TANGERANG | Gmanews.id – Hari kedua penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan berupa beras berlangsung aman, tertib dan kondusif di Aula Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan yang dimulai sejak pagi hari itu dihadiri ratusan warga keluarga penerima manfaat (KPM) yang didominasi kaum ibu. Mereka terlihat tertib menunggu giliran di loket pelayanan yang telah disediakan petugas.
Sementara itu, petugas dari unsur staf desa, Linmas dan aparatur lainnya tampak sibuk mengatur jalannya penyaluran, mulai dari proses verifikasi data penerima, membantu menyiapkan bantuan beras hingga mengarahkan warga agar proses pembagian berjalan lancar.
Sebelum penyaluran dimulai, Kepala Desa Sangiang, Kamarullah, SH, menyempatkan diri memberikan arahan kepada warga yang hadir. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama proses penyaluran berlangsung.
“Kami minta masyarakat tetap tertib dan mengikuti arahan petugas. Bantuan ini adalah hak masyarakat yang telah terdata, sehingga prosesnya harus berjalan dengan baik agar semuanya bisa menerima dengan lancar,” ujar Kamarullah.

Kepala Desa Dan Warga KPM saat menerima Bantuan Pangan 3 Karung beras @ 10 Kg
Menurutnya, jumlah kuota penerima bantuan di Desa Sangiang semula hanya sekitar 900 KPM. Namun pihak desa mengajukan penambahan kuota sehingga jumlah penerima bantuan saat ini mencapai sekitar 1.920 KPM.
“Awalnya kuota yang tersedia hanya sekitar 900 KPM. Alhamdulillah setelah kami mengusulkan penambahan, akhirnya jumlah penerima bisa bertambah menjadi sekitar 1.920 KPM. Ini bentuk upaya kami agar lebih banyak masyarakat yang bisa menerima manfaat,” katanya.
Kamarullah juga meminta warga yang merasa layak menerima bantuan namun belum pernah terdaftar agar tidak ragu menyampaikan usulan melalui RT setempat.
“Kalau ada warga yang belum pernah mendapatkan bantuan sosial dan memang memenuhi kriteria, silakan sampaikan melalui RT masing-masing. Nanti akan kami usulkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya.
Ia juga menegaskan kepada seluruh jajaran pemerintah desa mulai dari RT, RW hingga Kepala Dusun agar aktif hadir dalam setiap kegiatan penyaluran bantuan sosial untuk membantu dan mendampingi masyarakat.
“Saya selalu tekankan kepada RT, RW dan para Kepala Dusun agar hadir dan ikut mendampingi warga saat penyaluran bantuan. Kehadiran mereka penting agar jika ada persoalan atau miskomunikasi bisa segera diselesaikan di lapangan,” tegasnya.
Salah seorang warga penerima manfaat, Ida, mengaku bersyukur atas bantuan beras yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut cukup membantu kebutuhan pangan keluarganya.
“Alhamdulillah sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Proses pengambilannya juga tertib dan petugas desa banyak membantu warga yang datang,” ucap Ida.
Diketahui, bantuan sosial pangan berupa beras tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial, Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Dalam hal ini Pemerintah Desa Sangiang hanya memfasilitasi proses penyaluran kepada masyarakat penerima manfaat.
Untuk menghindari terjadinya penumpukan warga, Pemerintah Desa Sangiang menerapkan sistem pembagian jadwal penyaluran berdasarkan wilayah dusun. Pada hari pertama, bantuan disalurkan kepada warga Dusun 3 dan Dusun 4. Sedangkan pada hari kedua diperuntukkan bagi warga Dusun 1 dan Dusun 2.
Langkah tersebut terbukti efektif sehingga proses penyaluran dapat berjalan lebih tertib dan terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, kegiatan penyaluran bantuan sosial pangan berupa beras masih berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif hingga berakhirnya kegiatan.












Tinggalkan Balasan