TANGERANG | Gmanews.id – Kemacetan panjang terjadi di Jalan Raya Cadas–Bayur, Kota Tangerang, Jumat 11-09-2026 sore hingga malam. Kemacetan diduga dipicu adanya penyempitan ruas jalan akibat satu unit alat berat jenis crane yang terparkir di bahu jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, crane tersebut disinyalir merupakan milik kontraktor yang tengah mengerjakan pembangunan turab atau irigasi dengan metode tiang pancang di kawasan tersebut.
Kondisi semakin diperparah lantaran aktivitas kendaraan sedang berada pada jam sibuk, di mana banyak warga pulang dari tempat kerja. Akibatnya antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular cukup panjang dari kedua arah.
Selain adanya penyempitan badan jalan, minimnya petugas pengatur lalu lintas maupun tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan membuat arus kendaraan sulit terurai.
Salah seorang pengguna jalan asal Kotabumi yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.
”Saya dari Kotabumi. Tadi lumayan lama kejebak macet di sini. Harusnya kalau memang ada pekerjaan proyek seperti ini, pengatur lalu lintasnya disiapkan biar tidak terlalu semrawut,” ujarnya.

Minim Pengaturan Lalin, Alat berat (crane) di duga picu kemacetan.
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara lainnya. Menurutnya, keberadaan alat berat di tepi jalan membuat ruang gerak kendaraan menjadi terbatas.
”Yang bikin macet ya karena ada penyempitan jalan. Harusnya ada petugas yang ngatur kendaraan supaya tidak numpuk. Kalau bisa crane jangan diparkir di pinggir jalan seperti ini, apalagi pas jam ramai orang pulang kerja,” keluhnya.
Dalam pantauan, sejumlah pengendara terlihat saling bergantian melintas pada titik lokasi proyek. Kondisi tersebut menyebabkan laju kendaraan tersendat dan antrean kendaraan terus bertambah.
Sementara itu, perwakilan kontraktor pelaksana pekerjaan pembangunan turab saat dikonfirmasi mengakui adanya dampak kemacetan yang ditimbulkan dari aktivitas proyek tersebut.Pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi.
”Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan. Untuk pengaturan di lapangan, kami akan segera menerjunkan tim K3 agar membantu mengatur lalu lintas ,” ujar perwakilan kontraktor.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pekerjaan pembangunan irigasi masih berlangsung dan arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau padat merayap.












Tinggalkan Balasan