About Buzz Keeps You From Growing
Artikel ini telah dibaca 18 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Revitalisasi SDN Muara 1 Disorot, Papan Proyek Baru Muncul Setelah Ramai Pemberitaan

14 September 2026 - 03:53 WIB

Program Revitalisasi Gedung Sekolah SDN Muara 1, Kecamatan Teluknaga
Trending di Daerah