Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Pemerintah

Demo HMI MPO di Kejari Lebak Memanas, Mahasiswa Soroti Dugaan Jual-Beli Titik Dapur SPPG

Sopian_ Sauri – Gmanews.id
Senin, 31 Agustus 2026 19:29 WIB

Ketegangan sempat terjadi antara massa HMI MPO dan petugas keamanan saat mahasiswa hendak menemui Kepala Kejari Lebak Perbesar

Ketegangan sempat terjadi antara massa HMI MPO dan petugas keamanan saat mahasiswa hendak menemui Kepala Kejari Lebak

LEBAK | Gmanews.id — Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Kabupaten Lebak di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak, Senin (31/8/2026), sempat memanas. Adu mulut antara mahasiswa dan petugas keamanan bahkan nyaris berujung bentrokan fisik.

Ketegangan bermula ketika sejumlah mahasiswa berusaha masuk ke lingkungan kantor Kejari Lebak untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Kepala Kejaksaan Negeri. Upaya tersebut kemudian diwarnai perdebatan dengan petugas keamanan.

Situasi sempat memanas. Salah seorang petugas keamanan disebut mengeluarkan ucapan bernada menantang, sehingga memicu reaksi dari massa aksi.

Petugas kepolisian bersama personel keamanan lainnya kemudian bergerak memisahkan kedua pihak. Langkah itu dilakukan untuk mencegah perdebatan berkembang menjadi kericuhan.

Setelah situasi terkendali, mahasiswa kembali melanjutkan penyampaian aspirasi. Mereka membawa sejumlah persoalan yang meminta perhatian dan penanganan aparat penegak hukum.

Mahasiswa Desak Dugaan Jual-Beli Titik Dapur SPPG Diusut

Salah satu tuntutan utama HMI MPO Kabupaten Lebak adalah meminta Kejari Lebak mengusut dugaan praktik jual-beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Koordinator aksi, Ari Purwanto, mengatakan dugaan tersebut perlu diperiksa secara menyeluruh agar dapat diketahui apakah terdapat pihak yang mengambil keuntungan dari program yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat tersebut.

Menurut Ari, penegak hukum perlu menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“Kami ingin Kejaksaan mengusut tuntas dugaan jual-beli titik dapur SPPG yang berpotensi merugikan masyarakat. Siapa saja pihak yang terlibat harus bertanggung jawab,” ujar Ari Purwanto.

Pengadaan Ompreng MBG Juga Dipersoalkan

Selain persoalan SPPG, massa juga menyoroti dugaan penyimpangan dalam pengadaan ompreng untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

HMI MPO Kabupaten Lebak meminta proses pengadaan tersebut diperiksa secara transparan, termasuk sejak tahap perencanaan, proses pengadaan, hingga barang diterima dan digunakan.

Baca Juga Berita :  Menhut Raja Antoni Pantau Langsung Karhutla Kubu Raya Kalbar, Pendinginan Dimassifkan

Ari mengatakan pemeriksaan diperlukan untuk memastikan pengadaan berjalan sesuai ketentuan dan tidak terjadi penyimpangan.

“Supaya tidak terjadi penyimpangan, maka pengadaan ompreng harus diperiksa secara transparan, mulai dari perencanaan sampai realisasi barang,” katanya.

Kejari Lebak Janji Pelajari Aspirasi Mahasiswa

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Lebak, Adi Rifani, didampingi Kasi Intel Yudhit Ksatria Rindyatmaja, mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan ditanggapi dan dipelajari.

Adi menegaskan, pihaknya tidak ingin mengabaikan masyarakat maupun kelompok mahasiswa yang datang menyampaikan laporan dan aspirasi.

“Siapapun yang ke kantor kita harus kita tanggapi dengan benar dan serius karena itu bentuk dukungan sama kita,” ujar Adi Rifani.

Ia mengatakan pihaknya akan memeriksa lebih dulu seluruh poin yang disampaikan sebelum menentukan langkah berikutnya. Adi juga menyebut perkara terkait dugaan tersebut turut menjadi perhatian Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Kita akan pelajari seperti apa. Hasil penyidik kita akan sampaikan,” katanya.

Ketika ditanya mengenai informasi adanya pihak SPPG di Lebak yang telah dipanggil Kejagung untuk dimintai keterangan sebagai saksi, Adi mengaku belum mengetahui perkembangan terbaru terkait hal tersebut.

“Di sini (di Lebak) belum ada perkembangan apa karena dari Lebak sendiri. Tembusan dari Kejagung kita akan cek. Yang jelas itu dari Jakarta kita akan mendukung,” ucapnya.

Kejari Sebut Ketegangan sebagai Kesalahpahaman

Terkait ketegangan yang terjadi antara mahasiswa dan petugas keamanan, Adi Rifani menyebut insiden tersebut sebagai kesalahpahaman. Ia juga menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap personel yang bertugas saat aksi berlangsung.

“Salah paham. Biasa, saya akan tegur anggotanya. Siapapun yang tamu Kejaksaan harus ditanggapi dan dilayani,” tandas Adi.

Aksi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi mahasiswa. Sementara tuntutan terkait dugaan jual-beli titik dapur SPPG dan pengadaan ompreng MBG masih menunggu proses telaah serta tindak lanjut dari pihak Kejari Lebak.

Baca Juga Berita :  Penanaman 3.000 Pohon di Tunjung Teja Serang, Polres Serang Libatkan Masyarakat dan Muspika
Artikel ini telah dibaca 21 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan
Trending di Berita Desa