Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Pemerintah

Menhut Raja Antoni Pantau Langsung Karhutla Kubu Raya Kalbar, Pendinginan Dimassifkan

Sopian_ Sauri – Gmanews.id
Jumat, 4 September 2026 03:46 WIB

Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau langsung penanganan karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026). Perbesar

Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau langsung penanganan karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (3/9/2026).

KALIMANTAN BARAT | Gmanews.id — Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Setibanya di Kalimantan Barat, Menhut Raja Antoni langsung melihat kondisi salah satu lokasi karhutla di Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya.

Dalam peninjauan tersebut, Menhut Raja Antoni melihat langsung proses pemadaman yang dilakukan Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kamis (3/9/2026). Sebagian anggota Manggala Agni diketahui merupakan pasukan yang di-BKO-kan sesuai perintah Menhut Raja Antoni.

Menhut Raja Antoni mengatakan berdasarkan data hotspot Sipongi milik Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot di Kalimantan Barat sebenarnya mengalami penurunan. Pada 31 Agustus tercatat 272 hotspot, kemudian meningkat menjadi 859 pada 1 September, dan kembali turun menjadi 268 pada hari berikutnya.

Namun, Menhut Raja Antoni mengingatkan penurunan hotspot tidak otomatis berarti persoalan asap telah selesai. Ia menjelaskan, api yang sudah padam tidak lagi terbaca sebagai hotspot pada sistem Sipongi, tetapi asap masih dapat bertahan.

“Api padam tidak terbaca sebagai hotspot di Sipongi, namun itu tidak berarti bahwa tidak ada asap. Teman-teman sendiri lihat sendiri, tidak lagi ada hotspot di sini tapi ini asapnya terus eksis,” kata Menhut Raja Antoni saat meninjau lokasi.

Menurut Menhut Raja Antoni, kondisi tersebut juga terlihat dari kondisi udara di Pontianak yang masih berasap. Karena itu, selain memastikan jumlah hotspot turun, penanganan di lapangan juga harus diikuti dengan pendinginan secara masif.

“Oleh karena itu hari ini teman-teman Manggala Agni, Kemenhut, TNI-Polri, BPBD semua ya, sedang berjibaku untuk memastikan supaya tadi hotspot-nya bisa turun. Namun saat bersamaan harus ada gerakan yang masif untuk melakukan pendinginan. Ini sekarang nih lagi dilakukan pendinginan,” ujar Menhut Raja Antoni.

Baca Juga Berita :  Pembangunan SAB di Desa Pagenjahan di Sambut Baik Masyarakat Sekitar

Menhut Raja Antoni mengatakan perkembangan jumlah hotspot dan jarak pandang akan kembali dipantau. Ia menegaskan, kondisi Kalimantan Barat masih membutuhkan perhatian serius meski angka hotspot mengalami penurunan.

“Malam nanti akan kita pantau kembali ya jumlah hotspot maupun visibility-nya ya. Namun saya ingin mengatakan bahwa kondisi Kalbar sedang tidak baik-baik saja. Angka, sekali lagi angkanya menurun, angka hotspot-nya menurun ketimbang hari lalu, tapi asapnya hari ini sangat, sangat, sangat tidak baik,” tegas Menhut Raja Antoni.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan
Trending di Berita Desa