TANGERANG | Gmanews.id — Dugaan adanya lima santriwati di Pondok Pesantren Raudlatussalam Hanjuang, Desa Kedung Dalam, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang mengalami keracunan (makanan) pada Sabtu (08/08/2026) malam, masih menyisakan tanda tanya.
Informasi tersebut pertama kali diterima awak media dari seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Sumber menyebut, sebanyak lima santriwati diduga mengalami keracunan dan harus mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Namun, sumber tersebut belum dapat memastikan makanan apa yang diduga menjadi penyebab hingga para santriwati mengalami kondisi tersebut.
“ Semalam ada lima orang anak Kobong keracunan, kesemuanya santri wanita. Dan sekarang lagi di rawat,” ujar sumber.pada Minggu 09-08-2026
Informasi tersebut tentu perlu dikonfirmasi lebih lanjut, mengingat dugaan keracunan makanan di lingkungan pondok pesantren menyangkut kondisi kesehatan para santri serta perlu diketahui penyebab sebenarnya.
Guna memastikan informasi tersebut, tim awak media kemudian mendatangi Pondok Pesantren Raudlatusssalam Hanjuang untuk meminta konfirmasi langsung kepada pihak pesantren maupun yayasan.
Namun, saat tiba di lokasi dan menyampaikan maksud kedatangan untuk melakukan konfirmasi terkait informasi dugaan lima santriwati yang mengalami keracunan, awak media belum dapat bertemu langsung dengan pihak pemilik yayasan.
Seorang pria yang berada di lokasi dan disebut-sebut sebagai bagian dari pengurus pesantren kemudian meminta awak media menyimpan nomor pribadinya.
Menurutnya, pemilik yayasan baru saja selesai menghadiri sebuah kegiatan sehingga belum dapat ditemui.
“Pemilik yayasan tadi habis ada acara, saat ini tidak bisa ditemui. Kalau berkenan silakan simpan nomor saya. Apa yang hendak disampaikan nanti akan saya teruskan kepada pihak pemilik yayasan,” ujarnya.
Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, awak media kemudian meninggalkan lokasi dan akan menunggu keterangan maupun klarifikasi resmi dari pihak Pondok Pesantren Raudssalam Hanjuang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pondok Pesantren Raudlatussalam Hanjuang mengenai benar atau tidaknya informasi lima santriwati yang diduga mengalami keracunan makanan tersebut, termasuk mengenai kondisi para santri maupun dugaan penyebabnya.
Klarifikasi dari pihak pesantren maupun yayasan menjadi penting agar informasi yang beredar di tengah masyarakat tidak berkembang menjadi spekulasi dan publik mendapatkan informasi yang utuh mengenai peristiwa tersebut.












Tinggalkan Balasan