Menu ✖

Mode Gelap
Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎ Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek HUT Ke-6 di Hotel Shapire Sky, BaraTV Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan Tangerang Dua Motor Adu Banteng di Asthara Sky Front City, Warga Soroti Minim Penerangan Jalan Minim Pengaturan Lalu Lintas, Proyek Irigasi di Cadas–Bayur Picu Kemacetan Panjang

Pemerintah

Bappeda Kota Tangerang dan Clean Air Asia Dorong Penerapan Low Emission Zone di Ki Asnawi

Aris – Gmanews.id
Rabu, 26 Agustus 2026 15:03 WIB

Kolaborasi dengan Clean Air Asia diarahkan untuk menekan emisi, memperbaiki kualitas udara, dan mendukung pengembangan kawasan berkelanjutan Perbesar

Kolaborasi dengan Clean Air Asia diarahkan untuk menekan emisi, memperbaiki kualitas udara, dan mendukung pengembangan kawasan berkelanjutan

TANGERANG | Gmanews.id  — Pemerintah Kota Tangerang mulai mematangkan rencana penerapan Low Emission Zone (LEZ) di kawasan Ki Asnawi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas udara sekaligus menata kawasan perkotaan agar lebih berkelanjutan.Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Perencanaan Low Emission Zone (LEZ) Ki Asnawi, Kota Tangerang yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang bersama Clean Air Asia (CAA), Kamis (20/8/2026).Forum tersebut menjadi ruang pembahasan lintas perangkat daerah untuk memperdalam kajian, mulai dari alasan pemilihan kawasan, kondisi lingkungan dan transportasi, hingga kesiapan masyarakat sebelum kebijakan LEZ diterapkan.

Ki Asnawi Dinilai Strategis untuk LEZ

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti, mengatakan rencana LEZ Ki Asnawi sejalan dengan arah kebijakan dalam RPJMD Kota Tangerang Tahun 2025–2029. Pemerintah Kota Tangerang menargetkan terdapat lima lokasi LEZ hingga 2029.

Selain Ki Asnawi, tiga lokasi lain telah memasuki tahap perencanaan teknis oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, yakni kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Masjid Al-Azhom, dan Stadion Benteng.

Menurut Yeti, kawasan Ki Asnawi memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Stasiun Tangerang yang menjadi salah satu simpul transportasi. Kawasan tersebut juga terhubung dengan pusat aktivitas perdagangan dan pariwisata kota, termasuk Pasar Anyar, Cisadane Riverside, dan kawasan kuliner Pasar Lama.

“Kawasan Ki Asnawi ke depannya merupakan salah satu lokasi yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis transit (TOD), dimana di sana terdapat Stasiun Tangerang sebagai simpul transportasi yang terhubung dengan kawasan bisnis dan perdagangan,” ujar Yeti Rohaeti.

Potensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kajian. Penataan kawasan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengurangan emisi, tetapi juga mendukung konektivitas transportasi, aktivitas ekonomi, serta kualitas ruang publik.

Baca Juga Berita :  The Next 80 Things To Immediately Do About Listening

Kajian LEZ Diminta Komprehensif

Dalam FGD, sejumlah perangkat daerah turut memberikan masukan untuk memperkuat kajian. Di antaranya DLH, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang.

Masukan yang disampaikan mencakup perlunya memperjelas dasar dan alasan penetapan Ki Asnawi sebagai kawasan LEZ. Metodologi pengumpulan data primer, penentuan responden, serta karakteristik masyarakat di sekitar kawasan juga dinilai penting agar kebijakan yang dirancang sesuai dengan kondisi lapangan.

Kajian juga diarahkan untuk mempertimbangkan sejumlah pendekatan pendukung, seperti rekayasa teknologi, rekayasa lalu lintas, pengembangan green belt, serta penyusunan regulasi yang dapat menjadi landasan penerapan LEZ.

Kesiapan Masyarakat Jadi Perhatian

Selain aspek teknis, kesiapan implementasi menjadi bagian penting dalam pembahasan. Pemerintah daerah menilai masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai konsep Low Emission Zone, termasuk mekanisme uji emisi, stikerisasi kendaraan, serta aturan yang nantinya berlaku di kawasan tersebut.

Kajian juga diharapkan memperhatikan kondisi awal kawasan, daya dukung dan daya tampung lingkungan, serta kemungkinan dampak penerapan LEZ terhadap kehidupan masyarakat. Aspek sosial, ekonomi, dan budaya menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan sebelum kebijakan diterapkan.

Yeti Rohaeti menegaskan, kajian LEZ Ki Asnawi diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan. Hasil kajian harus mampu menjadi pijakan bagi kebijakan yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap lingkungan berupa penurunan emisi pada kawasan tersebut serta berdampak positif bagi masyarakat Kota Tangerang,” ungkapnya.

Melalui proses perencanaan dan kolaborasi lintas sektor tersebut, Bappeda Kota Tangerang bersama Clean Air Asia diharapkan dapat menghasilkan kajian yang komprehensif dan implementatif. Rencana LEZ Ki Asnawi nantinya diharapkan mampu mendukung kawasan yang lebih tertata, sehat, rendah emisi, sekaligus memperkuat arah pengembangan transportasi dan perkotaan berkelanjutan di Kota Tangerang.

Baca Juga Berita :  Dukung Pencari Kerja, Disnaker Kabupaten Tangerang Buka 12 Program Pelatihan

(Yan)

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Tanggul Cipangodokan Hampir Rp 3 Miliar, Kabid SDA Belum Berikan Klarifikasi ‎

9 Oktober 2026 - 09:52 WIB

Gambar Hanya Ilustrasi, Konfirmasi Terkait Proyek Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan

Tanggul Cipangodokan Rp2,9 Miliar Disorot, FWJI Korwil Tangkab Akan Minta Inspektorat Periksa Proyek

6 Oktober 2026 - 03:37 WIB

Pembangunan Tanggul Saluran Pembuang Cipangodokan, Kecamatan Pasar Kemis

TW Law Office & Partner Berikan Pendampingan Hukum Pro Bono kepada Keluarga Korban Dugaan Pembunuhan di Sepatan Timur

5 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Tw Law Office & Partner Bersama Keluarga Korban

Di Landa Kekeringan, Petani Kampung Kramat Gotong Royong Bongkar Tumpukan Tanah di Saluran Irigasi

5 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Petani di Desa Kramat Kompak Kerja Bakti Bersihkan Saluran Irigasi,Senin 05-10-2026

Minim K3 Dan Rambu Keselamatan Publik , Proyek RKB SDN Mekarsari 1 Di Sorot

24 September 2026 - 06:02 WIB

Proyek Pembangunan RKB SDN Mekarsari 1 Kecamatan Rajeg

Pagar Tembok PT Intec Persada di Tepi Kali Cirarab Disorot, Diduga Langgar Garis Sempadan Sungai

17 September 2026 - 18:51 WIB

Nampak dari depan Bangunan Pabrik PT Intec Persada di Kawasan Industri Batik, Desa Karet, Sepatan
Trending di Berita Desa